.
.
.
Kehamilan Sasuke kali ini lebih ringan dari sebelumnya. Ia tidak terlalu lemah seperti dulu. Sasuke juga bersikap jauh lebih tenang dan santai. Ia lebih terbuka pada orang orang disekelilingnya tentang apa yang tidak membuatnya nyaman. Lelaki manis itu juga menurut saat Naruto mempekerjakan dua orang maid dirumah mereka, dan menyuruh Sasuke untuk tidak ke kantor selama kehamilan, tapi ia masih bisa sedikit mengerjakan pekerjaannya dari rumah.
Hal hal membaik, Minato mengirim tangan kanan nya bernama Kakashi untuk menggantikan Sasuke sementara karena putra nya kini adalah pimpinan baru dari Namikaze corporation.
Kakashi bisa melakukan apapun dengan baik, termasuk mengendalikan obito. Well, tidak ada yang tahu juga apa yang terjadi diantara mereka
Naruto membawa segelas susu cokelat yang baru saja ia buat, kakinya berjalan menghampiri Sasuke yang tengah berada di halaman samping rumah mereka. Ya, halaman itu sudah disulap menjadi persis seperti yang Sasuke mau hingga si raven selama kehamilan ini betah sekali duduk sore disana, menunggu Naruto pulang sambil melihat matahati terbenam
"Sasuke aku bawakan.. "
Naruto tersenyum saat melihat Sasuke duduk di bangku taman yang ada di taman belakang rumahnya itu dengan memegang gelas yang masih menempel di mulutnya . sebuah gelas dengan isi yang sama dengan apa yang Naruto bawa
Sasuke menoleh kearah Naruto setelah dia selesai minum
"Aku sudah minum susu dobe.."
Sasuke cemberut dengan menunjukan gelas kosong yang sudah habis dia minum isinya barusan merasa bersalah pada Naruto yang sudah susah susah membuatkan dia susu
"Hehe tidak apa apa, aku hanya takut kau lupa. Cheers"
Naruto mendentingkan gelasnya, lalu meminum susu itu sambil duduk disamping Sasuke
"Kau memang pemakan segalanya"
Ucap Sasuke melihat suami kuningnya itu menghabiskan susu yang seharusnya hanya diminum olehnya saja
"Kenapa? kalau kau minum dua gelas bisa bisa nanti anak kita mengiramu adalah boneka panda"
Sasuke mencubit gemas lengan suaminya yang tidak berubah sama sekali, sering menggodanya
"Aku bercanda.. anak kita mungkin akan berpikir 'wah apa yang dilakukan seorang supermodel disini?' "
Sasuke tersenyum manis sebelum Naruto melanjutkan perkataannya
"Ketika ia melihatku"
"Kau menyebalkan !"
Naruto hanya tertawa sambil berusaha memeluk Sasuke yang kini sedikit merajuk
.
.
.
Hari hari berlalu dengan begitu cepat dan menyenangkan, Naruto adalah tipe suami siaga. Saat Sasuke tengah membeli tomat di sebuah swalayan, tiba tiba saja lelaki pirang itu ada disampingnya. Menghalangi seseorang yang berjalan dengan buru buru dan hendak menabraknya. Terdengar menyeramkan? memang. Tapi Sasuke menyukai itu.
Bagaimana Naruto menjaga dan memperlakukannya, membuat Sasuke merasa ..diinginkan. Hal yang menyenangkan untuk lelaki manis itu, mengetahui bahwa dirinya ternyata begitu penting untuk orang yang ia cintai.
Hari ini seperti biasa, Sasuke duduk di halaman samping menikmati sore harinya. Usia kandungannya menginjak bulan ke delapan, ia sedikit khawatir mengingat kehamilan pertama nya tidak berjalan dengan baik di bulan bulan akhir. Kaki nya membengkak dan terasa sakit, membuat lelaki manis itu semakin susah untuk berjalan
"Tuan, perlu saya ambilkan air hangat untuk merendam kaki anda?"
Sasuke tersenyum tipis seraya mengangguk pada salah satu maid yang ia ketahui telah mengabdi pada keluarga Naruto sejak lelaki pirang itu masih kecil
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Marriage
FanficNaruto si anak berandal dipaksa menikah diumurnya yang ke - 17 dengan seseorang yang 5 tahun lebih tua darinya.
