BAGIAN 31 ( DIA MENCIUMKU )

693 21 0
                                    

Blam..
Tangan kekar mendarat di pintu
Mati aku, mati aku, itu tangan peter, tamat sudah hidupku
Mengapa rencana ku harus gagal?
Aku tak ingin berbalik arah, aku masih membelakangi nya, kaki ku bergeming, pergerakan ku seperti terkunci, rasa takut mulai menguasai ku.
Kucoba memberanikan diri untuk berbalik badan dengan kepala menunduk. Aku tak ingin melihat wajahnya, terlihat tangan kekar nya timbul urat urat biru.

"Mau kemana kau malam malam, mencoba lari dariku haa! ".tanyanya tajam.

"A.. Aku.. Aku.. ".
Belum siap aku berbicara dia langsung mengangkat tubuhku dan menggendongku masuk kearah kamar.

"Peter lepaskan aku!!...lepaskan aku!!".

Aku memukul mukul punggungnya, dia masih saja tak mau melepaskan ku.

"Peter!! " teriakku, akhirnya dia melepaskan aku.

"Aku mohon jangan seperti ini" ucapku.
Dia langsung menatap mataku.

"Tatap aku, jangan mengalihkan pandangan! " .perintahnya yang langsung meremukkan jantungku, aku tak ingin menatap mata nyalangnya itu.

"Tidak, aku tidak mau! ".ucapku

"Harus mau! ",ketusnya

"Aku tidak mau!..kau tak pernah mengerti dengan perasaanku! "

"Beraninya kau! " ucapnya.

Dia langsung mendorong tubuhku ke kasur.

"Peter? " tanyaku ketakutan.
Aku tak bisa melakukan apa apa, dia sudah merangkak keatas tubuhku, tanganku dikunci dicengkram olehnya.

"Peter menjauhlah dariku! ".bentakku kepadanya. Dan benar saja itu membuat amarahnya semakin memuncak.

"Diam kau!! " dia membentakku balik dan melepaskan kacamataku secara paksa dan melemparnya ke sembarang tempat. Sungguh dia manusia yang tak punya hati!

Bagaimanapun juga wanita tak ingin diperlakukan sekasar ini.

Dia balik mencengkram tanganku di kasur dengan sangat kuat dan menekannya, tanganku mati rasa,
Yang kulakukan hanya menangis, dia beranjak kearah leherku, menggigit kecil kulit leherku dan menciumnya sangat liar .

"Lepaskan.. Sakit! ". Aku teriak sangat kencang, memohon kepadanya untuk menghentikan aksi liarnya itu.

Tak hanya itu, dia menggigit kecil kulit leherku sangat kuat dan seperti menusuk leherku, sungguh dia seperti manusia vampir

Aku semakin meronta ronta, namun apalah dayaku, aku hanya seperti angin lewat baginya, itu tak kan membuat dia mengasihaniku dan memberiku waktu jeda.

"Kau sudah membuatku kecewa! "
Ucap pria gila ini kepada ku.

"Lalu apa?, kau tak pernah memikirkan perasaanku, selalu saja kau memaksakan aku sesukamu! "
Bentakku sambil menangis.

"Diam kau,  jangan pernah kau katakan itu lagi! "

Pria gila ini langsung menyambar bibirku dan mencium paksa, aku berusaha menutup bibirku dari ciuman ganasnya, tapi aku tak bisa.
Dengan cepat dia malah semakin menekan bibirnya, membuat bibirku kebas luar biasa.

"Peter tolong.. ".aku memohon padanya untuk menghentikan aksinya. Awalnya dia meresponku dan menatapku mataku yang basah.

"Masih berani melawanku?..! ".
Ucapnya dengan nada marah lalu melanjutkan aksi liarnya itu.
Sekuat tenaga aku meronta ronta, tetapi tetap saja tidak bisa,
Dia selalu saja ingin menguasai tubuhku.

"Peter.. Mmnmphh" erangku. Dia tak memberiku jeda untuk mengambil napas .

"Lepaskan.. Mmmphh".erangku lagi

Aku mulai melemah, aku tak membalas aksinya lagi, dia masih melumatkan bibirku.

Bibirku kebas ,tanganku seperti tak mengalir darah karena kesemutan dicengkram olehnya.
Biarkan saja,terserah dia mau ngapain,biar saja aku mati kehabisan napas, biar  saja tubuhku kelelahan

Mataku perlahan lahan terpejam
Tapi aku masih merasakan air mataku mengalir deras gara gara pria arogan ini!

Dia menjauh dari tubuhku yang tak berdaya,dia memegang,wajahku dan mencium dahiku lalu berbicara pelan tepat didepan wajahku,karena wangi napasnya begitu jelas menerpa mataku.

"Maafkan aku,ini bukan dari semua maksudku" ,suaranya lembut

Dia ini memang pria gila!,apa amarahnya suda reda?

Lalu mencium kedua mataku yang terpejam dan mengusap air mata yang jatuh membasahi pipiku.

Tangannya menarik selimut dibawah tempat tidur dan menyelimuti tubuhku.

Mengapa ada pria yang tengah tulus mencintaiku tetapi juga menyakitiku?

Karena tubuhku kelelahan,tak terasa sudah tertidur

....

You Know How To Find MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang