3

1K 181 18
                                    

Hari itu Yong Hwa datang ke kantor tidak mengenakan sepatu, ia memakai sandal. Dengan jalannya yang terpincang-pincang. Semua orang yang berpapasan dengannya menatap kakinya yang berbalut verban. Ada juga yang bertanya. Keluar dari lift ia bertemu dengan Shi Yun yang juga baru keluar dari lift sebelah. Sebelum terdengar berkomentar terlihat seringai miring di bibirnya.
"Sepertinya dia sedang berusaha membunuhmu. Nampaknya sebelum kau yang berhasil membunuhnya, dia duluan yang akan membunuhmu." ceracaunya langsung membuat Yong Hwa emosi, tapi karena baru masuk kantor lagi setelah absen 2 hari dan malu dilihat karyawan, Yong Hwa memilih diam.
Tanpa mempedulikannya langkahnya lurus menuju ruangannya. Namun sebelum mendorong pintu, Yong Hwa menemukan sepasang mata ayahnya yang tajam kepadanya. Yong Hwa menghentikan langkah. Mata ayahnya menyapu sekujur tubuhnya, dan berhenti lama pada kaki.

"Dokter Lee bilang kakimu tertusuk pecahan kaca cukup dalam. Apa yang terjadi? Apa itu ulah wanita itu?" terdengar ayahnya bertanya sinis.
"Aniyo. Ini ulahku." tepis Yong Hwa.
"Kau tidak harus menutupinya, bagaimana pun dia itu telah membunuh orang."
"Tapi dia tidak akan membunuh suaminya sendiri." Yong Hwa menatap mata ayahnya galak.
"Dengan bangga kau menyebut dirimu sebagai suaminya. Baru tahu nanti kau atau dia yang terbunuh di rumah itu." tuduh ayahnya membuat Shi Yun yang turut mendengar menguakan senyum.
Yong Hwa menuding Shi Yun yang berlalu di belakangnya sampai sosoknya hilang.
"Abeoji tidak perlu mengkhawatirkan keselamatanku. Tapi berhati-hatilah dengan ucapan Abeoji sendiri. Jika selalu menyinggungnya seperti ini, bukan tidak mungkin orang-orang akan mengetahuinya nanti. Bukankah Abeoji ingin menyembunyikannya?" sindir Yong Hwa tajam.
"Ceraikan dia dan cari gadis baik-baik yang pantas untuk mendampingimu sebelum semua orang tahu, Yong Hwa-ya! Abeoji tahu kau hanya ingin membalas terhadap Abeoji. Kau tidak perlu melakukannya!"
"Kita sudah bahas masalah ini belasan bahkan puluhan kali, Abeoji. Seperti Abeoji sendiri yang tidak pernah meminta restuku terlebih dahulu untuk menikah, itu pula yang aku lakukan. Aku hanya meniru apa yang Abeoji ajarkan." tukas Yong Hwa seraya mendorong pintu ruangannya. Tapi ia menahan langkahnya dan melirik ayahnya lagi.
"Lain kali, jika Abeoji ingin membicarakan masalah yang ingin Abeoji rahasiakan, sebaiknya di dalam. Jangan seperti ini!" peringatnya.
Ayahnya hanya menghela napas dalam.

Di dalam ruangannya Yong Hwa tidak segera membuka pekerjaannya. Di kursi kerjanya ia duduk sambil mata menatap sebentuk wajah dalam bingkai foto yang ia letakkan di atas meja. Wajah ibunya tiada lain. Terakhir kali menengok pusara ibunya sebelum menikah, dan ia tidak pernah mengunjunginya lagi. Padahal saat Soo Ji masih ada, nyaris setiap bulan Soo Ji selalu mengajaknya untuk menengok makam ibunya itu saat weekend. Benaknya kemudian berlari ke masa 3-4 tahun yang lalu. Saat hidupnya begitu bahagia. Sebelum sebuah kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa kekasihnya. Baek Soo Ji.

Soo Ji adalah kekasih yang nyaris dinikahinya kala itu. Ayahnya salah satu pemegang saham di perusahaannya. Itu sebabnya orang tuanya dan orang tua Soo Ji merestui hubungan kasih mereka. Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Soo Ji meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Soo Ji menjadi korban tabrak lari seorang pengemudi ugal-ugalan. Soo Ji meninggal beberapa saat setelah tiba di RS. Yong Hwa seperti akan gila kala itu. Baek Soo Ji sosok yang telah menggantikan ibunya sejak ayahnya menikah lagi. Ketika Yong Hwa berada pada titik nadir kesedihannya karena kehilangan seorang ibu, dimana ia sangat membutuhkan seseorang untuknya berpegang, Soo Ji mengisi tempat itu. Dan ditengah-tengah kebahagiaan merajut mimpi tentang masa depan bersama kekasih hatinya, seseorang seketika membuat dunianya menjadi gulita. Baek Soo Ji pergi dari sisinya untuk selama-lamanya karena ulah tidak bertanggung jawab seorang pengemudi.

Tanpa terasa matanya membasah. Hatinya sangat merindukan kekasih yang telah pergi ke haribaan-Nya. Baek Soo Ji. Jika saja dia ada, pasti tidak akan terjadi perseteruan yang berlarut dengan ayahnya. Ayahnya pasti tidak akan jengkel dengan pilihan hatinya, dan dirinya tidak akan pusing pula dengan kehidupan rumah tangga ayahnya. Sebab hidupnya sendiri bahagia. Yong Hwa menghapus air matanya. Dan yang menjadi pengganti wanita yang sangat ia cintai itu adalah wanita yang sangat ia benci sebab yang telah menyebabkan Soo Ji pergi untuk selama-lamanya. Sebaik dan setelaten apa pun Shin Hye merawatnya kemarin, sedikit pun tidak merubah kebencian di dalam hatinya. Justru sekarang ia menjadi berkali lipat membenci karena telah membuatnya terluka. Bukan Shin Hye secara langsung memang yang membuat kakinya luka, tapi semua itu terjadi karena dirinya.

Keinginan membuat hidup Shin Hye lebih menderita dari yang dirasakannya, semakin membara di hatinya. Ia memang harus membalas dendam. Jika bukan karena ulahnya mengemudi tanpa aturan, mestinya hidupnya sangat bahagia. Dan yang saat ini akan berada di sisinya adalah Soo Ji bukan dirinya. Yong Hwa mengusap wajah, kemudian mulai menyalakan laptop.
🎃

Shin Hye sedang membersihkan lemari saat smartphone-nya berdenyit. Inginnya ia mengabaikannya saja, tapi tidak bisa untuk satu nama yang tampil sebagai id call itu. Segera saja ia menjawabnya sebab berisik. Orang ini tidak akan menghentikan panggilan telepon kepadanya sampai Shin Hye menerimanya.
"Nde, Shin Hye-ismidha." ia menyahutinya.
"Aigo... Park Shin Hye, daebak! Aku sungguh terkejut. Apa sekarang kau pun ingin membunuh suamimu?" tanya dari ujung telepon frontal.
"Itu kecelakaan yang tidak disengaja, Oppa." tukasnya lembut meski hatinya ingin berteriak memaki.
"Nde, seperti kecelakaan. Aku pun nyaris berpikir begitu. Tapi dengan track record-mu sebagai mantan narapidana kasus pembunuhan, siapa yang tidak curiga?" suara dari ujung sana nyinyir.
"Aku ini bukan keledai yang akan jatuh ke lobang yang sama 2 kali, Oppa. Aku akan menolak menikah dengan Tn Jung jika aku akan mencelakainya. Justru sebaliknya, aku akan menjaganya agar kau tidak bisa mencelakainya."
Terdengar tawa terkakak di ujung telepon. "Menggelikan. Yang pembunuh itu kau bukan aku. Dan yang pernah mencicip dinding penjara pun kau bukan aku. Bagaimana aku akan mampu mencelakainya?" tepisnya mengolok.
"Jika begitu mengapa terkesan Oppa senang dengan kecelakaan yang menimpa Yong Hwa Oppa?"
"Aku hanya merasa takjub kepadamu. Apa sekarang kau pun sedang berusaha membunuhnya? Tapi masuk akal, dia itu bagaimana pun seorang pewaris. Meski aku juga punya hak yang sama dengannya jika rapat para pemegang saham menghendakiku. Tapi saat ini bisa jadi kau akan mendapat keuntungan bila sampai suamimu mati. Kau akan mendapat bagian kekayaannya, sebab kau istrinya." ceracau suara di ujung telepon mengintimidasi.
"Jeogiyo, Shi Yun Oppa! Tolong jangan pikir aku sama dengan Oppa. Demi Tuhan tidak ada keinginan seujung rambut pun di dalam benakku seperti yang Oppa pikirkan." tolak Shin Hye emosi.
"Jangan bilang karena kau mencintainya sebab aku tahu Yong Hwa sedikit pun tidak mencintaimu. Dia sangat membencimu karena kau telah membunuh kekasihnya. Sebenarnya dia menikahimu karena untuk membalas dendam atas kematian Soo Ji yang kau tabrak hingga tewas."
Tanpa kata Shin Hye seketika memutus sambungan telepon dengan mematikannya. Lalu meletakannya jauh dari jangkauannya.

Pria itu benar-benar teror yang selalu membuatnya tidak tenang. Shin Hye menghela napas dan tanpa dapat ditahan air matanya menetes melintasi pipi. Hatinya nyeri seperti disayat. Bagaimana pun itu adalah fakta yang tidak bisa disangkalnya. Dirinya adalah pembunuh dan mantan narapidana. Stigma yang sulit dilepas dari namanya dan akan dihindari oleh setiap orang bahkan untuk sekedar mendekatinya. Tapi bodohnya dirinya, menerima begitu saja kala seorang pria se-paripurna Jung Yong Hwa mengatakan ingin menikah dengannya. Sungguh tidak waspada dan hilang akal, Shin Hye tanpa pikir panjang menganggukan kepala menerima ajakannya. Padahal semua itu adalah jebakan. Dengan mudah dirinya terperdaya.
🎃

TBC

DARK LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang