Darimana aku harus memulainya? entahlah, aku juga bingung.
Awal mula kebingungan ku saat aku menemui mu untuk yang kesekian kalinya. Yah, kita sepertj biasa.. menjadi teman yang saling bertengkar kecil atau bercanda bersama.
Dan disitulah, aku merasa ada yang aneh.
kau. aku. dan kita. ada yang aneh dengan perasaan ini. awalnya, aku anggap itu adalah hal biasa saja, karena mungkin keseringan bertemu denganmu atau bercengkrama bersamamu itulah argumenku.
Namun, semuanya terasa berbeda. Aku yang awalnya acuh menjadi semakin ingin bertemu atau sekedar melihatmu.. dari yang awalnya perbincangan singkat menjadi perbincangan menarik ketika itu dirimu. dari yang awalnya biasa saja ketika melihatmu bersama orang lain menjadi sangat berbeda ketika itu dirimu.
perasaan itu tumbuh yang awalnya biasa saja, menjadi suka. yah, aku menyukaimu. namun, aku takut. takut bila kau mengetahuinya, takut jika kau akan menghindar dan takut jika kau pergi.
jadi, mulai hari itu, kuputuskan sesuatu. aku hanya akan mencintaimu secara diam-diam. aku akan berusaha agar kau tak mengetahuinya.
saat ini, katanya kau dekat dengan orang lain. bahkan mendengarnya saja membuatku sakit. namun, aku cukup tau diri bahwa kau hanyalah teman. Teman.
bahkan ketika aku sangat marah. bahkan ketika kau bersama orang lain, bahkan ketika kau hanya mengacuhkanku disini. semuanya hilang. ketika hanya melihatmu dalam sejenak.
bahkan ketika aku berusaha menghapusnya, aku gagal. aku gagal. Namun, aku juga sering tertampar oleh sebuah fakta bahwa kau adalah temanku. maafkan aku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kata
Teen FictionSebuah catatan kecil yang bersarang dari sebuah hati, Menjadi sebuah kata, berubah menjadi kalimat dan di lengkapi dengan paragraf. Hanya sebuah kata yang menjadi curahan hati.