Chapter 1 🍁 Murid Pindahan

2.8K 200 13
                                        

💕Budayakan vote sebelum membaca💕

••••••••••

Dukdukduk...

"Bang Feraaaa...kunci motor gue mana??" teriak Adira sambil menggedor pintu kamar Rolan. Ia biasa berangkat sekolah dengan motor scopy merah kesayangannya.

"Woii bang buruan kasih tau, ntar gue telat." lanjut Adira sambil terus menggedor keras pintu kamar Rolan.

"ROLANDO FER-"

Teriakan Adira terhenti ketika pemilik kamar muncul dengan wajah menahan kantuk dan sesekali menguap lebar. "Berisik amat sih lo pagi-pagi, mimpi indah gue jadi buyar." ketus Rolan dengan mata terpejam.

"Pagi pala lo peang, udah setengah tujuh noh. Dimana kunci motor gue?" teriak Adira kesal.

Rolan mengucek mata nya,"Baru setengah kan? Belum jam tujuh. Apa, kunci motor? Kok nanya gue, kan itu motor lo."

Adira mendengus sebal. "Kan kemaren lo yang pake abang ku sayang, amesia lo?"

"Masak sih? Gue tarok mana ya? Hmm pas balik gue langsung makan trus gue boker trus tidur trus apa lagi ya?" ucap Rolan mencoba mengingat kegiatan nya kemarin.

"Trus gue kesiangan. Cepet mana?" kata Adira gemas sambil menadahkan tangannya.

"Gue kasih ke Mama."

Adira mendelik sengit. "Bilang dari tadi kek, lo bikin ribet aja." seru Adira hendak pergi. "Eits kemaren lo isi bensin kan?" tanya Adira berbalik menatap Rolan.

"Gue isi tapi gue sedot lagi trus pindahin ke motor gue." balas Rolan cepat lalu menutup pintu sebelum di bikin telur ceplok oleh Adira yang telah melotot mendengar jawaban nya.

"BANG FERAAAAA....."

Setelah selesai mendengar siraman rohani dari Mamanya karena berteriak di pagi hari sehingga membuat anak tetangga yang masih bayi terbangun, Adira akhirnya bisa pergi ke sekolah walau dengan wajah kesal.

Sampai di depan gerbang dengan tulisan besar 'SMA NUSA BANGSA', Adira segera memarkirkan motor lalu berjalan menuju kelas yang telah ramai.

Di sepanjang jalan ada saja yang menyapa atau tersenyum kepadanya. Adira cukup terkenal di sekolah, bukan hanya karena dia adik dari Rolando-sang kapten futsal yang terkenal. Tapi juga karena wajahnya yang cantik dan berbagai prestasi yang berhasil diraihnya.

Ia juga wakil ketua eskul PMR sehingga siapa yang tak tahu yang namanya Adira Raveena Thaletta. Bukan sombong tapi itulah kenyataannya.

Adira masuk ke kelasnya lalu meletakan tas di sebelah gadis yang tengah asik bermain ponsel. "Woi pagi-pagi main hp aja, liat apaan sih?" tanya Adira penasaran.

Gadis tersebut menoleh. "Ini loh, gue baca kabar terbaru. Katanya bakal ada murid baru tapi kelas 12. Dan rumornya orangnya ganteng banget." ucapnya penuh semangat.

"Masa? ntar hoaks lagi kayak yang bilang kalo Pak Hadid bakal pensiun, nyatanya dia masih ngajar sampe sekarang." cibir Adira tak terlalu memperhatikan.

"Ini serius soalnya udah ada yang liat dia daftar kesini." ucap nya lagi penuh semangat.

Adira mengeluarkan kontak pensil dan buku tulis. "Biarin lah, gak ada untung nya di kita juga kan?"

"Ada dong, stok cogan kita bertambah. Kita kan klub PC, pecinta cogan."

"Kita? Sorry gue lebih suka nonton anime. Ngomongin cogan versi lo ngeri gue." Adira terkekeh geli.

ALTHAFCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang