I- Rachel.

5.7K 240 8
                                    

Happy reading !

9.

Gerbang Blenda SHS sudah ditutup sejak pukul tujuh pagi. Beberapa murid kelas 12 masih berada di luar kelas untuk melakukan sosialisasi terkait ujian nasional. Rachel sudah berada di kelasnya dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya. Pak Rendra mengabsen siswanya satu persatu dan kemudian menuliskan judul materi yang akan dibahas pada pagi hari ini. "Anak-anak. Kalian membuat teks pidato ya. Nanti ceramah di depan sini. Pakai mic yang sangat bagus dan mahal. Mengerti anak-anak?"

"Ngerti bapak-bapak."

Rachel mengeluarkan bukunya. Ia merangkai kata demi kata di atas kertas hingga menjadi susunan paragraf yang indah. Rachel memang jago jika dikaitkan dengan pelajaran bahasa atau sastra. "Chel,lo tentang apa?"

"Sahabat. Lo?"

"Keikhlasan."

Rachel menghabiskan dua lembar halaman buku untuk menulis naskah pidatonya. Setelah dirasa cukup atau sudah bagus, ia mengumpulkannya di meja guru. Rachel mengambil novelnya di dalam tas dan membacanya hingga bel istirahat berbunyi. Jika ditanya apakah Rachel tidak bosan membaca novel sampai berjam-jam? Rachel tidak akan bisa bosan dengan apapun yang berhubungan dengan hobby. "kantin yuk Chel." Rachel mengangguk dan membawa novelnya-------mereka berdua berjalan menuju kantin dengan Rachel yang masih fokus dengan novelnya.

bruk. "aduh,sakit." Rachel mengusap jidatnya pelan dan mendongakkan kepalanya. Tatapan Rachel masih setia berada di mata orang yang ditabraknya. Rachel tersenyum lebar. "halo kak Athala hihi." Athala tersenyum tipis. Rachelnya kembali,itu artinya hari-hari Athala akan berwarna kembali.

"apa kabar?" Arvin cengo. Itu kalimat pertama Athala yang sangat langka. Mungkin juga pertama kalinya Athala bertanya kepada seorang perempuan. "Rachel baik-baik aja . Rachel ke Anneth dulu ya kak. Daah."

Athala berjalan mengikuti Rachel namun dia duduk di bangku kantin yang berbeda. Entah sejak kapan Athala suka melihat Rachel. Tawa Rachel dan senyum Rachel seperti obat pelipur lara baginya,seperti penyemangat hidup dan seperti hobby barunya. Cinta itu seperti candu bagi madu, manis dan memabukkan. Namun cinta juga seperti bisa bagi manusia, menyakitkan dan melumpuhkan. Maka berhati-hatilah bermain dengan cinta karena cinta tidak selamanya indah.

"eh Chel. Lo daritadi diliatin kak Athala mulu deh."

"terus kenapa?"

"yaampun Chel. Ya itu tandanya kak Athala suka sama lo. Nih ya gue kasih tau. Kata kak Arvin, kalo kak Athala natap cewek lebih dari 10 detik itu tandanya kak Athala suka sama cewek itu."

"kak Athala kan udah sama kak Naya. Kenapa suka sama Rachel?" Anneth menepuk jidatnya. Memang kalau ngomong dengan Rachel soal cinta, dia tidak akan paham. Masih noob. Athala mendengarnya. Athala mendengar semua percakapan Anneth dengan Rachel dengan jarak 4 meter. Mengapa Rachel selalu berpikiran jika dirinya dan Naya memiliki hubungan lebih padahal Rachel belum mengetahui jika Athala menyukainya. Rachel dan Anneth sudah berdiri dan akan kembali ke kelas mereka. "kak Rey,nanti temenin queen beli novel ya."

"dua rak novel belum cukup?" Rachel mengerucutkan bibirnya. "Rachel pingin yang baru. Soalnya semua itu udah Rachel baca."

"baca lagi aja. Emang lo punya duit gitu?"

"baca buku dua kali itu kayak mengulang kejadian yang sama dan endingnya juga masih sama. Rachel punya duit lah kan tadi dikasih lagi sama daddy."

ATHARA (SELESAI) ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang