#Problem 15

115 3 0
                                        

Sudah beberapa hari ini Kiara seperti kehilangan gairahnya. Sifat malasnya pun mendominasi semuanya. Mulai dari males belajar, males keluar kamar, males makan, males ngomong, males mandi, males berantem sama preman-preman kampung tiap sore, males ke sekolah, bahkan ketemu Rio --pacarnya sendiri aja males. Padahal dulu Kiara ngebet banget ketemu sama Rio, giliran sekarang udah jadi pacarnya, eh malah begini. Kadang juga sms dari Rio gak dibales. Kalo dibales juga beberapa jam kemudian. Telponnya suka gak diangkat dengan alesan lagi di-silent, lagi tidur siang, lagi di kamar mandi dan banyak lagi deh. Entah kenapa semua hal di dunia ini mendadak kehilangan daya tariknya seperti ini.

"Kamu semalem sampe jam berapa main musiknya, ra?" tanya Kak Bima sambil memotong roti bakarnya.

Karena tak kunjung mendapat jawaban Bima langsung melirik adiknya. Ia mendesah. Lagi-lagi bengong. Nasi goreng di piringnya hanya diaduk-aduk ke kanan dan ke kiri dengan tidak semangat. Bima.berani bertaruh bahwa jumlah nasi di piring Kiara itu tidak berkurang sedikit pun.

"Ra," Bima menyentuh tangan adiknya perlahan yg langsung terlonjak kaget. Lagi-lagi ia mendesah. Kiara akhir-akhir ini sering sekali bengong. "Kamu kenapa? Kok gak dimakan? Gak enak ya? Atau mau kakak bikinin omelet kayak biasa?" tawar Bima.

Kiara langsung menggeleng. Bibirnya tersenyum tipis. "Enggak kak, enak kok." Ia menyendokkan sedikit nasi goreng itu lalu memasukkan ke dalam mulutnya. "Kiara cuma kenyang aja."

Dahi Bima berkerut bingung. Kenyang? Alasan macam apa itu? Sedang semalam saja adiknya itu mengurung diri di kamar tanpa cemilan atau pun minum. Yg di dengar Bima hanyalah suara-suara alat musik yg mengalun merdu. Tidak ada sedikit pun makanan yg terlihat. Jadi bagaimana bisa kenyang?

"Kamu udah beberapa hari ini gak keluar kamar. Main musik terus. Kenapa?" tanya Bima lagi sambil menatap Kiara yg kembali mengaduk-aduk makanannya.

"Kan kakak tau cita-cita aku apa. Jadinya butuh latihan banyak."

Bima mendesah. "Kakak tau kamu mau jadi pemusik terkenal di seluruh dunia sama kayak Papa. Kamu juga mau masuk sekolah seni terkenal di USA, terus ngadain konser di Indonesia. Tapi gak berarti makan dilupain kan, ra? Kamu juga butuh sehat untuk bisa wujud-in semuanya," kata Bima panjang lebar. Ia tau obsesi adiknya ini lebih besar dari obsesi Papa sewaktu muda.

"Tapi kayaknya kamu ada masalah lain ya, ra? Berantem sama Calvin?" tanya Bima.

Tepat sasaran.

Kiara langsung menggeleng. "Berantem sama Calvin mah tiap ketemu, kak," gumamnya seadanya. Padahal hatinya kembali sesak mendengar nama itu.

"Terus kok sekarang dia jarang ke kafe ya? Kakak telpon waktu itu katanya dia gak bisa main sekarang ini. Pas ditanya kenapa batre kakak lowbat. Terus sampe sekarang belom kakak telpon lagi. Kamu tau dia kenapa?" cerocos Bima panjang lebar sambil meresap kopinya.

"Dia ke luar negeri kata Dina."

"Serius? Kemana? Kapan pulang?" runtut  Bima bersemangat.

"Gak tau. Gak balik lagi kali," gumam Kiara cuek. Ia kini menunduk memainkan ponselnya.

"Yah sayang banget. Padahal kakak masih butuh dia tuh buat manggung. Lagian hukuman kamu kan juga belom selesai," desah Bima. "Tapi yaudahlah."

Mendengar perkataan kakaknya barusan membuat Kiara terdiam. Baru beberapa hari yg lalu semenjak kejadian di lorong bersama Revan dan Dion, namun Calvin sudah meninggalkan Jakarta. Rasanya tidak mungkin cowok itu pergi hanya karena menghindarinya. Tapi yg terjadi sekarang adalah kebalikannya. Cowok itu menghindarinya. Tidak mempedulikannya. Calvin melepas semua itu dengan memilih pergi ke negara lain. Memikirkan itu membuat hatinya seakan dicengkram kuat. Semakin ia memberontak cengkraman itu semakin kuat dan semakin kuat. Yg ada justru hanya kelemahan karena tenaganya terkuras habis. Dan itu yg dirasakan Kiara sekarang. Tidak punya energi untuk berhadapan dengan sekolahnya dan juga dunianya. Karena mungkin saja dunianya yg sebenarnya sudah dibawa pergi oleh Calvin ke tempat cowok itu berada sekarang.

It's Always Been YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang