Dua puluh tiga

266 17 0
                                        

Davin menenggak Cappucino yang dia pesan tadi dengan sekali tenggakan.

Sekarang, Davin sedang di kafe bersama Aqsal. Biasalah, nongki nongki hensom.

"Sal bawa vape gak?"

Aqsal menggeleng, "Vape gue diambil bokap sial."

"Kok bisa?"

"Gue lupa gak disimpen di laci, keciduk. Tai emang."

Davin tertawa melihat wajah bete Aqsal. Sedingin-dingin nya Aqsal dia masih takut sama ayah nya. Pasal nya, ayah nya itu anggota TNI. Mungkin Aqsal takut di tembak.

Davin mengeluarkan handphone nya dan membuka aplikasi instagram.

Wajah nya seketika menyusut ketika melihat sebuah foto yang di upload oleh Devilo.

Instagram

Instagram

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

4.500 likes

Dave_ilo98 Muka gue nya ketutupan bgst. @QuennaBelva

Lihat semua 2900 komentar

Z_mira Ga ngajak gue anjir @QueenaBelva
DeviloLovers Selingkuh lagi?!
DegemNyaDevilo Kak, bales line aku ihh😭
PrinceDavin33 Berduaan terus lo ajg, ajak2 kek tai @Dave_ilo98 @QueenaBelva

Davin kembali menggulir layar handphone nya sampai ia bertemu dengan post'an Belva yang membuat wajah Davin makin menyusut.

Instagram

Instagram

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

1.435 likes

QuennaBelva Jangan bilang ini pacar gue, ini bokap gue. Yega pih? @Dave_ilo98

Lihat semua 456 komentar

Dave_ilo98 Ganteng begitu dibilang bapak bapak.
Z_mira Bel, line gue bales. Nyontek pr. @QuennaBelva
AqsalAdhlino 😏😏

Aqsal yang menyadari perubahan raut wajah Davin lantas melirik sekilas apa yang ada pada Handphone Davin.

"Ada perasaan apa lo sama Belva?"

Davin mendongak kaget, "Maksud lo apaan sih Sal. Jangan ngawur bego."

"Kita temenan udah lama, gue juga udah tau gimana perasaan lo sama Belva."

Davin diam mendengar apa yang Aqsal ucapkan. Baiklah Davin akui bahwa dia memang menyukai Belva.

Bagaimana tidak? Belva berbeda dengan wanita lain. Kalian tidak akan tau karena kalian tidak pernah bertemu dengan Belva secara langsung. Iyakan?

"Kalau gue suka sama Belva apa gue salah, Sal?"

Aqsal mengangguk, "Salah."

"Dari awal gue gak suka liat kedekatan Belva sama Dave, gue kira cuma perasaan cemburu sebagai sahabat, eh taunya perasaan gue makin gede ke si Belva."

"Kaya anak kecil lo, inget kita udah komitmen buat bersahabat tanpa perasaan lebih."

Davin terdiam. Ucapan Aqsal memang selalu menyadarkan nya, makanya dia menjadikan Aqsal sebagai tempat curhat. Ya walau terkadang Aqsal dingin nya minta di gaplok.

"Kita sahabatan udah lama, lo mau ngancurin persahabatan kita cuma karena cinta lo doang?"

"Tapi bukan nya cinta harus di perjuangin kan?"

"Menurut lo?"

Davin memegang dagu nya, "Iyalah, nanti kalo gue pacaran sama Belva kan jadi kita makin deket. Gak akan ancur lah persahabatan kita."

"Kalo putus?"

"Ya.. gue sama Belva kan bisa putus baik-baik."

Aqsal berdecak, "Kalo emang baik-baik kenapa putus bego? Omong kosong yang selalu dikeluarin orang goblok ya begitu tuh."

Davin menepak kepala Aqsal. Enak aja bilang Davin goblok. Davin pinter kok.

"Terus gue harus gimana?"

"Hapus rasa lo atau lo mati sama gue."

****

Votee!
🐥Chimm.

DeathTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang