[ SERIES # 1 Romance Crime ]
adult story +
anak kecil yang masih unyu unyu nih dilarang baca Yah ^ 3 ^
*Harap Bijak Dalam Memilih Bacaan*
Disini kalian akan menemukan cerita dengan Konflik berliku liku .
Cerita ini Sangat Rumit , romantis , dengan e...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Peter dan aku sedang jalan jalan, pria ini mengajak ku untuk Menonton bioskop bareng dengannya , Mall yang terletak disini sangat indah.
"Sayang .. kau mau nonton apa? . Peter menepukku.
"Emm.. terserah mu saja" . Jawabku singkat sambil mengedarkan pandangan isi teater Bioskop.
"Oh... ayolah , aku serius" . Kata peter.
"Em..." .gumamku . Aku sedang memilih film yang terpampang di poster dinding atas bioskop.
"Bagaimana kalau kita nonton me before you?" . Usulku pada peter . Mungkin film ini romantis.
"Sepertinya Romantis , baik , aku akan pesan 2 tiket" . Ucap peter seraya Mengelus Pipiku.
"Oke siap" . Jawabku semangat.
Aku heran melihat cewe cewe yang sedang berdiri di sisi lain teater bioskop. Mereka seperti menatapku sinis dan berbisik kepada Teman temannya. Atau mungkin mereka iri? . Aku tak menghiraukan mereka.
Peter berjalan kearahku sambil membawa 2 tiket.
"Gwen?" Panggilnya kepadaku.
"Iya?" . Balasku
"Kita nonton 1 jam lagi" .ucapnya lembut.
"Iya jadi kita mau kemana dulu sekarang?" . Tanyaku.
Aku tak memandangi peter , aku malah memandangi cewe cewe tadi yang memberikan tatapan sinis kepadaku. Mungkin peter tau aku tengah menatap mereka. Dia memegang tanganku.
"Gwen?, siapa mereka?" .tanya Pria tampan ini .
"Ntah , aku tidak tau , dari tadi mereka memandangiku terus". Balasku.
"Ooo.. mungkin mereka iri kepadamu". Balas peter asal asalan.
"Hah?,iri kenapa?, apa cantiknya aku?. Tubuh mereka seksi , bukankah pria suka tertarik?"gumamku. Aku bingung mendengar perkataan peter.
"Karena Mereka mungkin tak pernah dapat pria setampan aku , aku tidak tertarik dengan cewe seksi" . Ucapnya percaya diri.
Serius peter tak pernah tertarik dengan cewe seksi? , bukankah pria tampan sepertinya biasa tertarik ?, mengapa dia tidak? , padahal bisa dibilang dia idaman cewe cewe seksi. Mengapa dia mau denganku, gadis berkacamata bulat ,?, upik abu gini.
"Coba kau lihat wajahnya saja yang cantik , tubuhnya saja yang seksi , menarik semua perhatian laki laki dari atas sampai bawah, tetapi aku tidak , aku bukan kriteria laki laki seperti yang mereka kira , aku tak pernah tertarik dengan cewe yang berpakaian terbuka"
"Lah , panjang lebar , apanya yang nyambung?". Tanyaku.
"Cuma laki laki bodoh yang mencintai wanita lewat tubuh yang seksi". Ucap peter otoriter.
"Untung aku mendapatkan , wanita yang sepertimu". Ucap peter serius , pipiku memanas , aku senyum senyum.
Memang sih selama ini aku dilarang mama mengenakan Pakaian yang membuat tubuhku terekpos.
Mereka tak memandangiku sinis lagi, tetapi sekarang beralih memandangi peter. Wajar saja mereka Mencari perhatian dengan Peter. Peter kan tampan, siapa saja yang memandanginya pasti akan dibuat lumer oleh tatapannya.
"DIH! , menjijikkan". Ucap Peter seperti kesan jijik pada cewe cewe cantik itu.
Waktunya aku isengin peter. "Mengapa?, kau kan tampan, hampirilah mereka , aku tunggu disini saja" . Ucapku seloroh . Aku mau lihat gimana reaksi peter menanggapiku.
Dan benar , peter mencengkram tanganku , memberi tatapan tajam kearahku.
"Apa kau bilang?!!! , tidak aku tidak mau ,cantik mereka tak seberapa dengan kecantikanmu saat berhadapan dengan pria arogan sepertiku!!, belum tentu mereka tulus mencintaiku sepertimu!! , kau mengerti?!!" . Hah cinta?, apakah aku mencintainya? , bisa dikatakan iya.
Peter menatapku serius. Kenapa sih dia harus marah, padahal aku bercanda.
"Kau mengerti sayang..?". Peter mengelus daguku.
"Iya" , balasku dengan memberi senyum tulus kepadanya.