The Chapter Twenty seventh

617 69 70
                                        

"kalau sudah begini, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Woohyun, yang bisa menolong Sunggyu sekarang hanya kamu. Dia sudah mencium baumu, dan kami sudah tidak bisa lagi melakukan apa-apa untuk menahannya" ucap Tn. Kim pada Woohyun.


"Woohyun!!! " teriak Sunggyu lagi sambil mencoba melepaskan borgol emas yang mengikat tangannya itu .


"Apa maksudnya Appa?" tanya Woohyun sesegukan. Ia masih melihat Sunggyu yang sejak tadi meronta-ronta meminta dilepaskan

"Kau harus memberi kan Sunggyu darahmu Woohyun" ucap Myungsoo tiba-tiba.

Woohyun hanya terdiam .

"Nanti Appa akan jelaskan lebih rincinya, kamu akan kami tinggalkan disini bersama Sunggyu. Setelah itu tinggal kamu yang memutuskannya" lanjut Tn. Kim lagi .


Lalu sedetik kemudian semuanya keluar dan sebelum Myungsoo keluar, ia terlebih dahulu melepaskan borgol emas yang mengikat tangan Sunggyu itu.


Ny. Kim mengelus pelan rambut halus Woohyun. Ia hanya tersenyum lemah sambil menghapus air mata Woohyun.


Setelah memastikan semuanya keluar, Woohyun berbalik dan terkejut saat melihat Sunggyu sudah berada didepan nya.


Woohyun menatap mata merah kecoklatan Sunggyu,mata yang sama saat pertama kali Sunggyu meminum darah nya.

Tangan Sunggyu terangkat dan menyentuh lembut pipi Woohyun.
"akhirnya... Aku bertemu juga dengan mu, Woohyun.." ucap Sunggyu pelan, nyaris berbisik.

Tanpa babibu lagi Woohyun langsung memeluk Sunggyu sangat erat seakan tak mengizinkan lagi Sunggyu mengikuti ujian itu, Sunggyu juga membalas pelukan nya dengan hangat .


Woohyun menangis dipelukan Sunggyu, cukup lama ia menumpahkan berbagai rasa yang selama ini yang ia pendam lewat tangisan nya.

Tangan Sunggyu mengusap-usap punggung Woohyun pelan, diletakkannya wajahnya disela-sela leher Woohyun lalu sesekali ia mengecup lembut pundaknya dengan penuh kasih sayang.

" Apa kau sangat meridukan ku Hyunie, hmm?" tanya Sunggyu.

"Tentu saja Gyu.." balas Woohyun.

Setelah mendapat jawaban Woohyun, Sunggyu langsung membopong Woohyun dengan sangat mudah. Lalu diduduk kannya Woohyun dipangkuannya.

Tangan Sunggyu meraih pinggang Woohyun supaya ia lebih dekat lagi dengannya sehingga membuat Woohyun dengan Sunggyu tak ada jarak sama sekali. Bahkan hidung keduanya sampai bersentuhan satu sama lain.

Tangan kanan Woohyun yang diperban dibelai Sunggyu dengan halus. Begitu pula dengan kaki kiri nya yang juga diperban. Tatapan mata Sunggyu menjadi sangat sedih, terlihat dalam sekali. Lalu Woohyun menyentuh wajah Sunggyu dengan perlahan, berusaha memahami apa dari tatapan matanya itu .

"Dia... Apa dia yang membuat mu menjadi seperti ini?" tanya Sunggyu parau.

Woohyun tidak tahu kalau Sunggyu bisa berbicara seterluka itu pada nya.

"Siapa?" tanya Woohyun balik, sebenarnya ia tahu yang dimaksud Sunggyu adalah Sera. Tapi ia hanya ingin berlama-lama dengan Sunggyu, jadi Woohyun melakukan ini.


"Sera... Kau pasti tahu siapa yang ku maksud. Apa benar, dia yang membuat mu jadi sepert ini. Jawab aku Hyunie"

Dengan pelan Woohyun mengangguk, bersamaan dengan itu, ia mendengar suara geraman yang tertahan dari mulut Sunggyu.

My Love Is VampireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang