Bagian 2

10.2K 522 5
                                        

Kring...kring...

"Kirana lo ke kantin gak?" Tanya tika ke kirana yang sibuk membereskan buku-bukunya.

"Boleh" jawab kirana sambil tersenyum.

"Oh ya kenalin namanya intan dan di sebelahnya namanya sasya "ucap tika sambil menunjuk satu persatu.

"Hai" sapa intan dan sasya berbarengan dengan nada ramah sambil melambai lambaikan tangannya.

"Hai  juga" balasan kirana sambil tersenyum manis.

"Udh cpet gue laper, cacing gue udh demo"ucap intan sambil mengusap-usap perutnya.

"Ya nih nanti keburu para cogannya ilang gimana? kan rugi" kata sasya sambil menyengir.

"Yuk kirana nanti keburu rame" ucap tika sambil mengenggam pergelangan tangan kirana dan membawanya pergi.

"Lah kok kita ditinggal sih" teriak intan dengan kesal sambil menghentak- hentakan kakinya.

" kita? Lo aja kali" kata sasya yang langsung berlali mengejar tika dan kirana yang sudah jauh.

"Untung temen kalo gak udh gue ceburin ke sumur" gumam intan.

____

"Duduknya enaknya dimana ni?" Tanya tika

"Pojok aja yuk" ajak kirana

"Yoi pojok aja pojok, kan banyak cogan di sana" kata sasya dengan semangatnya.

_____

"Mau pesen apa? Biar gue yang pesenin" tawar sasya.

"Gue man pe--"

Brak...
"Lo-nni-nggali g-ue" ucap intan dengan nafas terengah engah, ditambah muka merah.

"Halah lo lari segitu aja udh capek" semprot tika.

"Jadi mau pesen apa pegel gue berdiri" semua menatap sasya dengan menyengir.

"Gue mau bakso sama es teh" ucap tika sambil mengancungkan tangannya." Mau pesen apa na?"

"Samain aja" ucap kirana dan diikuti anggukan dari sasya.

"Wait ya honey sasya pergi dulu, jangan kangen" kata sasya dengan nada dibuat-buat.

Semua beglidik ngeri melihat sasya mengatakan tersebut.

"Demi apa" teriak intan membuat semua menoleh ke arah meja mereka.

"Apaan sih lo, malu-maluin aja" bisik tika kepada temannya satu ini.

"Kak nata bonceng cewek man, belum ada dalam sejarah. Wow siapa sih cewek beruntung ini?"

"Mana mana gue mau liat" jawab sasya entah kapan dia datang. Dan dengan cepat ia mengambil handphone milik intan. Sambil menyodorkannya ke arah tika dan kirana.

"Ini kan cowok yang waktu itu" gumam kirana. Yang membuat ketiga temanya menatapnya.

"Lo kenal kak nata?"
"Lo adiknya?"
"Sepupunya?
"Pacarnya?"
Tanya sasya bertubi-tubi. Jelas karena sasya pecinta cogan diantara teman temannya. Sampai-sampai dia pernah membututi kakak kelasnya ini karena ingin mengatahui tentangnya.

"Dia yang nyerempet gue waktu itu, terus dia bonceng gue kesekolah" jawab enteng kirana. Yang membuat teman temannya mangap"

"Lo tu harus tau kak nata ini most wanted sekolah kita plus dia ketos disini" kata sasya "dan lo harus tau dia selalu kemana mana ber 4, dan mereka sering disebut geng dark, dan lo juga harus tau dia ketua eskul basket, orangnya sedikit badboy.

"Ohh" respon kirana sambil mangut mangut.

"Ini pesenannya," ucap ibu pedagang bakso disana.

"Ayok kita serbu" komandan intan yang membuat semua geleng geleng.



Sorry typo masih bertebaran.
Vote and coment.




Ketua OsisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang