Mata Teduhnya

28 3 0
                                        

"haduhhh ra maaf ya aku lupa beliin kamu minum, terus tadi aku juga lupa eh jadi ninggalin kamu lama dehh aku beneran lupa ra... " ucap vina yg sambil mengatur nafasnya karna berlarian menuju kelasnya takut fira akan marah...

"gak salah ini vina minta maafnya sampe kayak gini banget, padahal kenal juga baru tadi belom sampe sehari.."  pikirku dalam hati.

"alfiera kamu marah ya... " ucap vina membuat fira kaget.

" eh engga vina, gak papa aku juga bawa minum kok gak papa beneran.. "

" bener kamu gak marah ra, "

" masyaallah vina aku engga marah, malah aku seneng bisa  punya temen kayak kamu, baru aja kenal tapi udah perhatian banget, makasih ya vin udah care sama aku " ucap fira.

" Hmm fira dede pina jadi terharu dehhh" jawab vina sambil memeluk fira.

"woyy kalian berdua denger gak sih aku ngomong apa tadi... " teriak dito dan membuat fira vina tersentak.

" engga " geleng fira dan vina bersamaan.

" huhhhh cewek mah gini ya " balas dito.

" tadi ngomong apa to" tanya vina.

"gatau lupa "

" gimana sih ganggu orang aja lo" ketus vina.

"itu siapa kamu emmm alira dipanggil kepala sekolah " jawab dito.

" alfira "jawab fira.

" ya itu maksud aku " jawab dito sambil duduk di bangkunya.

" mau di temenin gak ra " tanya vina.

" gak usah vin, udah tau kok dimana tempatnya "

" hehhe aliran cepet tadi pak purba udah marah marah kayaknya gara gara lo deh " ucap dito.

" gak usah di percaya ra dia suka boong " balas vina.

" yaudah vin aku kesan dulu "

" iya ra hati hati awas di tikung cogan " teriak vina.

" eh lo tai, lo bohong kan tadi " tanya vina ke dito.

" hehe '' jawab dito masih dengan cengiran khasnya dan mendapatkan tipukan dari vina.

Fira berjalan terburu menuju ke ruang kepsek ia teringat perkataan dito tadi 
"hehhe aliran cepet tadi pak purba udah marah marah kayaknya gara gara lo deh"

"kenapa ya baru masuk kok udah di panggil,  perasaan dari tadi  gak bikin deh, terus kenapa marah marah? Apa iya itu anak cuma ngerjain, masak baru kenal eh kenalan aja engga udah main ngerjain" pikir Fira.

Brukkk

Ia meringis kesakitan saat hidungnya menabrak dada bidang seseorang sebenarnya tinggi nya tidak terlalu jauh tapi karna Fira berjalan sambil menunduk jadi ia menabrak dada orang tersebut.

"eh maaf maaf " ucap Fira sambil memegang hidungnya.

" gimana sih kamu ini, jalan pake mata, matamu masih lengkap kan apa gak bisa..." bentak damar terpotong ketika ia melihat perempuan di depannya sedang membereskan kertas kertas proposal nya yg jatuh berantakan....

"ini proposal nya, sekali lagi saya minta maaf, dan maaf lagi saya sedang buru buru" jawab Fira dengan lembut.

"ya tuhannn darimana ini orangg, suara lembutnya mata Teduhnya dan stok kata maaf nya yg banyakkk " pikir damar masih dengan Lamunan tatapannya ke Fira.

" heyyy ini, saya sedang buru buru sekali lagi maaf " ucap Fira sambil menyodorkan berkas itu.

"ehh anu Hmm iya"  jawab damar gugup dan hanya mendapat senyuman tipis dari Fira yg sudah meninggalkannya.

"udah gue bentak, gua marah marah, eh masih bisa lembut kayak gitu ya oiya itu hidung gimana kabarnya keras lagi tadi tabrakan nya, yah semoga aja gak papa kalok kenapa kenapa kan aku juga yg repot" gumamnya yg masih setia berdiri di tempat itu.

"huhh damar fokus progja terakhir " ucapnya sambil menghela nafas.

Sesampainya Fira di ruang kepsek ternyata ia tidak di panggil pak purba dan ya dia terkena jabakan dari dito sang ketua kelas, ia kembali ke kelas dan masih memegang hidungnya yg sedikit nyeri akibat tabrakan tadi.

Ia memasuki ruang kelas dan mendapati dito yg sedang nyengir menampilkan gigi rapihnya ia pun hanya menghela nafas kemudian duduk di samping vina.

"suruh ngapain ra? " tanya vina.

" gak dipanggil "

" jadi kamu di boongin sama dito "

" ya gitu lah"

Vina pun melihat ke arah dito yg sedang tersenyum seolah tidak ada permasalahan sama sekali.

"hehe aliran maaf ya, iseng iseng berhadiah hehe" ucapnya sambil tersenyum.

"eh dit kamu kenal sama dia? " tanya vina sambil mengarah kearahku.

"kenal lah namanya aliran kan"  jawab dito.

" lo tuh nya gaada benernya sama sekali. " sentak vina.

" b aja neng"

"udah tau namanya aja engga sok sokan ngerjain, sadar kami itu ketua kelas mana jiwa pemimpin mu hahah... Kalok mau kenalan pake cara yg bagus dong jangan norak gini" cerocos vina lagi.

"kamu tau apa yg kamu lakuin? Kamu tau akibatnya? " tanya Fira.

" nih ya namanya tuh alfira, bukan alirannn cirengggg" potong vina.

"serah gue dong, yg manggil juga gue " ketus dito.

" ya dia punya nama kalik, pikir pake otak "

" udah vinaa gak papa, mending duduk kasian energi mu buat ngurusin dia ini " jawab Fira yg mendapat anggukan dari vina.

" eh kamu jawab pertanyaan ku" tanya Fira ke dito.

"yg mana lagik"

"kamu tau apa yg kamu lakuin? Kamu tau akibatnya? " tanya Fira lagi.

" iya dong tau, bohong itu dosa, gak boleh, orang boong biasanya masuk neraka"

"nah pinter " jawab Fira.

" udah gitu aja "

" lha terus, buat apa ngurusin hidup orang mending kalok berfaedah dapet pahala, udah berfaedah engga buang buang waktu " jeasku.

" kok Fira masih tenang aja ya gak marah coba kalok noh nenek lampir udah jadi perkedel ini mah" gumam dito.

"firaa kamu sakittt" pekik vina.

"engga lah vin sehat gini kok" jawabku.

"kamu sakit apa, pernah mimisan ga"

"engga vina aku gak sakit dan gak pernah mimisan, kenapa emang? "

" kamu mimisann firaa " jawabnya dengan nada tinggi.

Fira pun menoleh ke arah vina yg sedang melihatnya dengan cemas kemudian ia raba hidungnya yg masih terasa sangat nyeri dan ya  darah segar mengalir dari hidungnya.

" vina aku gak pernah mimisan" ucap Fira.

"kamu tadi di jalan gak kenapa kenapa kan? "

" tadi sih aku tabrakan sama orang gatau siapa, terus idungku nyeri ini sampe sekarang"

Damar mendongakkan kepalanya ketika Fira menjelaskan kejadian tadi, ia mendengar pembicaraan vina dan Fira dari awal sampai akhir tapi ia tersentak dengan ucapan Fira ya dialah yg Fira tabrak.

Vina menarik tangan Fira berjalan cepat menuju ruang UKS. Bima melihat Fira sekilas ia merasa ada sesuatu dengan Fira.

"bukannya itu Fira ya, terus kenapa dia lari lari gitu, apa iya dia di buli tapi kayaknya gak mungkin deh di buli... Oh mungkin dia mau ke toilet kalik ya" gumam Bima.

SERENDIPITYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang