(( 7 ))

10.6K 1.6K 32
                                        

"lah siyeon? Kamu disini?" tanya seseorang yang tiba tiba menghampiri meja meja mereka.
Siyeon yang sedang menyetel kameranya secara otomatis menoleh kepada orang .

"mba Yuha? Lagi liburan ya?" tanya Siyeon tersenyum dan menarik kursi disampingnya.

Chaca dan Herin hanya tersenyum dan memperhatikan interaksi mereka.

"herin" seseorang memanggil Herin dari belakang. Herin dan Chaca menoleh melihat Jaemin dan kawan kawan yang menuju meja mereka.

Herin melambaikan tangannya dan mengisyaratkan mereka kearah.

Jeno memperhatikan Siyeon yang sedang tertawa lepas bersama dengan sepupunya.

Iya, Jeno tahu kalau itu Mbak Yuha. Sepupu Siyeon yang sudah menikah.

 Sepupu Siyeon yang sudah menikah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"sini, kuylah. Pesan aja yang bakal lo makan" kata Chaca mengajak Haechan dan juga Renjun.

Tidak ada tempat yang tersisa untuk Jeno, sehingga Jeno menunggu.

Terdengar Yuha yang berkata "yaudah dek, mbak duluan ya kesana. Ciee liburan. Ada Jeno lagi hehehe" Mbak Yuha tersenyum sambil memberikan beberapa uang merah ke Siyeon.

"ah apaan sih mbak" kata Siyeon.

"aduh dapat uang cie, gua juga mauu" kata Haechan sambil sesekali mengambil menu dari pelayan.

"matre lo" kata Renjun.

"sini Jen, duduk" panggil Herin yang melihat Jeno diam berdiri di depan meja mereka.

Jeno menggangguk dengan kesaltingan yang tinggi.

Haechan malah heboh "UHUK UHUK KERAS"

"panas ga sih aura di sekitar sini jen?" tanya Jaemin sambil sok sok mengipasi dirinya menggunakan tangannya.

Renjun ya awalnya pura pura batuk malah jadi batuk beneran. "UHUK OHOK MAMIII"

Herin tersenyum mengerti akan semua ini. Iyalah, dia bahkan pernah melihat Jeno dan Siyeon ngopi bareng di taman belakang basecamp.

"kenapa sih kalian?" tanya Chaca yang merasa hanya dia yang tidak tahu apa apa. Herin menggeleng mewakili semuanya.

Mereka makan dalam keadaan hening. Walau terkadang Haechan mencoba melucu atau Jaemin yang mencoba memulai pembicaraan.

Pasti mereka hanya akan meresponnya dengan sekedar mengangguk. Sehingga, itu seakan akan kode untuk berhenti bicara.

"mau pada kemana kalian?" Tanya Jaemin melihat para perempuan ini tengah bersiap siap.

"kita mau ke TSB. Lo pada mau kemana?" tanya Chaca tersenyum menggunakan handbag nya.

Herin mengeluarkan kameranya "kuylah bareng" Herin menawarkan. Siyeon yang sedari tadi sudah siap hanya diam tak merespon.

Jeno sok sibuk dengan hpnya dan bersembunyi di belakang punggung Jaemin, Haechan, dan Renjun. Sangat ingin dia menjambak rambut teman temannya itu kemudian menarik mereka menjauh dari dimana siyeon berada.

"kuylah, gua pesen grab ya" ujar Herin sambil meraih handphonenya dari dalam handbag nya.

Mereka kemudian pergi ke lantai bawah bersama sama. Herin bersama ketiga orang bacot dan si teler. Chaca bergandengan bersama Siyeon sambil ketawa ketawa cantik dan mengsnapgram Herin dan 3 sekawan dari belakang. Jeno tersenyum melihat Siyeon jauh di belakang. Iya, Jeno jalan sendiri di paling belakang.

Sampainya mereka disana, mereka mencari tempat main TSB.

___

Disaat yang lain tengah sibuk memainkan wahana wahan di TSB, Jeno memilih untuk melarikan diri ke starbucks. Entah kenapa dirinya memilih untuk melarikan diri, disaat sangat ingin ia terus mendekat. Namun, rasanya ada sesuatu yang salah dengan dirinya.

Chaca yang sedari tadi penasaran apa yang terjadi, mengikuti Jeno secara diam diam. Ternyata Jeno pergi ke starbucks . chaca melangkah dari persembunyiannya mendekati kursi Jeno. "lo kenapa sih?" tanya chaca tiba tiba langsung duduk di hadapan Jeno.

Jeno mengangkat tatapannya dari handphonenya. "lo ngikutin gue ya?" tanya Jeno dengan nada sarkas.

"enggak, gua tadi pengen banget kopi. Jadi ya, lihat starbucks langsung deh gua kesini" jelas Chaca bohong,

Jeno tidak peduli bohong tidaknya Chaca padanya. Yang dia pedulikan adalah sudahkah dia cukup jauh dari dimana siyeon berada.

"lo sama siyeon pernah pacaran?" tanya Chaca kembali ketempat duduk Jeno setelah mengambil minuman yang telah dia pesan sebelumnya.

Jeno hanya ngangguk tanpa mengangkat pandangannya dari handphonenya.

"pantes" ujar Chaca.

Jeno yang penasaran apa yang dimaksud Chaca menunjukkan tatapan penasarannya.

"ya, pantes lo nya diam mulu. Biasa, setiap gua ngelakuin sesuatu lo bakal comment atau enggak bakl ngerespon perkataan perkataan sahabat lo" ujar Chaca kemudian meminum midnight mochanya.

Jeno hanya mengangguk setuju.

"siyeon yang putusin ya? Heran gua, padahal kan Siyeon temen se-squad gua. Tapi kayaknya dia gak pernah cerita ke siapapun soal pacarnya. Yaitu, elo. Kasihan banget ya jadi lo. Di sia sia in. Enak ga di sia siain?" bacot Chaca.

"gaenak ya. Jadi sekarang gua tau. Misteri lagu lagu galau dan poets poem galau di snapgram siyeon beberapa bulan lalu. Ternyata orangnya elo. Seriusan dah, kita se-squad ­ ga ada yang tahu. Siapa yang dimaksud Siyeon. Siyeon juga jarang mucul di LINE" bacot Chaca sekali lagi.

"tapi kalau enggak salah, Siyeon tuh deket sama seseorang sekarang" ujar Chaca.

Perkataannya kali ini berhasil membuat Jeno menghentikan semua aktivitasnya dan langsung menatap ke Chaca.

C o f f e e ; JENOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang