BAB 20: Ungkapan Perasaan

1K 78 0
                                        

BAGIAN III Sebuah Emosi
Ungkapan Perasaan

Salsa tertawa pelan saat mendengar lelucon Lola. Ketiga gadis itu masih bercanda tawa satu sama lain sambil berjalan di jalanan malam kota Singapore. Salsa melirik ponselnya saat ada pesan masuk dari Shalman. 'Candy masih sama kalian kan?' Salsa berpikir sejenak dan berpikir bahwa berbohong adalah yang terbaik saat ini.

Setelahnya Shalman tidak membalas pesan, mungkin kakak Candy hanya ingin memastikan keberadaan sang adik. Salsa sedikit penasaran, kemana mereka akan pergi. Candy hanya mengatakan dirinya juga tidak tahu karena Ryan tidak memberitahunya. Hanya saja terasa ada yang aneh.

Candy bukan tipe orang yang diam tanpa mengajukan segudang pertanyaan, rasanya mustahil gadis itu tidak bertanya pada bosnya. Salsa akhirnya mengirim pesan pada Ryan.

'Anda melakukan perjalanan bisnis kemana? Bisa tolong beritahu?' Ryan yang sudah ada di dalam pesawat memperhatikan ponselnya saat Salsa mengirimnya pesan. "Maaf tuan tolong ubah ponsel anda pada mode pesawat" Ryan mengangguk kecil.

'Dubai' Ryan membalas sebelum akhirnya mengubah ponselnya pada mode pesawat. Pria itu melirik Candy yang duduk disamping ibunya, melihat keluar jendela sambil sesekali tampak bertanya pada Selena dan akan dijawab dengan sedikit nada sinis oleh Selena.

Dimata Ryan keduanya malah terlihat semakin akrab saja. Ryan tersenyum kecil—dirinya malah merasa sedikit terabaikan. Bahkan Candy lebih memilih duduk di samping mamihnya karena mengatakan Ryan beberapa kali mencari kesempatan pada kesempitan saat bersamanya, tentu Selena akan marah namun tampak tidak tersinggung atau terusik karena ulah Candy.

Salsa berhenti melangkah membuat Bianca dan Lola ikut berhenti dan bertanya ada apa dengan Salsa. "Candy pergi ke Dubai" Bianca memiringkan kepalanya. "Terus kenapa? Dia emang pernah bilang pengen banget ke sana. Jadi bagus dong?" Salsa masih terdiam, tubuhnya mulai bergetar entah karena rasa terkejut atau takut.

'Sejak kapan dia tahu?' Salsa masih terdiam. Mengangkat tanganya untuk menutupi bibir. 'Candy berpura-pura tidak tahu selama ini?'.

Lola mendekat ke arah Salsa, menyentuh pundak Salsa dan kembali bertanya ada apa dengan sahabatnya itu. "Gue rasa gue harus ke Dubai" Salsa beranjak pergi namun Bianca menyentuh lengan Salsa dan menariknya cukup kasar.

"Selalu ada alasan. Bisa lo kasih tahu kenapa? Bukannya kita udah cukup bisa dipercaya buat tau apa yang sebenernya lo sembunyiin dari kita soal Candy?" Salsa menepis kasar lengan Bianca yang menggenggamnya.

Gadis itu mendekat, berbisik pada Bianca. "Kaya lo nutup semua kesalahan Lola, kaya lo sebegitu kerasnya ngelindungin Lola. Kaya gitu juga gue sama Candy, jadi jangan tanya" Bianca tersenyum kecil. Hubungan mereka yang dia pikir sudah semakin dalam rupanya masih terasa begitu rendah.

Salsa kembali berjalan, sedikit berlari dan menghentikan taxi. Melaju meninggalkan Bianca dan Lola bersama taxi yang dinaikinya. "Kita susul Salsa?" Lola bertanya pelan. "Ga usah, itu bukan urusan kita. Mending lanjut jalan ke resto aja yuk" Bianca meraih lengan Lola dan tersenyum kecil sambil berjalan.

Salsa masih enggan memberi penjelasan. Bianca sendiri tidak sebodoh itu untuk tidak mengetahui mengenai Salsa. Adiknya sendiri sudah mencari tahu dan Bianca sudah tahu semuanya, semua yang diketahui publik. Hanya saja Bianca menunggu waktu untuk Salsa menceritakan versi dirinya sendiri.

Bianca sama sekali tidak bisa percaya dengan satu kata pun pada berkas kepolisian yang adiknya bobol. Hanya saja dirinya tidak akan tahu jika tidak ada yang berniat menjelaskan.

Bukan tidak ingin bertanya—Salsa selalu bersikap seolah tidak tahu apapun saat Bianca membalas setiap anak yang menyusahkan Lola, beberapa kali bahkan Salsa menutupi cela yang tidak sengaja Bianca buat.

Barbie's BodyguardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang