I'm back
Hope you like it
Happy reading guys
--------------------
Taehyung membeku sejenak menatap pria didepannya, ia tidak tahu siapa pria itu ini pertama kalinya ia melihat pria itu dan terlebih kini pria itu sedang berada di apartemen hyemi.
"Ada apa?" tanya pria di depannya.
Taehyung menormalkan pikirannya dan sedikit berdehem "apa hyemi ada di dalam?"
"Ya dia ada, kau mau masuk?" tawar sang pria ragu-ragu.
Taehyung mengangguk lalu mengikuti pria di depannya.
"Aaahhhh!!!!!!! Taehyung akhirnya kau datang" hyemi langsung berlari berhambur ke pelukan taehyung.
"Tumben sekali kau datang tanpa ku minta"
Hyemi langsung menyeret taehyung untuk duduk bersamanya di ruang tengah.
"Hyemi ada yang ingin aku bicarakan" taehyung mulai serius.
"Bicarakan apa? Tentang apa?" hyemi dengan nyamannya bersandar di bahu taehyung.
"Tapi siapa pria itu?" tunjuk taehyung pada pria yang sedang berada di dapur tampak sedang memasak sesuatu.
"Ohhh itu dia teman ku, jangan bilang kau cemburuuu" tuduh hyemi yang membuat taehyung jengah.
"Tidak" ucap taehyung lalu membenarkan posisi duduknya, dengan maksud agar hyemi menjaga jarak dengannya.
"Kulihat perut mu sudah mulai membesar, berapa usia kandungannyaa?" tanya taehyung dengan menatap perut hyemi.
"Ahhh sayangku kau sangat perhatian. Tapi aku kecewa kau tidak mengingat usia bayi kita" hyemi membuat wajah sedih.
"Usia nya hampir 4 bulan, coba kau pegang perut ku, kau tidak pernah mengelusnya sekalipun selama aku hamil" tangan hyemi menarik tangan taehyung ke arah perutnya. Namun denan gerakan yang tidak kalah cepat taehyung ikut menarik tanganya menghindari kontak fisik lebih.
"Jangan, aku tidak mau"
"Kenapa? Ini kan anak mu"
Taehyung menghembuskan nafas panjang "jujur pada ku anak siapa itu" seru taehyung menatap tajam hyemi.
"Tentu saja anak mu, kau pikir anak siapa lagi!" teriak hyemi.
"Kita tidak pernah tidur bersama hyemi" geram taehyung.
"Kau memberikan ku minuman pada malam sebelumnya. Aku yakin kita tidak pernah melakukan hal itu."
Hyemi terbelalak "tentu saja pernah, anak ini buktinya" hyemi menangis.
Taehyung memijit pelipisnya "jangan menangis itu tidak akan menyelesaikan masalah"
"Kenapa kau sebenarnya kenapa kau sangat tidak ingin anak ini" tanya hyemi sendu.
"Karna dia bukan anakku!!" cukup sudah taehyung muak. Ia tahu itu bukan anaknya.
"Ehhmm, ada apa ini" tanya pria di belakang mereka berdua.
Hyemi langsung menghampiri si pria dan memeluknya erat. "Dia jahat, ini anaknya tapi dia tidak mengakuinya"
Taehyung berdiri dan berdiri di hadapan kedua orang yang sedang berpelukan di depannya.
"Hyemi cukup. Besok kau ikut dengan ku" taehyung menatap pria di depannya, "kau juga ikut antar dia, akan ku beri tahu alamatnya."
Taehyung langsung pergi meninggalkan apartemen hyemi. Dengan hyemi yang masih menangis di pelukan pria itu, demi tuhan taehyung tidak perduli akan hal itu.
--------------
"Oppa" panggil sooyoung pada sungjae yang sedang memakan ice cream di sebelahnya.
Ini sudah jam pulang sekolah. Ya dan sungjae kini mengajaknya makan ice cream di pinggir sungai han. Keadaannya dengan sooah biasa saja namun ada sedikit -hanya sedikit- jarak yang dibuat oleh sooyoung. Ia merasa telah di khianati oleh dua orang yang paling berharga dalam hidupnya. Setidaknya hingga saat ini. Sooyoung tidak bisa berbohong ia menyayangi sooah juga sungjae, entahlah perasaan itu telah hilang digantikan oleh rasa kecawa yang mendalam. Kekasihnya dan sahabat terbaiknya berkencan dibelakangnya.
"Oh ya sooyoung-ah, kau tahu kemarin aku pergi ke___"
"Bersama sooah?" potong sooyoung.
"Nde?!? Aku dan sooah? Pergi? Tidak mungkin kemarin aku melihat sebuah sepatu wanita sepertinya cocok untukmu, mau beli bersama ku?"
"Aku melihatmu bersama sooah kemarin, berboncengan di motor"
Cicit sooyoung pelan.
'Sooyoung melihatnya? Tidak mungkin, tenang sungjae tenang.'
-sungjae.
"Haahahha tidak mungkin sooyoung sayangku" sungjae tertawa dan merangkul sooyoung.
Sooyoung berdiri dari dari duduknya melepaskan rangkulan sungjae.
"Aku melihatmu!!! Berboncengan dengan sooah, kalian orang terdekatku aku pasti mengenali kalian!!!" teriak sooyoung frustrasi, akhirnya dia bisa mengucapkan kebimbangan hatinya selama ini.
Sungjae menyimpan ice cream di tangannya lalu ikut berdiri.
"Berhenti bicara omong kosong"
"Kenapa oppa?" sooyoung menangis.
"Sooyoung-ah" sungae hendak menggapai bahu sooyoung namun sooyoung segera memghindar.
"Kenapa? Jelaskan padaku"
"Tidak sooyoung kami tidak ada hubungan apa pun, ia membantuku mencari hadiah untuk mu, sebentar agi hari jadi kita kan" sungjae berusaha mencairkan suasana.
Sooyoung menghapus air matanya. Kepalanya mendongak menatap wajah sungjae. Mencari kebohongan disana. Dan ia menemukannya mata sungjae sedikit tidak fokus.
Sooyoung tersenyum kemudian pergi berlalu.
"Selamat tinggal"
Sungjae membeku di tempatnya apakah ini akhir antara dirinya dan sooyoung? Tidak.
"Sooyoung-ah!!" teriak sungjae kemudian mengejar sooah.
Sungjae mencekal lengan sooyoung.
"Mau kemana kau!!" teriak sungjae.
Sooyoung menunduk enggan menatap sungjae.
Tubuh sungjae lemas. "Apa ini semua karena jungkook?"
---------------
TBC
terima kasih untuk semua yang telat Setia membaca cerita ini.
Comment dan vote pleeeeaseeeeee 😉😉😉😉😉😘😘😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Make Me Love You
Fanfiction[# 1 in Vjoy 040818] [#14 in Joy 040818] [# 3 in sooyoung 040818] Taehyung dan sooyoung yang sama-sama terjebak dalam perjodohan mengharuskan mereka menikah, kala cinta sudah menyelimuti keduanya, namun seorang wanita menghancurkan kebahagiaan mer...
