Persahabatan antara Dendi dan Figo semakin hari semakin ekstrim saja... Tak hanya di sekolah, Figo juga sudah diajak Dendi main sampai larut malam. Tentu saja mereka minum-minum, ngerokok, dan balap-balapan. Kini... Bukan Figo namanya tanpa ada masalah yang ikut dibelakang!
"Den, gue pulang dulu yoo! Lo taulah besok hari apa, Hari anj*nggggg sedunia! Be-Te gue! Disuruh siap lama banget... Kan bikin badmood!", kata Figo ke Dendi.
"Yoii mas bro! Besok nongkrong lagi yoo sama kita! Gak ada makan ama minum kalau gak ada lo!", balas Dendi yang sudah sempoyongan.
Malam itu Figo tidak mabuk, karena dia berpikir jika terjadi sesuatu pasti yang bergerak dulu adalah mantan organisasinya.
***
Senin. Senin adalah hari yang paling dibenci oleh para siswa/siswi di seluruh indonesia. Lain halnya dengan Figo, dulu ia paling menunggu datangnya hari itu, karena setiap senin ia bertugas sebagai relawan walaupun itu bukan hari piketnya.
Line... 🎶🎶 (bunyi hp Figo)
"Message dari Dendi! Kenapa yah?", katanya dalam hati.
Dendi:
"Bosku! Jemput gue... Motor lagi nyalon 😆😆"
Figo:
"Wait yooo bos! Gue mau mandi dulu!"
Dendi:
"Wokehhh... Gue tunggu!"
Figo hanya membaca pesan dari Dendi...
15 menit kemudian Figo tiba depan rumah Dendi.
Figo:
"Oeee! Gue udah ada depan rumah lo!"
Dendi:
"Gue turun!"
Kira-kira 10 menit Dendi baru turun menemui Figo.
"Yuhuuu! Berangkat bosku!", sapa Dendi.
***
Tring... Tring... Tring...
Jam sudah menunjukkan 07.30, menandakan kegiatan tanpa ada rasa telah dimulai.
Tok! Tok! Terdengar pintu diketuk, ternyata guru killer telah beraksi pagi-pagi sekali... Setiap kelas yang diketoki lari berhamburan keluar melihat senyum sadis dari Pak Yusuf.
"Zal, kita kurang satu lagi nih! Si tokek belum datang!", kata Putri.
"Maksud lo? Siapa sih!", tanya Rizal yang kebingingan.
Putri fake smile lalu berkata...
"Figo lah!"
"Ohhh, si Figo! Bilang dong! Iya yah... Gue gak mungkin dong bilang hadir 30!", kata Rizal.
"Menurut lo?", tanya Putri dengan nada manja.
Rizal tidak menghiraukan Putri dikarenakan aba-aba dari pemimpin upacara telah terdengar.
***
Figo dan Dendi benar-benar telat 30 menit. Kini suara membosankan kepala sekolah mulai tersebar luas melahap kebahagiaan yang ada disekolah.
"Anjirr! Go kita telat! Sekarang si kepsek udah khutbah!", canda Dendi.
"Gue tau!!! Gimana nih?? Gue baru telat ini!", kata Figo yang cemas.
"Ikutin gue aja! Kita lewat belakang sekolah... Gak ada yang bakal liat kita!", ajak Dendi.
Benar kata Dendi, guru tak ada yang mengawasi di daerah situ, begitu banyak siswa telat yang berlarian menuju kelasnya masing-masing setelah lompat dari pagar belakang.
***
Melihat seseorang yang familiar berlari kecil bak agen 007 membuat Vivi menempatkan pandangannya ke dia...
"Ehh! Itu kan Figo!", katanya dalam hati.
Kemudian ia menepuk pundak Ayu memberi isyarat bahwa Figo baru datang.
"Yu, lihat deh! Figo sekarang jadi tukang telat!", kata Vivi.
"Terserah! Dia mau jungkat jungkit di depan, mau debat ama kepsek terserah dia!", acuh Ayu.
KAMU SEDANG MEMBACA
saudara tak sedarah
Teen FictionSebuah kisah yang dibumbui dengan imajinasi epic, yang bercerita tentang seorang individu yang sulit menjadi dirinya sendiri. individu ini menjalani takdir yang luar biasa dengan menemui seseorang dalam naskah kehidupannya yang mampu membuat dirinya...
