.
.
.
.
Disclaimer by Masashi Kishimoto
Special Halloween
Part
.
.
.
Sasuke marah.
Itu adalah hal yang paling Naruto takutkan dari serangkaian hal yang terjadi hari ini. Salju masih turun dengan teratur, udara pun menjadi semakin dingin disetiap detiknya.
Dan mobil mereka tergelincir di es.
Sasuke sudah bilang, jalanan ini sangat licin walaupun waktu tempuhnya lumayan singkat dari jalan biasa. Dan si kuning bodoh itu terlalu yakin dengan kemampuan menyetirnya. Mereka hendak pulang setelah menghabiskan 3 hari di sebuah resort ski, Menma merengek ingin bermain dengan kedua orangtuanya.
"Sa-"
"Diam kau dobe!"
Naruto kembali menunduk takut, dihadapan Sasuke ia bukanlah Direktur perusahaan besar atau seorang pengusaha muda yang menguasai pasar bisnis. Ia selalu menjadi Naruto, pemuda konyol yang sangat mencintai lelaki galak 6 tahun diatasnya itu.
Ponsel mereka benar benar tidak mendapat sinyal. Ini buruk, badai salju bisa datang sewaktu waktu dan membekukan mereka. Dan yang paling parah adalah, mereka pulang mendadak karena Menma demam.
Jika Ibu mertuanya dan Karin tahu, mereka pasti akan menghajar Naruto habis habisan.
Tok! tok!
Sasuke menoleh kesamping, seorang pemuda memakai mantel tebal tampaknya baru saja mengetuk kaca mobil mereka. Ini bantuan! Sasuke buru buru keluar dari mobil, diikuti dengan Naruto.
"Ya, mobil kami tergelincir di es. Apa disekitar ini ada penginapan?"
Orang itu memberitahu ada penginapan terdekat, tapi bukan hotel. Seperti rumah kayu modern lengkap dengan pemanas didalam nya. Sempurna. Menma tidak boleh kedinginan saat ini. Mereka pun mulai berjalan kearah yang orang itu tunjukan hingga sampai disebuah loket yang sepertinya untuk pembayaran. Menma mengerjapkan matanya, kepalanya terasa pusing dan mata nya panas saat ia berkedip.
"Kalian beruntung! tinggal satu saja yang kosong, tapi letaknya agak jauh dari restaurant kami, juga dari pondok lainnya"
Ujar seorang resepsionis, diam diam menahan senyum melihat pasangan fenomenal berada tepat didepannya
"Kami ambil"
Sasuke yang menjawab, oh wanita itu sepertinya akan membeku melihat direktur Uchiha corporation. Benar yang orang orang katakan, aura dinginnya justru membuat ia terlihat semakin tampan. Disandingkan dengan Naruto Namikaze, ia seperti melihat dua musim dalam waktu bersamaan. Mata biru lelaki tampan itu membuatnya teringat akan langit di musim panas
"Berapa yang harus kami bayar?"
Suara yang terdengar sedikit serak dan dalam itu milik Naruto. Intonasinya ramah, berbeda dengan Sasuke tadi. Menyebutkan sejumlah angka dengan gugup, lalu menyerahkan kunci pondok. Dan mereka pun berlalu, meninggalkan wanita tadi yang masih tersenyum memandangi kepergian pasangan itu.
"Oh astaga! aku lupa informasi pentingnya!"
Sial. Ia lupa memberitahu bagian terpentingnya. Baiklah mungkin ia akan menelpon saja nanti malam.
.
.
.
"Apa apaan lelaki tadi, memandangimu seperti itu padahal aku berdiri tepat dibelakangmu"
Naruto membereskan ranjang, lalu menata selimut. Sasuke hanya memutar bola mata nya, malas dengan celotehan lelaki pirang itu. Menma tertidur setelah meminum obatnya, Sasuke sangat khawatir saat ini. Bagaimana jika ada apa apa? bagaimana jika demamnya semakin parah? bagaimana-bagaimana?
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Marriage
FanfictionNaruto si anak berandal dipaksa menikah diumurnya yang ke - 17 dengan seseorang yang 5 tahun lebih tua darinya.
