Daddy Naru

27.2K 1.9K 109
                                        

.
.
.

Masih pukul 3 sore, para maid sudah sibuk didapur untuk menyiapkan berbagai hidangan makan malam.
Sasuke baru tahu, bahwa dapur yang dulu pernah ia pakai memasak bukanlah dapur utama. Naruto bilang tousan nya suka memasak, jadi ada dapur khusus disana. Para maid juga memakai dapur yang lebih besar dan lengkap didekat dorm mereka

"Kau lapar?"
Naruto tiba tiba muncul disebelahnya, memakai sweater berwarna hitam dengan aksen orange. Tangannya memutar mutar sebuah kunci mobil, tapi bukan milik Sasuke. Oh, pamer rupanya

"Mobilmu sudah kembali?"

"Ya, karena aku menjagamu dengan baik"

"Jadi kau menjagaku karena itu?"

"Eh? b-bukan. tentu saja bukan"
Naruto kini mendempetkan tubuhnya, sampai Sasuke harus sedikit beringsut mundur

Ia sudah paham dengan sifat Naruto. Apapun yang ingin ia katakan lelaki pirang itu pasti akan mendekatkan wajahnya sedekat mungkin. Membuat mual diperutnya tiba tiba terasa lagi

"Wajahmu Naruto !"
Sasuke sedikit mendorong dada si kuning, membuat lelaki itu terkekeh pelan

"Jadi kau mau makan apa?"

Sasuke menggeleng. Ia menyandarkan tubuhnya ke sofa. Memang, akhir akhir ini ia hanya sering makan camilan juga buah. Ia masih memakan nasi, tapi hanya beberapa suap saja dan ternyata itu tidak luput dari penglihatan Naruto

"Kenapa? kalau anak kita kelaparan didalam sana bagaimana?"

"Aku sudah makan tadi"

"Kau sedang hamil tapi semakin kurus, ayahmu pasti akan memarahiku nanti malam"

Ucap Naruto setengah bercanda, tapi Sasuke hanya menatapnya saja. Fugaku, memang kurang menyetujui pernikahan ini. Bahkan Naruto hanya pernah dua kali bertemu dengan kepala keluarga Uchiha itu. Naruto tahu, jika tousan nya tidak bersumpah bahwa Sasuke juga berada dibawah pengawasannya maka pernikahan mereka tidak akan pernah terjadi.

"Tidak, dia tidak akan memarahimu"

"Benarkah?"

"Dia akan membunuhmu"

.
.
.

Makan malam yang menyenangkan. Setidaknya itu lah yang Sasuke rasakan. Kini ia sibuk berbincang dengan Ibunya juga kushina. Naruto beberapa kali mendapati Fugaku yang menatap tajam kearahnya, membuat makanan yang ia kunyah sulit ditelan.
Sial.

Ia seperti pelaku utama yang menghamili anak orang. Walaupun benar tapi Sasuke kan sudah sah menjadi miliknya

Ia memutuskan bergabung dengan Sasuke saja karena ayahnya pasti sedang membahas masalah perusahaan dengan ayah Sasuke

Belum sempat sampai ke sofa dimana para makhluk cantik berbincang, Minato sudah mendahului nya sambil membawa keranjang buah

"Fugaku ingin mengobrol denganmu, Naruto"
Ucapnya sambil berlalu, meninggalkan Naruto yang kini mengumpat tanpa suara

"Baiklah aku harus berani, aku harus berani, harus berani"
Gumamnya sembari berjalan ke teras. Langkahnya mantap dengan tatapan yang lurus ke depan

Young MarriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang