#24 MEMILIH MILO/RIO

19 5 0
                                        

Persahabatan kami ber 5. Aku, Putri, Rio, Barna, dan Rendi seperti nya tidak baik-baik saja.

Dan Rio sedang berusaha mengikhlaskan aku, dan tidak mengusik hubunganku dengan Milo lagi.

Aku tahu, Rio masih ada rasa padaku, bukan karena aku kepedean. Tapi Rio mengucapkan nya sendiri padaku.

Dan Barna, dia selalu menghindat dari kami ber 4 setelah dia tau bahwa kami ber 4 pernah saling suka.

Sejujurnya, kami tak pernah membedakan yang lain saat berkumpul bersama, tapi tidak dengan pemikiran Barna, dia selalu merasa terasingkan.

"Barna? Pulang sekolah nongkrong dirumah gue yuk sama anak anak" ucapku.

"engga deh, gue mau ada acara" jawab nya.

Selalu dan selalu begitu setiap kami ajak kumpul, selalu ada alasan entah apapun itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selalu dan selalu begitu setiap kami ajak kumpul, selalu ada alasan entah apapun itu.

Akupun kesal dibuatnya, karena apapun yang kami lakukan selalu salah di mata Barna.

Diajak tidak pernah mau, tetapi merasa dirinya di asingkan.

Padahal kami ber 4 mengharapkan untuk kami bisa berkumpul kembali ber 5.
Tak ada hubungan special selain sahabat.

Tapi tidak dengan Putri dan Rendi, seperti nya mereka lagi masa sayang-sayang nya. Namanya juga baru jadian ya gak sih?

ooOOoo

Sebelum nya Rio dan Milo menyuruhku untuk memilih salah satu dari mereka.

Itu bukan pilihan yang gampang.

Milo pacarku, dan Rio sahabatku walaupun ternyata ada perasaan lebih dari seorang sahabat.

Aku berpikir matang-matang, mengingat semua yang telah Milo lakukan untukku.

Sepertinya aku manusia paling jahat sedunia jika mengkhianati Milo hanya demi orang lain.

Kalian pasti bertanya kenapa aku sebut Rio itu termasuk orang lain. karena, sebelum aku bersahabat dengan Rio, aku sudah lebih dulu menjalin hubungan dengan Milo, jadi sudah jelas aku lebih mengenal Milo. Yaaa walaupun akupun kenal betul dengan Rio karena sering bersama di sekolah maupun diluar sekolah.

ooOOoo

Hari ini aku putuskan untuk memilih salah satu dari mereka, dan mengakhiri benang kusut ini.

"Rio..." ucapku via chat.

"iya?ada apa lusy? " jawab Rio

"mmm... Ini... Gue... Mau... Ngomong sesuatu sama lo"

"tentang apa?"

"tentang kita"

"oh.. Gue udah tau lo mau ngomong apa"

"tau darimana?"

"nebak aja"

"apa coba"

"lo lebih milih Milo kan?"

"maaf yaa Rio"

"gapapa ko, gue tau lo sama Milo emang gak bisa pisah, sorry kalo gue udah ganggu hubungan kalian berdua, langgeng yaa. Jangan berantem terus, jangan putus lagi"

"lo gak marah sama gue?"

"gue gak bisa marah sama orang yang gue sayang"

"lo masih sayang sama gue Rio? "

"iya... Mungkin gue akan belajar mengikhlaskan lo"

"maaf Rio"

"untuk apa?"

"untuk semuanya"

"disini gue yang salah, gue yang ganggu hubungan kalian berdua"

"yaa disini kita sama-sama salah, tapi lo tetep jadi sahabat gue kan?"

"always"

"tetep main bareng?"

"mungkin kalo main, nanti dulu yaa lussy... Gue mau ngilangin perasaan gue dulu, supaya pas ketemu sama lo jadi biasa aja"

"mmm... Iyadeh gue ngerti"

Sehabis percakapan panjang dan membuat senam jantung ini, akhirnya aku dan Rio Lost Contact. Sama sekali tidak komunikasi via chat.

Tetapi kalau di kelas kami tetap ngobrol.

Sesekali Rio membuat status galau, yang mungkin rada menyinggung perasaanku.

Tapi itu wajar untuk orang yang patah hati.

Aku tidak ingin terjerumus dengan masalah ini lagi, cukup sekali aku menyakiti hati orang yang sudah sayang padaku.

Please, Believe MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang