.
.
Sasuke semakin terdesak, dengan Naruto yang sepertinya tidak berniat menghentikan pergerakannya. Mau tidak mau, ia pun ikut memejamkan mata. Sebelum ponselnya berbunyi dengan nyaring
"Umh permisi.."
Sasuke yang lebih dulu sadar mendorong pelan bahu Naruto lalu menjawab panggilan di ponselnya. Sementara Naruto menggigiti gemas bibir bawahnya lalu mengusap wajahnya frustasi
"Sial"
Ucapnya lalu segera menghampiri Sasuke yang tampaknya menerima panggilan dari kantor
"Naruto.. sebaiknya aku segera memasak, setelah ini aku harus kembali ke kantor"
Yang diajak bicara hanya menggangguk lalu tersenyum canggung. Mencuri curi pandang kearah Sasuke yang tampak cekatan sekali memotong berbagai sayuran. Untung saja Sasuke tidak mempermasalahkan kelakuannya tadi
Tak lama, masakan sehat penuh sayuran terhidang diatas meja makan. Naruto sebenarnya bukan seseorang yang suka sekali memakan sayur namun melihat Sasuke yang sudah membuatnya bahkan diwaktu sibuk, ia pun akhirnya ikut makan
"Ini enak"
"Jangan berbohong, wajahmu.. berkata sebaliknya"
Naruto tidak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi ia tidak berbohong saat mengatakan masakan ini enak
"Memang wajahku bagaimana?"
Sasuke hanya tersenyum simpul, melanjutkan makan siangnya. Naruto tidak melanjutkan makan, ia hanya menonton. Entah kenapa Sasuke yang sedang makan sangat menarik dimatanya
"Aku harus ke kantor. Kau tidak usah mengantarku lanjutkan saja makan siangmu"
Ucap Sasuke setelah meminum sedikit air putih di gelasnya. Naruto hanya menanggapi dengan anggukan. Melihat bagaimana calonnya itu sangat mengagumkan bahkan hanya dengan caranya berjalan. Ia menyingkirkan piringnya, lalu menghabiskan makanan di piring sasuke. Bocah aneh
.
.
Malamnya, keluarga Namikaze melaksanakan makan malam dengan khidmat. Suasana sepi sekali, membuat mulut Naruto gatal ingin berceloteh ini itu. Namun sebelum ia melaksanakan aksinya, Kushina lebih dulu bersuara
"Senang sekali bukan anata, makan malam dengan lengkap seperti ini?"
"Yah, benar sekali"
Ayahnya menjawab, dengan senyum hangat kearah pujaan hati berambut merahnya itu
"Dikeluarga lain, banyak yang tidak bisa makan malam bersama karena orangtua yang sibuk bekerja. Tapi disini justru karena anaknya yang sibuk selalu pulang ditengah malam"
Naruto langsung meminum air, jelas sekali merasa dipojokan oleh orangtua nya. Kaasan yang sungguh baik sekali. Ia meletakan sendoknya perlahan lalu bermaksud kembali ke kamar namun
"Duduk kau Naruto!"
Ucap kaasan nya galak, membuat Naruto sontak menjatuhkan lagi tubuhnya keatas kursi
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Marriage
FanfictionNaruto si anak berandal dipaksa menikah diumurnya yang ke - 17 dengan seseorang yang 5 tahun lebih tua darinya.
