Dua puluh

257 18 0
                                        

Davin, Devilo, Aqsal, Belva, dan Mira turun dari mobil ketika kendaraan tersebut telah terparkir mantap.

Kelima nya menjadi sorotan para siswa karena lagi dan lagi mereka membuat ulah.

Rambut ketiga cowok tersebut sukses berganti warna. Terutama dengan Devilo maupun Aqsal. Sedangkan Davin? tidak mencolok sama sekali. Bahkan terlihat kalem untuk porsi wajahnya.

 Bahkan terlihat kalem untuk porsi wajahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kok lo beda sendiri sih Vin?" tanya Mira yang baru sadar dengan warna rambut Davin ketika terkena sinar matahari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kok lo beda sendiri sih Vin?" tanya Mira yang baru sadar dengan warna rambut Davin ketika terkena sinar matahari.

"Kok lo beda sendiri sih Vin?" tanya Mira yang baru sadar dengan warna rambut Davin ketika terkena sinar matahari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Beda apaan?"

"Aqsal sama Devilo pada ngejreng warna nya, tapi lo sendiri doang yang warna nya coklat."

"Oh kalo gue mah warna coklat aja biar sama manis nya sama cokelat." jawab Davin dengan cengiran yang cukup lebar.

"Najis!" seru Aqsal dan Devilo bersamaan.

"Btw ortu kalian pada dateng?"

"Gatau Bel. Semalem gue di omelin abis-abisan anjir. Nyokap gue nyerocos panjang bener! Kereta aja sampe kalah panjang nya."

"Apalagi nyokap gue!" timbun Mira.

Belva terkekeh. Lalu Aqsal membuka suaranya.

"Nyokap gue b aja."

"Kalo lo Dave?"

"Bokap gue kayak kesetanan Bel."

"Kesetanan gimana?"

"Ya pokoknya gitu lah. Lo semua pada tau sendiri kan kalo di tubuh dia ada setan nya." jawab Devilo asal.

"Yehh tablo! Kualat mampus lo Dave!" sembur Davin.

"Santuyy."

Mereka berlima pun kembali melanjutkan jalan nya yang tadi sempat terjeda. Namun ketika perjalanan mereka baru saja sampai di koridor, suara tegas Pak Tejo sudah menggelegar memanggil nama kelimanya.

"Ada apa gerangan Bapak Tejo?" tanya Davin ketika Pak Tejo sudah berdiri tepat di depan mereka.

"Bapak kangen sama Belva ya?" tanya Belva.

"Tidak! Ada apa ini dengan rambut kalian bertiga?!"

"Biasalah Pak, namanya juga anak ayam." balas Belva sembari terkekeh pelan.

"Saya sama Belva abis beli 3 anak ayam Pak di pasar senen, lumayan gak mahal-mahal banget harganya Pak." timpal Mira.

"Sudah sudah! Bapak pusing ngurus kalian!"

"Siapa juga yang minta di urus sama Bapak." Jawab Aqsal datar.

"Sudahlah! Dimana orang tua kalian?"

"Di rumah." jawab Belva.

"Kasur." jawab Davin.

"Kantor." jawab Devilo.

"Kamar." jawab Aqsal.

"Dapur." dan terakhir Mira.

"Kalian ini benar-benar sudah kelewatan! Bapak memberikan kalian perintah untuk menyampaikan surat panggilan orang tua!"

"Iya Pak.. Davin juga tau, Davin udah kasih ke emak. Buktinya Davin ampe di omelin panjang kali lebar. Sekolah ini aja sampe kalah Pak lebarnya."

"Kalau begitu kenapa orang tua kamu tidak datang kesini?!"

"Bapak masih ngigo ya?" tanya Belva.

Davin menganggukkan kepala nya beberapa kali. "Iya nih Bel, kayaknya Pak Tejo belum sepenuhnya sadar."

"Nyawa belum kekumpul." Tambah Mira.

"Maksud kalian apa?! Kalian mau Saya hukum lagi?"

"Di surat nya ortu suruh dateng jam 9." Aqsal kembali membuka suara.

"Sedangkan sekarang baru jam 7 kurang." timpal Devilo.

"Jadi sebenernya maksud Bapak tuh apa? Bapak mau kita hukum lagi?" ucap Davin membalikkan perkataan Pak Tejo.

"DAVIN!!" teriak Pak Tejo sangat tegas.

"APAA???"

••

kalo garing tinggal basahin aja ya😫
•🐯BlankTae

DeathTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang