24

789 153 10
                                    

Shin Hye memapah Yong Hwa ke dalam kamarnya. Menidurkan di atas kasur, kemudian melepaskan coat, dasi dan jas yang membungkus tubuhnya, terakhir melepas sepatu. Selama itu tidak henti mulut Yong Hwa terus berceracau.
"Mianhe, Shin Hye-ya. Aku minum terlalu banyak. Aku stress. Abeoji mengatakan aku harus bersiap masuk penjara, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku membunuh orang. Aku akan menjadi narapidana sama denganmu." ocehnya.
Shin Hye yang tengah melepaskan kaos kaki menghentikannya.
"Apa Shi Yun Oppa sudah melaporkannya kepada dewan direksi dan para pemegang saham?" tanya Shin Hye.
"Aniyo. Yun Samchun terlebih dahulu datang kepada Abeoji, dan menyuruh Abeoji mengundurkan diri dari posisi presdir untuk digantikan olehnya. Tapi Abeoji menolak. Abeoji memilih diturunkan oleh rapat para pemegang saham."
"Dan kapan Shi Yun Oppa atau ayahnya akan melapor kepada dewan direksi atau para pemegang saham?"
"Molla. Tapi pasti tidak lama lagi."
"Apa Oppa takut masuk penjara?"
"Eoh, aku takut. Tapi bukan penjara yang lebih kutakutkan, Abeoji yang akan kehilangan posisinya, itu yang sangat aku khawatirkan. Aku sangat bersalah kepada Abeoji, Shin Hye-ya." ujung mata Yong Hwa terlihat meneteskan air.

Beberapa jenak Shin Hye hanya menatapnya, lalu ia meraih tissue untuk menyeka air mata itu.
"Apa tidak ada cara untuk menghentikannya, Oppa?" tanyanya.
"Ani. Kesalahan Abeoji sangat fatal melepaskan anak perusahaan Ga Hong hanya untuk menutupi kesalahanku."
"Jika Abeoji dan Oppa harus turun dari posisi sekarang, siapa yang sebaiknya menggantikan? Apa Shi Yun Oppa dan ayahnya?"
"Aniyo. Yun Samchun orang yang sangat korup, begitu pula Shi Yun Hyung selalu berusaha mencurangi perusahaan. Aku pernah beberapa kali menggagalkannya. Jika posisi presdir harus diganti, para pemegang saham boleh menunjuk siapa pun tapi bukan Yun Samchun." tukas Yong Hwa.
Jika kondisinya sedang mabuk seperti ini Yong Hwa justru lebih normal, dapat diajak bicara dengan baik. Entah karena benaknya sedang sangat kacau dan dia butuh berbagi dengan seseorang. Sedari awal pun Shin Hye melihatnya tidak punya teman.
Setelah melepas kaos kaki dari kedua kakinya, Shin Hye menarik selimut untuk ditutupkan ke tubuh Yong Hwa.
"Oppa sebaiknya tidur, aku akan ambilkan minuman tonik untuk Oppa minum bila bangun nanti." ucapnya seraya memunguti coat dan jas yang terserak di lantai. Tangannya lalu menggeledah setiap saku untuk mengambil smartphone Yong Hwa. Setelah benda itu didapatkannya ia berlalu dari kamar itu.

Terlebih dahulu mengantarkan minuman tonik dan meletakannya di samping tempat tidur, setelah itu Shin Hye langsung memburu kamarnya. Dari smartphone Yong Hwa, ia memindahkan beberapa nomor kontak, kemudian menyimpannya di dalam smartphone-nya. Beberapa nomor petinggi Ga Hong dan pemegang saham berpengaruh.
Jika masalahnya hanya itu sebenarnya mudah diatasi, Shin Hye bisa membuat Shi Yun dan ayahnya tidak mendapatkan posisi yang ditinggalkan ayah Yong Hwa. Tanpa menunda waktu ia langsung mengirimkan sesuatu kepada nomor kontak Tn Yun.

Tn Yun yang sudah bersiap rebah di atas pembaringan tidak menghiraukan bunyi notifikasi pesan masuk pada awalnya, tapi benda itu berbunyi lagi menandakan pesan kedua menyusul. Tak ayal ia penasaran. Maka diraihnya pula alat komunikasi itu. Sebaris nomor tanpa nama tampil di layar. Ia kian penasaran. Dibukanya pesan apa dan siapa yang mengirimnya. Sebuah rekaman video dan sebaris pesan.

Annyong-hasmikha, Yun Sajang-nim. Video ini yang akan segera dilihat para pemegang saham dan direksi Ga Hong bila Anda berani melaporkan dokumen yang ada pada putra Anda.

Demikian bunyi pesan itu yang membuat Tn Yun menyentuh layar smartphone untuk melihat rekamannya.

Rekaman dari blackbox sebuah mobil, terlihat wajah Shi Yun duduk di belakang kemudi dan seorang gadis di sebelahnya. Mobil yang dikemudi oleh Shi Yun tersebut berlari kencang, terdengar beberapa kali gadis itu mengingatkan supaya Shi Yun menurunkan kecepatan, bahkan meminta berganti tempat, namun tidak dihiraukan. Sekian menit berselang tiba-tiba Shi Yun membantingnya ke bahu jalan dan terdengar teriakan si gadis yang memberitahukan ada orang di depan serta menyuruhnya berhenti. Tapi seperti sebelumnya Shi Yun tidak hirau.

Rekaman berdurasi sekitar 30 menit itu nampaknya rekaman asli pada saat kejadian. Bagaimana ujung mobil itu menyambar tubuh korban dan menyeretnya cukup jauh, serta ketidak-pedulian sang pengemudi, padahal gadis yang duduk di sebelahnya tak henti memberitahukan hingga berteriak-teriak. Tn Yun sendiri sampai tidak tega melihatnya dan mengutuk kelakuan Shi Yun yang biadab. Wajah Tn Yun pucat usai melihat rekaman itu. Istrinya yang baru memasuki kamar bingung melihatnya.
"Whe geudaeyo, Yeobo? Apa ada kabar buruk?" tanyanya cemas.
Tapi Tn Yun tidak menjawab. Ia turun dari tempat tidur menuju meja kecil dan meneguk air yang ada di sana.
"Apa yang terjadi?" istrinya penasaran. Tn Yun tanpa suara menyerahkan smartphone-nya, menyuruh istrinya melihat sendiri.

Istrinya itu kemudian melihat apa yang dilihat suaminya, dan matanya melotot lebar.
"Mwoya ighe? Ini Shi Yun. Rekaman apa ini, Oppa?" tanyanya tidak paham.
"Itu kejadian 3 tahun lalu saat Shi Yun menabrak Soo Ji." jawab Tn Yun.
"Mwo...? Shi Yun menabrak siapa?" dia semakin tidak paham.
"Soo Ji mengalami kecelakaan Shi Yun-lah yang menabraknya."
"Maldoandwe. Tidak mungkin Oppa. Sudah jelas Soo Ji ditabrak seorang perempuan."
"Itu rekaman aslinya, yang menabrak sebenarnya adalah Shi Yun, Yeobo."
"Aniyo, maldoandwe." gelengnya tetap tidak percaya.
"Wanita itu mengancam akan menyebarkan rekaman itu bila dokumen tentang kejahatan adikmu dilaporkan kepada para pemegang saham dan direksi." jelas Tn Yun.
"Memang siapa wanita itu?"
"Istri Yong Hwa."
"Ah..." Ny Yun menjatuhkan bahunya ke sandaran kursi dengan lemas.

Sementara Tn Yun seperti teringat sesuatu, ia segera melangkah ke arah pintu meninggalkan kamar tidur menuju kamar kerjanya. Ia berpikir apa yang bisa dilakukannya terhadap wanita itu. Ia lalu menekan nomor kontak si pengirim video baru saja. Namun Shin Hye tidak menerimanya. Sekali lagi, sama. Berulang kali, Shin Hye seperti memberlakukan mode sunyi pada smartphone-nya. Akhirnya Tn Yun menulis pesan.

Siapa kau?

Shin Hye menjawabnya segera.

Aku Park Shin Hye, yang duduk di samping Tn Yun Shi Yun di dalam mobil itu. Akulah yang telah menggantikan putra Anda mendekam di dalam penjara.

Kau tahu, aku bisa melakukan sesuatu kepada orangtuamu

Ancam Tn Yun.

Bila Tuan berani menyentuh keluargaku, maka saat ini juga aku bisa mengirimkan video itu kepada seluruh nomor kontak para pemegang saham Ga Hong dan direksi.

Apa sebenarnya yang kau inginkan?

Aku sudah merahasiakan selama 3 tahun video ini, dan menggantikan putramu selama 3 tahun hidup di dalam penjara. Sekarang aku minta Tuanpun merahasiakan dokumen yang ada pada Tuan Shi Yun. Biar hanya Anda berdua saja yang tahu.

Itu tidak mungkin. Kejahatan yang dilakukan presdir Ga Hong tidak bisa ditolerir. Tidak ada pilihan baginya selain turun dari jabatannya.

Nde, kejahatan putra Anda pun sama tidak bisa ditolerir, maka aku menuntut dia untuk juga mempertanggungjawabkan perbuatannya. Aku bisa mengabarkan ini kepada kedua orangtua korban...

Tn Yun terdiam sejenak. Hatinya kesal tak terkira. Siapa wanita ini? Tiba-tiba ada dan mengacaukan rencana indahnya untuk mendepak adik iparnya dari tampuk pimpinan Ga Hong.

Apa kita bisa bertemu? Aku ingin membuat kesepakatan denganmu.

Aniyo. Tidak akan ada kesepakatan yang lain diantara kita, selain Tuan mematuhiku atau rekaman video itu tersebar...

Kau sungguh wanita licik...

Benar, karena putra Anda-lah yang mengajariku. Tanpa merasa berdosa dia melimpahkan kesalahan padaku hingga aku yang harus menanggung derita. Saat ini jika dia ingin Tn Yong Hwa menebus dosanya, maka dia pun harus menebus dosa yang telah dia lakukan pada Nn Soo Ji. Dengan senang hati aku akan melaporkannya kepada Tn Baek.

Hentikan! Jangan bertindak sekehendak hatimu.

Geurae. Maka musnahkanlah dokumen itu!

Cecar Shin Hye balas mengancam. Tn Yun tidak membalasnya lagi. Shin Hye menatap layar smartphone-nya, namun ia tunggu hingga 3 menit, 5 menit... tidak ada lagi balasan apa pun. Ia lalu meletakannya di atas meja, dan dirinya rebah di atas kasur. Ia memejamkan mata. Tidur.
🎃

TBC

Aih... manis'y sikap Hyunbin yg sabar ngadepin Shinhye meladeni fans saat pre-premier MOTA😍😘

Joa... joa... joa...👍👍

DARK LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang