Bagian 7

7.3K 427 6
                                        

Deg.
Benar saja disitu berdiri laki laki perwatakan tinggi, putih, rahang kokoh, mata hitam pekat, tetapi berekspresi datar  menambah kesan coolnya.

"Ekhem" suara nata memecah lamunan kirana. "Baik bu saya akan melakukannya semaksimal mungkin"

Mampus kir, lo ketahuan merhatiin dia. Batin kirana.

"Baiklah ibu percayakan kepadamu nata" ucap bu Asri mantap. "Kalian boleh keluar".

"Gue tunggu di lap basket" katanya sambil melenggang pergi

_____

"Kir lama banget, nih bakso lo udah agak dingin" ucap sasya sambil mengunyah makanan yang memenuhi mulutnya.

"Telen dulu sya, muncrat keluar is jorok" ucap intan sambil menggelengkan kepalanya. Yang mendapatkan cengiran dari sasya.

"Ngapain bu Asri manggil lo kir?" Tanya tika yang baru membuka suara.

"Bu Asri nyuruh ikut perlombaan mipa" ucap kirana sambil menyuapkan bakso ke mulutnya.

"Wih temen gue hebat, baru rasanya ketemu kemarin udah ngegas" ucap sasya sambil mengancungkan kedua jempolnya.

"Bangga gue punya temen kayak gitu" ucap intan sambil mengibaskan rambutnya.

"Terus lo mau kir?" Tanya tika sambil menompang kedua dagunya dengan tangannya.

"Gue udah nolak tapi ya gitu bu Asri tetep bersikukuh buat gue ikut" jawab kirana.
"Tapi bukan bu Asri yang jadi pembimbing gue" ucap kirana lesu.

"Terus siapa?" Tanya tika heran.

"Kalian gak bakal percaya" ucap kirana membuat semua teman temannya menoleh kearahnya.

"Ih lo tu buat penasaran aja, siapa sih?" Tanya intan dengan semangat.

"Nata" ucap kirana sambil membuang nafas kasar.

"What? Kak Nata?" Teriak sasya membuat semua orang melihat ke meja kirana.

"Is kecilin suaranya" ringis kirana.

"Jangan jangan kalian jodoh" pekik tika sambil tertawa.

"Ih gak lah" jawab kirana sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.

"Cie blusing"  ucap tika sambil menoel noel pipi kirana yang ditutupi tangannya.

"Iihhh" ambek kirana sambil menghentakkan kakinya. Semua tertawa melihat tingkah kirana.

"Inget nanti" ucap nata sambil melewati meja kirana.

"Ekhem ada yang janjian nih" goda tika sambil menaik turunkan alisnya.

"Gak lah mau bimbingan lah" ucap kirana cepat.

"Iya iya gue percaya" ucap tika sambil menahan tawanya.

_____

Kring...kring...

"Gue nebeng sama lo ya tika" ucap sasya sambil menampilkan puppy eyesnya.

"Nah lo kan baik gue juga ya tika cantik" tambah intan sambil menampikan puppy eyesnya juga.

"Gue kan orang baik jadi gue ngijinin" ucap tika sambil mengibaskan rambutnya.

"Kir lo mau ikut juga gak sekalian kita ke cafe?" Tanya intan yang mendapatkan anggukan dari sasya dan tika.

"Gak gue ada bimbingan dulu" ucap kirana sambil membereskan bukunya.

"Oh iya kan ada janji sama calcar" goda tika sambil tertawa.

"Calcar?" Tanya intan dan sasya berbarengan.

"Calon pacar" tawa tika pun semakin menjadi jadi.

"Tau ah gelap" ucap kirana sambil melenggang pergi dari kelasnya.

Sudah 15 menit kirana menunggu di kursi di dekat lapangan sambil menggesek gesekan sepatunya dengan rumput.

"Udah lama?" Tanya seorang yang baju saja datang.

Kirana mendongakkan kepalanya. "Gak terlalu juga sih kak" ucap kirana sambil tersenyum.

"Nih minum dulu" ucap nata sambil mengulurkan tangannya yang berisi dua air mineral yang dingin.

"Makasi kak" ucap kirana membuka air dan meminumnya.

Duh cool banget minum aja udah kayak gitu, batin kirana.

"Suka baget merhatiin gue" ujar nata memecah lamunan kirana.

"Ehh sorry kak" ucap kirana malu malu.

"Nanti bimbinganya hari selasa rabu jumat, tempatnya nanti gue kasi tau" ucap nata.

"Iya kak" ucap kirana sambil menganggukkan kepalanya.

Sampe sini aja dulu:)
Vote:p


Ketua OsisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang