.
.
.
Disclaimer by Masashi Kishimoto
.
.
.
Special Chapter
♡ Young Marriage ♡
.
.
Matahari sudah meninggi, Lelaki berparas tampan yang sedang sibuk membaca berbagai dokumen dimeja kebesaraannya adalah Namikaze Naruto. Terimakasih kepada perusahaannya yang semakin besar, kini ia pun semakin sibuk. Kakashi mengambil cuti, Obito beberapa waktu yang lalu melahirkan bayi laki laki yang sehat. Dan, tidak. Naruto tidak akan memberikan kepercayaan kepada orang lain untuk mengurus pekerjaannya selain kepada Kakashi. Si pirang sepertinya memiliki krisis kepercayaan untuk orang lain.
Di dunia ini ada dua alasan mengapa kita tidak mempercayai seseorang. Yang pertama, karena kita tidak mengenalnya. Dan yang kedua, karena kita sangat mengenalnya.
Yah, sekiranya itulah yang ada dibenak Naruto saat ini. Ia ingin buru buru menyelesaikan semua pekerjaannya dan pulang kerumah. Pikirannya penat, tubuhnya lelah. Memeluk Sasuke pasti akan sangat menyenangkan. Menghirup wangi mint khas pujaan hatinya, lalu mengelus kulit lembut itu dengan sayang. Oh, Naruto benar benar ingin pulang.
'Aku merindukan Sasukeku'
Batinnya, jujur.
Sudah lama sejak terakhir kali ia menghabiskan waktu bersama Sasuke. Bukan, jika kalian berpikir 'menghabiskan waktu' adalah pertarungan ranjang, kalian salah. Yang Naruto maksud adalah mengajak kekasih hatinya berlibur, atau makan malam romantis, dan hal hal lain yang ingin ia lakukan dengan Sasuke. Naruto tidak terlalu suka memberikan Sasuke hadiah. Barang barang itu hanya akan berakhir disudut ruangan, atau di wardrobe pribadinya. Ayolah, mereka berdua terlahir dari keluarga yang sangat kaya.
Jadi, apa kalian bertanya tanya seberapa banyak kekayaan mereka? Well, kekayaan Namikaze-Uchiha semakin besar saat Naruto mengambil alih perusahaan. Naruto yang pada sadarnya memang pandai menguasai dasar dasar bisnis, didampingi oleh Sasuke yang sudah sangat diperhitungkan kehebatannya.
"Halo, Naruto.."
Sudut bibirnya tertarik mendengar suara diujung sana. Hatinya ingin meleleh, seolah lupa dengan setumpuk pekerjaan dihadapannya.
"Mmm.. bagaimana harimu?"
"Baik, dobe. Ada apa?"
"Mau makan malam bersamaku nanti?"
Naruto menunggu lawan bicaranya menjawab. Jari jarinya bergerak menandatangai berbagai lembaran kertas.
"Kenapa tiba tiba? Aku ada janji dengan Juugo sore ini"
Jawab Sasuke, sontak membuat Naruto menghentikan kegiatannya. Juugo? Naruto ingat pria itu. Manusia sialan yang senang sekali mencari kesempatan dengan Sasuke.
"Janji apa, sayang?"
Ucapnya, setelah berhasil menarik nafas dalam dalam. Meredam segala hal buruk yang selalu saja berkecamuk didalam pikirannya.
"Juugo ingin membeli hadiah untuk kelahiran putra Obito"
"Dia kenal?"
"DOBE!"
"Iya, baiklah. Sampaikan salamku untuknya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Marriage
FanfictionNaruto si anak berandal dipaksa menikah diumurnya yang ke - 17 dengan seseorang yang 5 tahun lebih tua darinya.
