Bagian 31

3.2K 211 15
                                        

Untungnya sekarang keberuntungan berpihak kepada Kirana terlihat Arka yang mau pulang setelah mendapat pesanan martabak yang disebelah restauran ini.

Dengan cepat Kirana berlari mencekal tangan Arka membuat empunya terkejut.

"Arka cepet pulang caper anter gue" Kirana berlinang air mata memohon ke arah Arka.

Arka yang tidak tau situasi pun panik. "Kir pulang? Yaudah gue anter" ucap Arka ikut panik.

"Kir aku mohon dengerin aku" Nata sudah mencekal Tangan Kirana yang diatas motor Arka.

"Gak perlu, Arka jalan" Teriak Kirana dibelakang tubuh Arka.

"Lo siapanya Kirana hah? Kamu juga gini dibelangku kir?" Tanya Nata emosi.

"Lo jangan fitnah ya, Kirana bukan cewek kayak gitu" Ucap Arka geram apakah ini pacarnya Kirana mungkin mereka ada salah paham hingga seperti ini.

Akhirnya Arka emosi juga diapun pergi melajukan motornya ke rumah Kirana, kalau dia lanjutkan pasti gak bakal selesai.

"Kir udah sampai rumah turun udah jangan nangis lagi Lo, masak nebeng sama gue pertama kali nangis gini. Dikira gue yang buat nangis" Ucap Arka menenangkan Kirana.

Kirana turun dari motor Arka dan bingung melihat Mama dan Abangnya memasukan koper ke Mobilnya.

"Mah ini ada apa?" Tanya Kirana ke Mamanya.

"Kita harus berangkat ke Kalimantan sekarang, nenekmu sakit" ucap Mamanya juga menangis.

"Mah malem ini juga? Gimana sekolah aku?" Tanya Kirana.

"Mama udah minta cuti kamu 2 minggu sekarang bantu mama kemas barangnya malem ini kita berangkat" ucap Mamanya.

"Iya ma" Kirana berlari ke arah rumahnya.

"Nah Arka tadi nganter Kirana pulang ya? Ketemu dijalan? Aduh makasi ya anak itu sering repotin" ucap Mama

"Eh iya Tante, Arka pamit pulang ya hati-hati diperjalanan semoga neneknya bisa cepet sembuh" Ucap Arka tak sengaja mendengan pembicaraan tadi.

"Iya terimakasih nak Arka"

🌰🌰🌰

Dilain tempat Nata mengacak rambutnya karena dirinya sendiri terjadi hal seperti ini. Pantasnya dirinya tahan dengan godaan seperti itu.

"Nat kamu kenapa?" Desy disampingnya membuat amarahnya semakin naik. Niatnya kesini sendirian tapi Desy merengek ikut dengan mengadu kepada Mamanya.

"Diem lo" Nata menaikin Motornya dengan kecepatan tinggi memebelah jalan. Meninggalkan Desy masih sendiri disana.

Rencana berhasil

Nata tidak peduli lagi dia harus menyusul Kirana melewati jalan pintas yang sedikit penerangan dan dengan kecepatan tinggi lampu mobil dari arah berlawanan menyoroti matanya hingga oleng menabrak mobil tersebut hingga..

Brakkkk

Suara benturan keduanya yang Nata rasakan dirinya terpental dan terjepit sesuatu hingga kesadarannya menipis penglihatannya gelap hingga matanya terpejam.

Ketua OsisCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang