BAB 24: Awal dari Akhir
Salsa berjalan di bandara dengan tersenyum. Mendesah beberapa kali, akhirnya dirinya sudah bisa menginjakan kakinya siang ini di Dubai. Lola ikut menghampiri Salsa dan Bianca yang berdiri lebih depan darinya.
"Tapi Sa, kita mau kemana? Emang kamu tau Candy dimana?" Salsa terdiam dan menatap Bianca memelas. Bianca mendesah dan mengambil ponselnya. "Panggilan dari Dubai itu mahal tau" lagi-lagi Salsa akan merasa di peras oleh adik Bianca, bocah kecil yang entah mengapa tahu cara menggunakan otaknya dan situasi tentunya.
Salsa mendesa dan memikirkan tawaran apa lagi yang kira-kira akan diajukan bocah itu padanya. Salsa melirik Bianca dan mengangguk kecil, tidak heran adik Bianca memiliki Sifat seperti itu mengingat begitu juga sifat kakaknya.
"Belum terlamat kan?" Salsa berbisik pelan.
* * *
Candy tersenyum dan sesekali tertawa saat berbincang dengan beberapa wanita yang semalam sempat ditemuinya di pesta. Beberapa dari wanita itu mengajak Candy yang awalnya makan sendirian untuk makan bersama demi menanyakan beberapa pertanyaan.
Pertanyaan seperti mengapa Ryan dari Nars Group tidak meresmikan pertunangan semalam, mengapa Clarisa terlihat tidak bersamanya semalam dan mengapa semua itu terjadi.
Jelas mereka punya putri yang ingin mereka sandingkan dengan si keturunan paling diincar itu. Tentu Candy menanggapi semuanya. Mengatakan bahwa Ryan mengalami kerenggangan hubungan dan hubungan mereka tampak tidak akan bertahan lebih lama. Membuat semua wanita itu senang bukan kepalang, berpikir mereka masih memiliki peluang mendekatkan putri mereka.
"Tapi apa nona Clarisa tidak makan siang disini?" salah satu wanita menggeleng kecil. "Mereka punya mansion disini karena memang tinggal disini. Berapa lama mereka tinggal di Dubai?" Wanita itu bertanya pada temanya.
"Mungkin sekitar sembilan sampai sepuluh tahun" Candy mengangguk kecil dan kembali meminum minumannya sambil sesekali tersenyum. "Pasti mansionnya kaya istana" Salah satu wanita membenarkan dan tertawa mendengarnya.
"Syahlena itu tau betul cara foya-foya. Dia ngebangun istananya sendiri. Dimana itu tempatnya?" salah satu tampak mengingat dan memberitahu informasi yang memang Candy inginkan dengan cuma-cuma. "Bukannya di dekat Mall Financial Canter Rd? Kita bisa langsung liat istana wanita itu dari mall" Candy kembali tersenyum kecil.
"Tapi Candy, selama kamu jadi sekertaris Ryan kamu pernah liat dia datengin wanita lain atau semacamnya nggak?" Candy tersenyum dan tampak mengingat-ngingat. "Selain beberapa wanita yang tidur semalam dengan bos, nggak ada yang lainya. Bos nggak punya hubungan serius semacam itu selain sama nona Clarisa" Wanita-wanita itu kembali dibuat kegirangan.
Candy mengangkat tangannya seolah mengingat sesuatu. "Bos suka yang dadanya gede, makan malam nanti pastiin putri-putri nyonya sekalian sedikit ekspor bagian dada mereka. Mungkin seketika bos bakal berpaling dari nona Clarisa" Wanita-wanita itu mulai riuh saling memuji putri mereka sendiri.
"Baiklah saya permisi nyonya sekalian" Candy membungkuk kecil dan berjalan sambil mencatat sesuatu di google mapsnya. "Lumayan jauh juga" tiba-tiba ada seseorang yang mendekat dan menepuk bokong Candy pelan.
"Lo nggak punya dada yang gede tapi gue suka. Bener-bener yah yang lo omongin itu bikin jengkel tau" Candy tersenyum dan sedikit menjauh dari Ryan. "Bos kalo ada yang lihat saya yang bakal dikeroyok loh" Ryan mendesah kecil.
"Gue bakal balik lagi trus bilang ke emak-emak disana kalo gue pacaran sama lo" Candy sedikit tersenyum dan menatap Ryan tajam. "Jangan sampe bos saya culik lagi nih" Ryan membuat wajah sok takut. "Culik aku dong" Candy mendesah tidak percaya akan sikap Ryan. Gadis itu mempercepat langkahnya, jengkel dengan sikap Ryan yang kekanak-kanakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Barbie's Bodyguard
Teen Fiction"Kalo bego mah bego ajah. Ga usah sok pinter sampe manfaatin orang sana-sini. Dasar sampah" Candy menoleh, murka akan setiap kalimat yang dilontarkan untuknya. Candy menatap Ryan intens, mendekat lalu berjinjit dan menarik kera baju Ryan. Mencium bi...
