The Twentieth Chapter

709 71 50
                                        

Woohyun langsung mencium bibir Sunggyu membuat Sunggyu membolakan mata kecilnya sempurna.




Happy Reading...







Woohyun menghisap bibir bawah Sunggyu dengan lembut, mengisaratkan rasa cinta nya pada namja yang berada didepannya saat ini.


Sunggyu yang saking shok nya hanya bisa terdiam tidak melakukan apa-apa atas perlakuan Woohyun pada dirinya. Namun lama kelamaan, Ia menyerah juga. Dibalasnya ciuman kekasih nya itu sedikit terburu-buru membuat Woohyun harus mengimbangi permainan Sunggyu dibibir nya yang terasa agak menuntut itu (?)


Setelah kira-kira 5 menit mereka berciuman, akhirnya mereka berdua saling melepaskan ciuman panas itu. Nafas Woohyun sedikit memburu, bibir nya juga membengkak karena dihisap terus - menerus oleh Sunggyu.



"Gyu.. Mulai sekarang jika kau merasa lapar, Kau tinggal bilang saja pada ku, kan mulai saat ini aku sudah menjadi pendonor tetap mu! Jadi jangan menyiksa diri mu sendiri seperti ini lagi, okay?" lirih Woohyun sambil merengkuh kembali wajah Sunggyu.


Sunggyu berusaha mencari keraguan dimata kekasih nya, namun yang ia temukan adalah keyakinan dan tekat yang kuat. Namja ini.. Benar-benar membuat dirinya gila .



"Tapi aku tidak ingin kau terluka karena ku, Chagi. Bagimana jika aku lupa diri waktu minum darah mu? Kau pasti akan.." Sunggyu sangat kalut mengucapkan itu .



Woohyun tersenyum memaklumi .
"Nan neol mideoyo , Gyu"


Woohyun langsung memiringkan kepalanya kesamping dan menyingkapkan kerahnya. Sehingga memperlihatkan leher jenjang nya yang putih dan mulus. Sunggyu meneguk air liurnya dengan susah payah, ditatapnya nanar leher jenjang Woohyun.


Sunggyu mulai menyentuh perlahan leher Woohyun, berusaha mencari urat nadi kekasihnya. Lalu ditatapnya lagi wajah namja yang sangat ia cintai itu .



"Apa kau yakin?" Tanya Sunggyu.


Woohyun mengangguk pasti menjawab pertanyaan Sunggyu, Tak lupa ia memberikan senyum indahnya pada Sunggyu.


"Memang seharusnya seperti ini kan? Aku juga tidak bisa melihat mu bertambah tersiksa seperti itu, Gyu" ucap Woohyun pelan namun pasti .



Sunggyu kembali menatap leher Woohyun, lalu diantara giginya, kedua taringnya meruncing. Sudah siap untuk membuat sebuah celah dileher kekasih nya.



Sunggyu menngendus aroma darah Woohyun yang membuat perutnya merasa semakin lapar. Lalu ...





SREETT





"Ngghh" Rintih Woohyun pelan saat Sunggyu mulai menyobek sedikit kulitnya hingga mengeluarkan darah. Tanpa basa basi, Sunggyu segera meminum darah yang keluar dari urat nadi Woohyun dengan lapar, sedangkan Woohyun mencengkram kuat kerah kemeja Sunggyu.


Sunggyu semakin membenamkan taringnya untuk membuat luka itu semakin besar.



Woohyun tidak berbuat apa-apa untuk menghentikan hal ini, ia tau Sunggyu pasti sangat lapar. Tapi.. Tak bisa dipungkiri kalau matanya kini mulai berkunang-kunang, cengkraman nya semakin lemah dan Sunggyu menyadari hal itu .


Dengan cepat Sunggyu menjauhkan wajahnya dari leher Woohyun dan menatap nya yang saat ini wajahnya sudah pucat.



Tangan lemah Woohyun terulur dan berusaha menghapus sisa darah yang tersisa di mulut Sunggyu.
"K..kau jorok, Gyu" lirih Woohyun pelan .



My Love Is VampireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang