Berhenti

12 0 0
                                    

Tak pernah terbayang akan diriku yang seperti ini. Aku mendapati diriku sibuk dengan dunianya dan malah pergi dari sekeliling orang. Kutatap bayangan itu, tersirat jelas luka yang hanya diriku yang tau. Badan yang kurus, tatapan mata yang hanya menatap kesedihan, serta senyum palsu yang akan terus tertera.

Cobaan demi cobaan yang terus berdatangan seakan memaksa diriku untuk tetap bertahan namun penuh beban. Jika luka itu terpampang jelas di badanku. Mungkin, aku sudah babak belur, wajah yang akan terus mengeluarkan darah dan patah tulang disana sini.

Akan tetapi. Orang-orang hanya akan menanyakan ini dan itu tanpa berhenti. Mencoba dekat padahal itu hanya kepalsuan belaka. Sangat miris, aku bahkan berfikir 'aku tak membutuhkan apapun. Hanya seorang saja, itu akan lebih baik. Namun, kenapa tak ada satupun yang berada disampiku?' itulah yang kufikir.

Tak ada alasan untuk bersamaku, aku tak istimewa dah lebih dari sekedar manusia palsu.

Jika tak bisa menahan, apa berhenti ada pilihan juga? Haruskah aku berhenti? Melukai diri sendiri dan berpaling?

Jika memang harus seperti itu, aku siap. Berhenti dan berperilaku seperti biasanya. 'Aneh'. Sebutan itu pantas untukku. Kurasa

KataTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang