BAGIAN 34 ( FIRE )

553 15 0
                                    

" kau Troy, jaga situasi didepan gerbang .mengerti? ... , nanti kami berempat akan mengunjungimu dibelakang gerbang."

"Okey aku tunggu..." balas troy.

"Kau paul, pergi kearah sisi barat ,ambil uang mereka di brankas besi, brankas itu memiliki kata sandi . Ingat.. kata sandi berada dibawah lantai kiri dinding.
Jika kau sudah berhasil,buka paku dinding yang berbentuk kotak ... cepat masuk ke terowongan ,tutup serapatnya  mengerti?? ....
Nanti kami akan menyusulmu...
Troy yang akan menjemputmu..."

"Baiklah" balas paul.

"Kalian berdua , zack dan ian...
Lindungi aku, simpan rapat senjata kalian .. jangan sampai membuat mereka curiga. "

"Ya paham" . Balas serentak zack dan ian.

"Baik langsung berpencar !!"

Peter dan rekannya langsung berpencar.
Paul pergi ke sisi barat,Troy berjaga dan memantau dalam mobil didepan gerbang , ian dan zack melindungi peter dari belakang.

Suasana semakin sunyi di pintu utama. Hanya lampu redup yang menemani mereka bertiga.

Mereka melangkah dengan perlahan lahan dan teliti.
Lalu berhenti dan langsung pergi ke tempat persembunyian.

"Kalian berdua tunggu disini . Aku akan masuk keruangan itu sebagai pembeli senjata.
Jika nanti aku teriak "sekarang" di radio earphone yang terpasang...
Kalian langsung masuk dan lindungi aku."

Zack dan ian menunggu di tempat persembunyian sementara peter, memasuki ruangan itu .

Ruangan yang sangat besar .

🌷

Paul mulai masuk ke sisi barat.
Pintu brankas yang cukup besar dengan hiasan Besi tajam.
Sebelum masuk, paul melihat lokasi brankas ini , kemana nanti akan tembus jika dia sudah keluar..

Di sisi kiri pintu terdapat cara masuk menggunakan sidik jari.

"Sidik jari siapa?"

Paul tengah mulai keringat dingin.

Paul mencoba mengecap sidik jari jempolnya

"Maaf ... sidik jari anda tidak terdeteksi"

Paul mulai berpikir keras bagaimana cara agar bisa menjebol pintu  brankas besi tajam ini.

HEY? SIAPA DISITU?....!!

Suara itu mulai memekik di telinga paul.
Senjata mulai diarahkan ke tubuh paul.
Paul tak tinggal diam. Dia pun balik mengarahkan senjata pada orang itu .

"Jangan macam macam denganku atau kau kubunuh !! "

Bisik paul ditelinga pengawal sialan yang tadi hampir menembaki dirinya.

Pengawal itu masih saja Berulah, ia meronta-ronta untuk mencoba menembaki paul lagi dengan pistol yang masih melekat ditangannya.

Emosi paul meledak, dan menatap tajam mata pengawal itu. Mau tak mau paul pun menghabisi dengan cara mencekiknya.

"Mati kau ! "

Pengawal itu pingsan. Dengan hati hati paul mencetak sidik jari pengawal itu perlahan lahan .

" sidik jari anda terdeteksi..
  Pengawal : Albert russo
Silahkan masuk. "

Paul segera masuk.

🌷

"Hey buddy..kau yang namanya Peter hall bukan??..
Aku sudah mendengar banyak tentangmu..."

You Know How To Find MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang