The Ninth Chapter

744 79 71
                                        


Happy reading good reader...






***








Sunggyu meloncat keatas pohon besar yang berdiri tepat disamping kamar Woohyun, lalu membuka jendela kamarnya dengan amat sangat perlahan.



Ini masih jam 2 pagi , tapi sejak tadi Sunggyu tak bergeming dari tempatnya berada. Dia terus memastikan jika Woohyun sudah tertidur tanpa gangguan sedikit pun.



Dan dengan perlahan juga , Sunggyu menutup jendelanya, ia langkahkan kakinya menuju tempat cutie boy nya berada.






Diranjang berukuran queen-size dengan seprei berwarna biru laut itu . Sunggyu melihat namja nya tidur dengan lelap, Woohyun sama sekali tak terusik dengan kedatangannya.




Dengan gerakan yang amat pelan dan lembut, Sunggyu naik keatas kasur Woohyun dan memeluk tubuh mungilnya dalam dekapannya.





Woohyun sedikit menggeliat tapi tidak bangun. Dengan tenang Singgyu memeluk tubuh Woohyun dan mengusap rambutnya lembut.





"Aku belum pernah melakukan hal senekat ini. Tapi setiap kali aku berada di dekatmu, aku selalu merasa nyaman Woohyun" ucap Sunggyu pelan .


"Aku masih merasa bingung. Kenapa takdirku itu dirimu?" Tanya Sunggyu.








***









"Aku merasa seperti ada yang memeluk ku semalam, pelukannya terasa nyaman. Tapi siapa ya?" tanya Woohyun bingung .






"Hyunie!! Apa kau sudah bangun?" suara Mrs.Nam dari balik pintu, sehingga menyadarkan Woohyun dari lamunannya




Woohyun sedikit merapikan rambutnya yang sudah setengah kering .



" Nde eomma... Hyunie sudah bangun kok"



"Baiklah kalau begitu, Eomma tunggu di meja makan hyun..."



"Nde eomma..." jawab Woohyun .









Woohyun beranjak dari kursi meja riasnya dan berjalan menuju lemari besarnya, dan meraih baju seragam nya yang tertata rapi didalamnya.





Woohyun mulai mengganti baju dan bersiap-siap untuk pergi kesekolah .













-o0o-











"Hyun, Apa kau sudah mengerjakan PR kesenian?" tanya Sungyeol menghampiri Woohyun.





Woohyun memandang Sungyeol malas .




"Kau ambil saja di dalam tas, tapi ingat hanya untuk kesenian. Jangan mencontek Sains juga" kata Woohyun.



Woohyun melanjutkan kegiatan membaca buku novel kesukaan nya dipojok kelas.




Sungyeol tersenyum kepada Woohyun.




"Kau memang selalu tahu apa yang ku mau Hyun" Ucap Sungyeol.



"Thanks ya Hyun, Kau memang sahabat ku yang paling baik" sambung Sungyeol.




My Love Is VampireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang