Happy reading
"Eunghh" Eunji menggeliat dari tidurnya bak ulat keluar dari kepompong, membuang asal selimutnya dan membuka pelan matanya.
Ia menggaruk asal kepalanya lalu mendudukan dirinya menyandar dikepala ranjang. Sejenak ia terdiam. Helaan nafas panjang nan teratur mengawali paginya.
Ia beralih menggeser tubuh kucelnya hendak turun dari ranjang namun tangannya tak sengaja menyentuh buku-buku yang tercecer di atas ranjang.
Eunji mengernyit. Seingatnya, semalam ia tak lupa menaruh buku-buku itu di atas meja belajar tapi sekarang, kenapa buku-buku itu berada disini? Pikirnya.
Tak mau ambil pusing. Ia segera merapikan buku-buku tersebut tanpa mengeceknya terlebih dahulu. Mungkin ia hanya lupa. Pikirnya lebih lanjut dan matilah tugas-tugasnya yang terbengkalai kemudian, ia bergegas menuju kamar mandi.
20 menit berlalu, gadis itu telah siap dengan pakaian rapi, buku-buku ditangan, serta tas slempang mini menyampir apik di bahunya. Seperti biasa, aktivitasnya akan dimulai dengan kuliah.
Setelah memastikan tak ada yang ketinggalan, ia bergegas keluar dari kamarnya, turun ke bawah menuju ruang makan untuk mengisi perutnya. Memang tak tahu diri jika dipikir-pikir mengingat, statusnya masihlah sebagai penumpang dalam rumah itu namun Eunji bangun tidur seenaknya tapi ia tak ambil pusing, toh Chanyeol sendiri yang menyuruhnya tak melakukan apa-apa karena masih ada Baekhyun yang menjadi maid mereka sementara waktu sebelum pernikahan itu terjadi.
"Selamat pagi semuanya... Eh?" Sapaan riangnya terhenti. "Dimana Chanyeol?" sambungnya heran.
Pasalnya Chanyeol tak ada di kursinya. Kemana laki-laki itu pagi-pagi buta begini? Pikirnya. Ia mengecup pelan kening Ahra sebelum menarik kursi disebelahnya dan mendudukan dirinya disana.
"Gi juga ma" balas Ahra riang.
(Pagi juga ma)
"Pagi juga Eunji, apa kau sudah merasa lebih baik sekarang?" ujar Baekhyun.
Eunji mengernyit. "Memangnya aku kenapa?" ucapnya.
Ahra menoleh. "Mama kit ma. Di malam, papah lang mama kit. Nas tanya" jelasnya.
(Mama sakit ma. Tadi malam, papah bilang mama sakit. Panas katanya)
"Benar ji, apa kau tak merasakannya?" timpal Baekhyun.
Eunji menggeleng polos membuat Baekhyun dan Ahra kompak menghembuskan nafasnya panjang.
"Astaga nona Arashki. Kau sakit bahkan si duda merawatmu semalaman dan sekarang dia tak ada karena kelelahan. Jika kau tak percaya, lihat saja ke kamarnya. Pasti dia sedang mendengkur keras di tempat tidurnya" jelas Baekhyun.
Eunji masih diam tak bereaksi. "Coba cek buku dan laptopmu. Si duda juga mengerjakan semua tugas-tugasmu. Aku tak sengaja melihatnya karena dia membuka pintu kamarmu tetap terbuka. Aku kira dia berbuat mesum padamu tapi ternyata dia benar-benar menjagamu dengan baik" sambung Baekhyun.
Dia tersenyum bangga membayangkan keteguhan iman Chanyeol meski laki-laki itu terperangkap dalam 1 kamar yang sama dengan seorang wanita dan tak tersentuh bertahun-tahun lamanya sejak ibu kandung Ahra meninggalkannya.
Eunji beralih, ia mengikuti perkataan Baekhyun. Meraih buku-buku dan membuka semuanya. Sejenak, mata Eunji membulat tak percaya. Bener, semuanya telah selesai. Baekhyun tak berbohong dan semalam Chanyeol benar-benar ada dikamarnya.
Tanpa membuang waktu, Eunji melesat cepat menuju kamar Chanyeol. Setelah sampai, ia membuka pintu kamar pria itu dengan hati-hati dan benar saja. Chanyeol masih asyik bergelung dengan selimut tebalnya meski cahaya matahari berlomba masuk melalui celah jendelanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY ICE HUSBAND
FanfictionStatus : Complete Ku harap kau bisa membalas cintaku suatu hari nanti. Tidak hanya menganggapku sebagai pengasuh dari anakmu dan istri di atas kertas saja - Eunji Arashki √ latar Indonesia suasana Korea √ bahasa Indonesia baku/campuran √ nama tokoh...
