Shin Hye menerima siksaan dan rasa benci orang-orang untuk dosa yang tidak pernah diperbuatnya. Mengapa bisa begitu? Apa lantaran Shin Hye bukan berasal dari level yang sama maka Shi Yun memperlakukannya dengan seenaknya? Yong Hwa pun sama saja menurut Shin Hye. Menikah dengan Yong Hwa ibarat keluar dari mulut harimau masuk ke mulut singa, maka Shin Hye memilih tetap tutup mulut meski hari-harinya harus ditebus dengan deraan dan siksaan fisik yang dilakukan Yong Hwa padanya. Sebab sesungguhnya ia memegang rahasia besar keduanya. Shin Hye hanya menunggu waktu yang tepat dan terbaik untuk melihat keduanya menuai akibat. Chan Hee menghela napas. Sungguh menakutkan memasuki gerbang kedewasaan bila melihat potret kehidupan seperti yang dipertontonkan mereka. Kuduknya meremang. Dan dirinya menjadi satu-satunya orang yang mengetahui tentang fakta itu saat ini, sebab Shin Hye mengancam Shi Yun tepat di depan matanya. Lalu apa yang harus ia lakukan? Apa jika ia tetap terdiam akan membantu ayah dan kakaknya? Chan Hee mengusap wajahnya.
🎃Shin Hye melihat daftar panggil di dalam smartphone-nya. Beberapa kali panggilan dari nomor Yong Hwa, lebih banyak lagi panggilan dari nomor kontak Shi Yun. Bahkan yang terakhir dan terlihat panggilan itu disahuti, adalah dari Shi Yun. Lalu siapa yang menyahutinya? Apa Yong Hwa? Shin Hye menutup laman itu dengan kecut. Ia kemudian melangkah mendekati lemari. Sebuah box kecil yang ia letakan di belakang tumpukan baju, ia bawa keluar. Di dalam box itu tersimpan 2 buah senjata-nya. Sebuah chip yang sudah ia persiapkan untuk membongkar Shi Yun di pesta dan flashdisk yang ia ambil dari brankas Yong Hwa. Itulah bukti kejahatan kedua bersaudara itu. Shin Hye lalu memasukan chip yang salinannya sudah ia bawa-bawa itu ke dalam smartphone-nya, kejadian di hari Shi Yun mabuk dan menolak menyerahkan kemudi padanya terekam jelas. Jalanan yang diguyur hujan membuat ban mobil terasa licin menginjak aspal, dan ketika sebuah mobil besar tergelincir dari arah berlawanan Shi Yun kesulitan menginjak rem untuk menghindari bertabrakan dengannya. Ia membantingnya serta merta ke bahu jalan dan karena kondisinya mabuk ia tidak melihat orang di bahu jalan meski Shin Hye sudah berteriak-teriak memberitahu.
"Ada orang, Oppa. Hentikan!" teriak Shin Hye.
Tapi Shi Yun tidak mempedulikan. Entah karena kesadarannya yang tengah dikuasai alkohol, sehingga refleksitasnya tidak berjalan. Akhirnya ujung mobilnya menabrak sesosok tubuh yang tengah berada di bahu jalan dan menyeretnya sampai terlempar agak jauh. Siapa menduga sosok itu adalah Soo Ji.Setelah itu Shi Yun pun melarikan diri, di dalam rekaman blackbox terekam Shin Hye yang menjerit-jerit dan menyuruh Shi Yun supaya menghentikan lari mobilnya untuk melihat korban. Tapi Shi Yun lagi-lagi tidak memperdulikan. Ia terus berlari. Dan justru semakin lari karena ketakutan. Setelah jauh ia menepi lalu meminta bertukar tempat. Saat Shin Hye berada di belakang kemudi itulah polisi yang tengah berpatroli menangkapnya. Shin Hye tidak bisa mengelak saat di gelandang ke kantor polisi sebab bantahannya ditepis Shi Yun. Untuk selanjutnya Shi Yun pun memiliki bukti Shin Hye-lah yang menyambar tubuh di bahu jalan itu sehingga vonis 3 tahun penjara dijatuhkan kepadanya. Bukti itu tak lain rekaman blackbox mobil yang telah dilakukan sejumlah rekayasa, sehingga seolah Shin Hye yang memegang kemudi saat menyambar tubuh Soo Ji.
Saat itu Shin Hye tahu Shi Yun telah menjadikannya tumbal. Namun Shi Yun mengatakan menyesal dan terpaksa melakukannya, ia pun berjanji akan menjamin kehidupan kedua orangtuanya, Shin Hye hanya menggantikannya untuk mendekam di dalam penjara.
"Aku tidak sengaja menabraknya, Shin Hye-ya. Aku sama sekali tidak bermaksud membunuhnya. Tapi dia tidak tertolong. Dan dia bukan orang lain, dia gadis yang kukenal sejak kecil. Tolong lindungi aku, Shin Hye-ya!" demikian Shi Yun menghiba kala vonis untuk Shin Hye telah dijatuhkan dan Shin Hye siap dibawa ke rumah tahanan. Shin Hye tidak bersuara.
"Aku akan bertanggung jawab atas kedua orangtuamu, kau tidak perlu khawatir. Kau hanya perlu menggantikan tempatku disel."
Status Shi Yun yang kala itu adalah kekasihnya membuat Shin Hye bersedia dijadikannya kambing hitam. Dirinya kemudian yang menerima hukuman atas kesalahan Shi Yun melenyapkan nyawa Soo Ji. Meski tidak disengaja.Di dalam penjara Shin Hye mendapat pencerahan dari sesama narapidana, jika keluar nanti ia harus mencari rekaman blackbox asli saat kejadian.
"Kau sudah menggantikannya dengan mendekam disini, kau harus punya senjata jika dikemudian hari dia akan menjadikanmu kambing hitam lagi. Kau jangan percaya sepenuhnya terhadap kekasih seperti itu." nasehatnya seakan tahu pasti dengan tabeat orang-orang seperti Shi Yun.
Maka itulah yang ia lakukan setelah keluar dari penjara. 3 tahun bergaul dengan para pesakitan di dalam sel membuatnya waspada dengan orang di sekitarnya. Karena instingnya untuk menjaga diri itu pula-lah yang membuatnya mengamankan flashdisk yang ia temukan di dalam brankas Yong Hwa. Dan di tangannya sekarang ada 2 bukti kunci untuk menjatuhkan mereka berdua. Shin Hye kemudian menyalin isi kedua benda itu ke dalam smartphone-nya. Salah satunya dari kedua bukti itu pasti akan menyelamatkannya.
🎃Semalaman Shi Yun gelisah setelah mendapat ancaman dari Shin Hye. Hatinya yang sudah gembira berubah gamang. Semalam setelah Shin Hye memutus pembicaraannya, ia langsung menghubungi pengacaranya. Dan ia mendapatkan jawaban menyesakan dari pengacaranya itu.
"Nn Park memang bertanya tentang teknisi yang mengambil blackbox mobil Tn Yun saat kejadian kecelakaan Nn Soo Ji. Dan aku memberitahunya karena Tn mengiyakan saat itu bukan?" jelasnya.
"Dasar bodoh! Itu rahasia kita, Chang Min-ah." damprat Shi Yun.
"Nn Park sudah menebus kesalahan yang Tuan lakukan, apa lagi yang dikhawatirkan? Dia itu hanya gadis penurut dan kekasih yang baik, begitu bukan yang Tuan katakan padaku?"
"Kau memang bodoh! Harusnya kau lebih waspada bila aku lengah. Sekarang karena kau sama teledor ini akibatnya." Shi Yun mencak-mencak.
Chang Min hanya melongo dan mengumpat setelah sadar. Kau yang bodoh tidak waspada. Syukurin! Bukti kunci itu sekarang sudah di tangan orang yang seharusnya memegangnya. Itulah buktinya bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna. Dan kelalaian itu kau sendirilah yang membuatnya. Dasar penjahat!Maka seharian itu Shi Yun hanya memandangi dokumen yang berisi sejumlah kesalahan Yong Hwa dan lepasnya Sky Company dari Ga Hong. Tidak bisa dipungkiri ia takut dengan ancaman Shin Hye semalam. Dan ia terkejut kala pintu ruangannya tiba-tiba dibuka dari luar. Segera dimasukannya amplop itu ke dalam laci meja. Tapi mata ayahnya yang memasuki ruangannya itu melihat gerakannya dan matanya tidak lepas dari amplop itu.
"Apa yang kau sembunyikan itu?" tanyanya seraya menghampiri.
"Aniya, bukan apa-apa, Abeoji." senyumnya sekuat tenaga berusaha menyembunyikan. Namun lelaki paruh baya itu sudah kadung penasaran. Terlebih ia mendengar anaknya baru masuk kantor beberapa saat lalu, bukan sejak pagi tadi. Maka ia ingin mengkonfirmasinya. Tapi saat ia sengaja mendatanginya bukan sedang bekerja melainkan sedang bersikap penuh rahasia. Dengan sangat berkuasa akhirnya ia berhasil merebut amplop yang disembunyikan Shi Yun itu.Sambil mata membelalaki anaknya ia membuka amplop, Shi Yun membuang wajah sambil mata terpejam. Mula-mula reaksi Tn Yu biasa saja melihat lembaran demi lembaran itu, tapi lalu keningnya mengernyit... Dan ia menatap putranya dengan raut kaget.
"Apa maksudnya ini semua?" tanyanya meminta klarifikasi.
"Itu dokumen lepasnya Sky di Jepang yang sebenarnya, berkaitan erat dengan penganiayaan yang Yong Hwa lakukan terhadap seorang pria Jepang hingga meninggal. Sky lepas bukan karena dilikuidasi tapi diberikan Jung Samchun untuk menutup mulut keluarga korban." jelas Shi Yun singkat.
"Mwoga...? Apa katamu?" Tn Yu menatap lagi dokumen-dokumen itu, melihat kebenaran yang diocehkan anaknya. Shi Yun mengusap wajahnya. Dengan terungkapnya isi dokumen itu, kejahatan besarnya pun akan terkuak. Sebab itu yang Shin Hye ancamkan kepadanya.TBC

KAMU SEDANG MEMBACA
DARK LOVE
RomanceApa jadinya jika pernikahan yang dijalani berlandaskan niat untuk membalas dendam...? Mudah diramalkan, pernikahan tidak bahagia. Pernikahan seperti itulah yang dijalani Park Shin Hye dengan Jung Yong Hwa, suami yang dijodohkan kepadanya. Pernikahan...