CHAPTER 11 : Break Up

802 150 5
                                        

Dahi sooyoung mengerut "Kenapa kau membawa bawa jungkook pada masalah kita?."

"Ini semua karena dia kan, mantan kekasih mu itu kau masih mencintainya kan."

"Berhenti bicara omong kosong." desis sooyoung.

"Ini semua pasti karenanya dia yang memberitahu semuanya!!! Dia menginginkan perpisahan kita!!." bentak sungjae meluapkan amarahnya.

"Jadi benar?." suara sooyoung mengecil bagaikan bisikan menembus telinga sungjae.

"Ya semuanya benar!!! Aku mencintai sooah,semua benar, aku dan dia memiliki hubungan, aku menciumnya, aku memeluknya, dan aku mencintai sahabatmu itu!!." teriak sungjae frustrasi ia mundur 1 langkah dihadapan sooyoung kemudian berlutut.

"Maaf kan aku, aku mencintai kalian berdua, aku tidak bisa melepaskan kalian." kepala sungjae menunduk entah apa maksudnya mungkin berharap sooyoung memaafkannya.

"Kau pria paling brengsek yang aku tahu di dunia ini, mencintai dua wanita sekaligus." sooyoung tertawa disela sela turunnya air mata.

Tanpa diduga sooyoung menampar sungjae dengan sangat keras.

"Dasar pria brengsek!."

Sooyoung segera berlari meninggalkan sungjae yang terperangan melihat kepergiannya.

Ia bingung hatinya sakit. Tidak percaya bahwa sahabat dan kekasihnya itu memiliki hubungan.

Sooyoung melihat ponselnya ia hendak menelfon taehyung. Ia tidak sanggup jika harus pulang dengan bus.

Dengan keadaan menangis ia menelfon taehyung.

'Hallo?' sapa taehyung dari sebrang.
"Bisa kau jemput aku?" sooyoung tidak bisa menyembunyikan tangisnya.

'Kau menangis, kenapa?'

"Jemput saja aku cepat, aku akan tunggu di halte." teriak sooyoung.

'Baiklah aku akan segera kesana, tunggu'

Tut---

Tangis sooyoung mengencang setelah taehyung menutup telfonnya.
Ternyata ini akhirnya akhir dari kisahnya dan sungjae mungkin dengan sooah juga.

Sooyoung harua berfikir logis, ia akan menikah. Ini Bagus, setidaknya ia tidak perlu membuat alasan pada sungjae. Mantan kekasihnya.

Ya sooyoung sudah mantap ini pilihan Bagus baginya. Namun air matanya kembali turun menyisakan sakit. Tidak bisa dipungkiri hatinya masih sakit. Sangat sakit.

Setelah berjalan beberapa lama ia sampai di halte dan menunggu taehyung.

Menunggu ditemani rasa sakit akan pengkhianatan sungjae. Air matanya terus turun hingga seseorang menepuk bahunya.

"Jungkook sunbae" cicit sooyoung pelan. Ia menghapus air matanya.

"Kenapa setiap aku melihatmu kau pasti sedang duduk di halte, hahaha"

Sooyoung hanya diam menunduk tidak menanggapi perkataan jungkook.

"Hei, ada apa kau memangis?"

Jungkook duduk di sebelah sooyoung dan berusaha membuat tubuh sooyoung menghadap ke arahnya.

"Emm, tidak sunbae" sooyoung terus menyembunyikan wajahnya dari jungkook.

"Tidak, tidak coba kulihat" paksa jungkook.

Terjadi adegan tarik menarik antara jungkook dan sooyoung.

"Bisa kau lepaskan tangan mu darinya"

Taehyung berdiri dihadapan kedua orang yang sedang tarik menarik.

Jungkook menoleh "tae-hyung."

"Jungkook" taehyung terkejut melihat siapa yang sedang menyentuh calon istrinya itu.

Sooyoung mendongak menatap keduanya yang juga sedang bertatapan.

"Tae-hyung kau mengenalnya" ucap jungkook melepaskan tangannya dari sooyoung.

"Ya... Dia..."

---------------

Jeng jeng jeng

Aku update lagi. Pendek hehe cuman mau nuntasin part sebelumnya.

Makasih udah support aku dan ceritaku.

Makasih banyak.

Biasa vote dan comment ya...

Make Me Love You Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang