[ SERIES # 1 Romance Crime ]
adult story +
anak kecil yang masih unyu unyu nih dilarang baca Yah ^ 3 ^
*Harap Bijak Dalam Memilih Bacaan*
Disini kalian akan menemukan cerita dengan Konflik berliku liku .
Cerita ini Sangat Rumit , romantis , dengan e...
"Gwen , sepertinya aku harus pergi ketoilet terdekat , hm.. mungkin didalam mall itu , udah kebelet banget ni, mau nungguin aku ato nunggu disini saja ?" Tanya Britany kepadaku,saat lgi terpaku menatap menara eiffel itu. "Ha apa , aku tunggu disini saja". Britany pun pergi
Aku sedang asik memandang menara eiffel yang menjulang tinggi. Seandainya ayahku masih hidup. Mungkin keluargaku akan seutuhnya. Aku rindu dengan ayahku . Sangat rindu. Aku mengusap wajahku . Tidak ingin menitikkan air mata.tiba Handphone berdering . Pasti tanda dari britany. Ternyata benar , dia meyuruhku untuk menunggu 10 menit. Aku tidak membalas pesan singkatnya . Aku memang sudah mengertikan Britany bahwa dia memang sangat sibuk. 10 menit pun berlalu . Dan akhirnya kami pulang.
Aku membuka pagarku . Lalu menguncinya dengan pintuku juga. Aku masuk kedalam Kamar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jalan jalan yang sangat menyenangkan , Mood ku sudah membaik. Aku memandangi kaca yang tepat berada didepanku, tiba tiba saja aku teringat pria yang tengah memandangku tadi. Ah sudahlah tidak penting Dikamarku , aku mempunyai 1 pintu yang mengarah ke pemandangan luar. Aku ingin diluar saja . Sebelumnya aku sudah mengganti pakaian tidurku dengan baju sepasang. Melepaskan ikat rambutku, dan memakai kacamataku.
Aku segera duduk diluar , sangat indah
BLAMM!!!
Ada tangan seorang laki laki yang sedang menyekap mulutku , tangannya kekar , mungkin saja dia suka olahraga
"Pikirkan dirimu Gwen, jangan Yang aneh aneh"
Dia mendudukkan dikursi ku secara Perlahan,sontak setengah mati aku terkejut, lalu dia melepaskan tangannya dari mulutku
"Mau ngapain kau disini,mengapa dari tadi kau mengikutiku??,memanjat dari mana kau? , kau bukan seorang psikopat kan, tolong menjauh dariku , tolong!!!!!!!!" Pria itu mendekatiku, dia menatapku lurus, sedangkan aku membalas dengan tatapan menangis karena aku takut, pria itu melepas kacamataku, aku tidak bisa melakukan apa apa, tanganku bergetar, dia mengusap air mata ku yang tengah membasahi pipiku. Dia menatapku lurus lagi. Dalam hatiku , aku sangat memuji mata dan alisnya karena begitu sempurna. "Tolong aku mohon jangan bersuara". Suara laki laki itu sangat lembut. Dia masih tengah memegang pipiku. Aku patuh dengan kata katanya, ntah itu dorongan dari hatiku.sepertinya laki laki ini baik cuma gaya berpakaiannya saja yang menyeramkan. Aku mencoba mendorong wajahnya, sial. Dia sudah duluan menangkap tanganku. CIH!! risih sekali rasanya dipandang lekat lekat seperti itu.
"bisa kau membuka masker itu agar aku tidak berpikiran negatif tentang mu?" Laki laki itu hanya diam saja. "Siapa namamu??". Tanya pria itu kepadaku."ah aku tidak mau sebelum kau melepas maskermu". Laki laki itu menatapku dengan tatapan tajam . Huh aku kesal
"Sebelum aku melepaskan maskerku , nama ku Peter Hall" Nama yang sangat bagus dalam batinku.dia mendekatkan wajahnya kepadaku. "Bisakah aku tau namamu , gadis berkacamata??". Aku tidak mau menjawabnya. "Tidak aku tidak akan memberitahumu , maaf kita tidak kenal peter , aku ingin masuk" Aku melepaskan tanganku dari genggamannya. Baru selangkah mau berjalan.pria berdiri dan menarik tanganku dengan cepat, sehingga tidak ada jarak antar tubuhku dengannya , aku kaget. "APA APAAN KAU INI , DASAR PRIA GILA!!".ketusku "Baiklah jika kau tidak ingin memberi tahukan namamu , aku akan tetap setia menunggu mu disini ingat itu,mau sekeras apapun kau menghindar , aku akan tetap menemukanmu!!" Siapa dia berani mengancamku. "lepaskan aku!!" Percuma saja aku seperti ini,tangan dia lebih besar dariku. Sungguh sangat risih dipandangnya lekat lekat seperti itu. Dia mendekatkan wajahnya lagi.aku lupa dengan kacamataku dia memakaikannya kea arahku. "Kau lupa dengan kacamatamu , jaga dirimu baik baik, aku harus pergi ". Akhirnya dia melepaskanku, aku masih tidak mengerti . Dia keluar dari dengan meloncat dari atas rumahku.
Kenapa gak gua aja yang lu sekap?? Biar klepek klepek nihh