Beberapa jenak Yong Hwa terdiam, tangannya lalu mengambil lagi smartphone ayahnya. Kemudian diputarnya lagi rekaman itu, matanya melihat dengan seksama sejak awal hingga akhir. Setelah selesai ia lalu terpejam seraya menjatuhkan kepala ke sandaran kursi, wajahnya tampak seperti menahan tangis. Tangannya pun terlihat menyeka ujung-ujung matanya. Masih tanpa suara kemudian ia berdiri, melangkah ke arah pintu. Meninggalkan ruangan ayahnya begitu saja. Presdir Jung hanya menatapnya, tidak mengusik. Ia memahami apa yang dirasakan anaknya tersebut.
Yong Hwa tidak kembali ke ruangannya, melainkan lurus ke arah lift menuju basement. Ia kemudian membawa mobilnya meninggalkan kantor. Kepalanya lama-lama terasa panas. Ayahnya tadi mengatakan rekaman itu dikirim oleh Shin Hye, berarti sumbernya dari ponsel Shin Hye. Tiba-tiba Yong Hwa menancap gas sekuatnya membuat mobilnya seketika seperti melayang. Dengan tergesa ia menuju rumahnya.
Shin Hye yang sedang mengurus bunga-bunga di halaman terkaget dengan kepulangannya yang cepat. Ada apa? Apa sesuatu terjadi? Shin Hye segera meletakan gembor yang tengah dipegangnya untuk menyambut kepulangan Yong Hwa yang tidak biasanya ini. Yong Hwa tidak melepas lagi pandangannya dari Shin Hye begitu dilihatnya istrinya itu berdiri di teras. Seraya membuka pintu mobil ia terus menatap dengan tatapan tajam.
Apa yang terjadi? Tatap mata itu tatap marah dan benci yang tak terperi. Semakin dekat tatapan Yong Hwa semakin tajam.
"Oppa sudah pulang?" tanya Shin Hye kikuk.
"Dimana ponselmu?" Yong Hwa balas bertanya begitu garang.
"Ponsel?"
"Nde, dimana kau letakan ponselmu?" tanyanya sambil melangkah ke dalam rumah. Shin Hye segera mengikutinya.
"Untuk apa ponselku?" Shin Hye tidak paham.
Yong Hwa tidak menjawabnya, tapi langkahnya sangat tergesa menuju kamar Shin Hye. Ia mencari-cari smartphone disana.Di atas meja di dalam kamar Shin Hye ia menemukannya. Ia lekas menyambarnya.
"Untuk apa ponselku, Oppa?" lagi tanya Shin Hye seraya menyusulnya.
Tanpa menjawab Yong Hwa mulai membuka ponsel yang bukan miliknya itu. Di widget gallery ia mencari salinan rekaman blackbox tentang penabrakan yang tadi dilihatnya di smartphone ayahnya.
Melihat itu Shin Hye berusaha merebut smartphone-nya itu. Namun Yong Hwa menepisnya.
"Apa yang sedang Oppa cari sebenarnya?" tanya Shin Hye penasaran.
"Kau yang telah mengirim rekaman blackbox mobil Shi Yun Hyung saat kecelakaan itu terjadi." tukas Yong Hwa.
"Nde." jawabnya, sambil akhirnya ia membiarkan yang Yong Hwa lakukan.
"Ini dia rekaman itu." Yong Hwa menemukannya. "Sudah berapa lama kau menyimpan rekaman ini?" interogasinya sangat galak seperti terhadap penjahat.
"Sejak aku keluar dari penjara." Shin Hye pun menjawab tanpa takut kali ini. Ia mulai paham Yong Hwa nampaknya sudah melihat rekaman itu sehingga sekarang dia tahu siapa sebenarnya yang telah menabrak Soo Ji.
"Selama itu dan kau diam-diam saja?" belalak Yong Hwa kesal.
Shin Hye diam.
"Apa sebenarnya yang kau rencanakan dengan tetap menyembunyikan rekaman itu?" lanjutnya. Shin Hye tetap diam.
"Apa kau ingin membuat aku tampak buruk dan begitu jahat padamu?" tuduhnya berteriak. Shin Hye seperti tadi hanya diam.Yong Hwa lalu menatap lagi layar smartphone di tangannya, ia akan menutup aplikasi itu tapi matanya tertuju pada rekaman lain disana. Jarinya lantas menyentuh untuk memutarnya. Dan alangkah terkejutnya sebab rekaman itu adegan penganiayaan di sebuah Pub dimana pelakunya adalah dirinya. Ya, rekaman itu rekaman CCTV dirinya
"Apa lagi ini?" tanyanya begitu syok.
Di dalam widget itu sedikit sekali Shin Hye menyimpan foto bahkan hanya ada 2 video itu saja yang tersimpan disana. Bukan saja karena memori-nya yang terbatas, tapi Shin Hye hanya memyimpan yang penting-penting saja.
"Itu rekaman CCTV di sebuah Pub di Jepang." tukas Shin Hye.
"Dari mana kau mendapatkan ini?"
"Dari flashdisk yang aku ambil di dalam brankas Oppa." tuturnya pula tanpa takut.
"Mworagu? Brankasku? Maksudmu kau membuka brankasku?" belalak Yong Hwa.
"Nde." angguk Shin Hye.
"Kau..." Yong Hwa speechless. "Kau berani membuka brankasku?" tanyanya lagi.
"Kode sandinya adalah tanggal kematian ibu kandung Oppa yang tertulis di belakang fotonya." tambah Shin Hye semakin berani.Selanjutnya Yong Hwa tidak mampu berkata-kata lagi. Berbagai rasa terakumulasi di dalam otaknya, membuatnya tidak bisa melakukan apa pun. Selain berekspresi mata memejam dengan kedua tangan terkepal.
"Mianhe, karena aku butuh itu untuk melindungi diriku." desis Shin Hye. Membuat Yong Hwa akhirnya meletakan smartphone Shin Hye sekenanya. Lantas kembali melangkah memburu mobilnya, kembali meninggalkan rumah pergi entah kemana.
Yang paling membuatnya sangat terpukul dan merasa demikian kerdil, Shin Hye mengetahui kejahatannya namun tetap menyembunyikan itu untuk melindunginya. Yong Hwa membawa mobilnya ke tepi sungai Han. Di bawah jembatan ia terduduk di belakang kemudi seraya menelungkupkan wajah ke atas setir. Bahunya terguncang. Ia menangis.Shin Hye sesungguhnya sudah tahu kejahatan yang dilakukannya, namun ia tetap menyimpannya. Tetap menyembunyikannya dari Shi Yun yang begitu kalap ingin menyerangnya. Dan sedikit pun tidak melawan dengan kekerasan fisik yang selalu ia lakukan. Apa sebenarnya yang sedang dilakukannya? Sikap mengalahnya selama ini membuat Yong Hwa merasa jadi menusia paling jahat sepanjang hidup. Kemarahan dan rasa benci yang senantiasa ia tunjukan setiap hari untuk tujuan membalas dendam, nyatanya dibayar Shin Hye dengan melindunginya. Shin Hye menelan segenap hinaan dan serapah yang terhambur dari mulutnya baik yang disengaja atau pun tidak setiap saat. Yong Hwa atau pun ayahnya tidak pernah menganggapnya manusia, sebab selalu memperlakukannya dengan buruk. Padahal sedikit pun Shin Hye tidak berdosa untuk menerima kebencian dan perlakuan buruk mereka. Sebab yang telah menabrak Soo Ji itu ternyata juga bukan dirinya. Tetapi Shi Yun. Memfitnah sekaligus memenjarakannya.
Yong Hwa sulit menghentikan tangisnya karena mengingat semua kelakuan jahatnya terhadap Shin Hye selama ini. Justru dirinyalah yang telah begitu jahat. Jelas-jelas membunuh orang yang tidak berdosa, lalu bersikap seolah tidak bersalah. Berlindung dibalik kekuasaan ayahnya dengan melakukan kecurangan. Mengkhianati perusahaan. Saat ini Yong Hwa merasa betapa dirinya sangat kotor dan menjijikan.
Setelah beberapa saat tersedu, ia menghapus wajahnya dengan tissue. Lalu membuka kaca mobil. Membiarkan angin sungai Han menerpa wajahnya.
🎃Pukul 11 malam, Shin Hye melirik lagi jam yang berdiri angkuh di sudut ruangan. Yong Hwa masih belum pulang. Mungkin dia akan datang diantar lagi sopir pengganti dan dalam keadaan mabuk. Apa sebenarnya yang telah terjadi di kantor Ga Hong? Apa video rekaman blackbox yang ia kirim kepada ayah Shi Yun sudah menyebar diantara dewan direksi Ga Hong? Apa itu yang membuat Yong Hwa memeriksa smartphone-nya tadi? Mencari sumber dari mana video itu berasal. Yong Hwa marah tadi, saat tahu Shin Hye menyimpan rahasia itu. Jika Yong Hwa tidak lekas pergi tadi, Shin Hye ingin menjelaskan mengapa ia harus merahasiakan keberadaan salinan rekaman blackbox mobil Shi Yun tersebut.
Bukan sengaja ingin merahasiakannya, namun karena Yong Hwa tidak memberi dirinya kesempatan untuk menyampaikannya. Yong Hwa setiap hari berjibaku dengan kemarahan dan hasrat untuk membalas dendam kepada Shin Hye, membuat Shin Hye memilih menutup mulutnya dengan rapat. Ia bahkan berencana untuk membawa rahasia itu hingga mati. Dan sekarang tak urung dirinya membuka rahasia itu. Dalam kondisinya yang sudah terdesak untuk menyelamatkan pria itu dan ayahnya. Atau tepatnya bukan menyelamatkan, namun membuat keadilan. Yong Hwa dan ayahnya sebaiknya memang mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah berkhianat terhadap perusahaan. Begitu pula Shi Yun. Sebab Shi Yun yang memulai. Itu keadilan yang diinginkannya.
Seharusnya Shi Yun tidak memulai mengusik Yong Hwa, maka Shin Hye pun tidak akan bereaksi. Semuanya sudah merupakan jalan Tuhan. Kebaikan dan kejahatan tentu tidak akan tertukar. Sedangkan bila ditanya alasan Shin Hye tidak menolak menikah dengan Yong Hwa. Adalah untuk membersihkan nama baiknya. Shin Hye harus memasuki kehidupan Shi Yun dan mencari celah mengembalikan apa yang sudah Shi Yun lakukan terhadapnya. Dan dengan menjadi istri Yong Hwa, Shin Hye mempunyai peluang itu.
TBC

KAMU SEDANG MEMBACA
DARK LOVE
RomanceApa jadinya jika pernikahan yang dijalani berlandaskan niat untuk membalas dendam...? Mudah diramalkan, pernikahan tidak bahagia. Pernikahan seperti itulah yang dijalani Park Shin Hye dengan Jung Yong Hwa, suami yang dijodohkan kepadanya. Pernikahan...