"Baru 16 putaran. Masih ada 8 putaran lagi."
Ketiga cowok tersebut terlihat sudah sangat lelah. Terlihat dari keringatnya yang terus saja mengucur, membuat kaos yang mereka pakai sangatlah basah.
Sebelumnya, mereka memang telah melepaskan seragam dan hanya menggunakan t-shirt berwarna putih.
Yang perlu kalian tau, sekarang mereka menjadi tontonan oleh para siswi disini.
Apalagi sekarang jam istirahat. Yang menjadi tontonan bukan karena rok span yang mereka gunakan, tapi t-shirt putih yang mereka pake sekarang sangat membentuk tubuh mereka.
Dan ketiga nya terlihat sexy dengan tubuh yang dipenuhi keringat.
Aqsal dengan kulit putih nya yang sekarang bercucur keringat benar benar membuat para siswi mabuk melihatnya. Apalagi, wajah dingin dan tegas ala Aqsal membuat aura tampan nya semakin terpancar kuat.
Devilo, diakui banyak orang badan Devilo memang yang terbagus di antara kedua teman nya. Lengan nya berotot, tubuh nya terbentuk sempurna, apalagi ditambah perut sixpack yang kini tertampak karena t-shirt putih basah itu.
Davin, Davin yang menjadi sasaran para siswi. Davin terkenal dengan otak nya yang encer dan kali ini.. mereka melihat sisi Davin yang berbeda. Wajah serius Davin kali ini benar benar memabukan. Apalagi, wajah nya yang terbilang tampan dan badan kekar yang dipenuhi keringat saat ini menambah kesan sexy pada Davin.
Tapi mereka tidak pernah menunjukan kelebihan mereka karena menurut mereka, menunjukan kelebihan sama saja seperti cari muka di hadapan umum. Dan mereka tidak menyukai nya.
"Pak saya udah capek!" keluh Davin di sela ngos-ngosan untuk yang kesekian kalinya.
"17."
Pak Tejo terus saja fokus menghitung putaran, tidak mempedulikan keluhan seorang Davin yang lembek.
"Sempit banget sih anjing. Lama lama gue robekin juga nih rok!" geram Devilo.
"Kayak penguin anjir kita lari kayak gini." balas Davin.
"Udah tau capek tapi masih aja ngomong mulu, goblok!" seru Aqsal.
"SEMANGATT GAIS!!" teriak Belva dari pinggir lapangan.
Belva dan Mira bertepuk-tepuk tangan untuk menyemangati Ketiga sahabat nya.
Davin dan Devilo menoleh serempak, lalu tersenyum pada kedua gadis itu.
"18."
Kring kring.
Ponsel Pak Tejo berdering.
"Ada apa Pak?" Tanya Pak Tejo setelah mengangkat panggilan tersebut.
"..."
"Baik Pak Saya kesana sekarang."
Tutt tutt.
"Belva Mira, tolong awasi ketiga teman kalian. Bapak ada keperluan sebentar, jadi kalian lanjutkan menghitung putaran tanpa berbuat curang. Bapak percaya pada kalian."
Belva mengangkat tangan kanan nya dan menyatukan jari telunjuk serta jari jempolnya berbentuk bulat.
"Siap Pak!"
Pak Tejo pun pergi meninggalkan lapangan.
"Pak Tejo kemana Bel?" tanya Davin sembari berlari kecil.
"Katanya ada urusan. Mending lo bertiga sini. Gausah ngelanjutin lari."
"HUAHHH AKHIRNYA!!!" teriak Davin lalu berlari dengan kecepatan kilat menghampiri Belva, disusul dengan kedua sahabatnya.
Mereka pun langsung terdampar di depan Belva dan juga Mira. Nafas nya sangat tidak beraturan.
"Gue mau beli minum dulu buat lo pada." ujar Mira.
"Alhamdulillah! Sahabat kita yang ini sangat memahami keadaan. Makasih banyak Mira. Ah aku jadi makin sayang deh sama kamu." ngawur si Davin, membuat Devilo menoyor pelan kepala pria itu.
"Najis." balas Mira.
Kelimanya terkekeh, kali ini Aqsal termasuk dari salah satunya.
"Yaudah Mir GC beli! Gue udah dehidrasi! Rasanya kayak mau mati!"
"AAMIIN!!!" sorak Davin, Aqsal, Belva dan juga Mira bersamaan ketika mendengar lontaran dari Devilo.
"Emang bangsat lo semua!"
••
Voment~
BlankTae🐯
KAMU SEDANG MEMBACA
Death
Misterio / SuspensoTerjalin persahabatan yg terdiri dari lima anak remaja di suatu sekolah. Persahabatan itu sudah sangat melekat dan sampai pada akhir nya mereka akan mati bergantian secara misterius. Ikuti lah cerita ini untuk mencari si pelaku..
