Seorang gadis remaja mempercepat laju sepeda motor yang dikendarainya. Hari yang semakin gelap membuat sedikit rasa takut muncul dihatinya. Apalagi ia akan melewati daerah yang sepi dan rawan terjadi perampokan.
'Bismillahirrohmanirrohim' ucapnya dalam hati. Namun belum berjalan jauh, motor yang dikendarainya tiba-tiba berhenti, membuat ia panik seketika.
Berulang kali ia mencoba menghidupkan motornya dan menoleh ke kiri dan ke kanan yang dikelilingi pohon besar. Dengan cepat ia membuka tas kecil miliknya dan mengelurkan benda pipih dengan case pink.
"Ya allah kenapa gue sial banget sih. Motor mogok, hp lowbat, ntar apalagi coba!" umpatnya kesal.
Tak lama kemudian dari arah berlawanan dua orang pemuda datang dengan sempoyongan. Tawa mereka terhenti ketika melihat seorang gadis tengah berdiri gelisah di samping motornya.
Mereka berjalan mendekat ke arah gadis tersebut yang bukan lain adalah Adira.
"Wow malam ini kita beruntung banget bro, udah ada cewek cantik yang nungguin." ucap salah satu diantaranya.
Temannya hanya terkekeh. Lalu menatap adira intens dari ujung rambut hingga ujung kaki, membuat Adira merinding dan refleks mundur beberapa langkah.
"Mau apa kalian? Jangan berani macam-macam atau gue bakal teriak!!" ancam Adira melihat keduanya yang semakin mendekat.
"Teriak aja sayang, teriakan kamu itu sangat menggoda. Jangan takut gitu dong, kita senang-senang yuk!"
Adira menelan saliva-nya cepat. Ia harus pergi dari sini secepatnya.
"Alah kebanyakan bacot lo bro, buruan sikat!"
Adira hendak berlari namun tangannya langsung dicekal oleh pemuda yang tadi berbicara. Semakin kuat Adira mencoba melepaskan tangannya, semakin erat pula cekalan di tangannya.
"Hhaha mau kemana cantik, jangan buru-buru dong."
"Lepasin gak!kurang ajar lo ya!!" setelah itu Adira menggigit tangan lelaki tersebut lalu berlari sekuat tenaga.
Melihat temannya yang mengaduh kesakitan, lelaki yang satunya menggeram marah lalu mengejar Adira. Karena jalanan yang gelap, Adira tersandung akar kayu dan terjatuh.
"Mau kemana sayang??Kamu agresif banget sih jadi jatoh kan!" ucap lelaki brewokan menyeringai senang melihat Adira yang ketakutan.
"Jangan sakiti guee, lo boleh ambil apapun tapi jangan ganggu guee." lirih Adira menahan nyeri di sikunya yang tergores kerikil.
"Gue cuma mau tubuh indah lo sayang, setelah itu lo boleh pergi dari sini, hahhaha!!"
Bayangan Marry, Arsal, dan Rolan tiba-tiba muncul, dan satu lagi yang Adira tidak kenal karena tertutup kabut tipis.
"Mamaa, Papaa, bang Rolaan tolongin Veena!!Siapapun tolongin guee!" ucap Adira dalam hati lalu menutup kedua matanya, ia tak tahu harus berbuat apalagi.
Bugh..
Adira tersentak ketika melihat tubuh pria yang hendak menyentuhnya terjungkal ke belakang. Di hadapannya berdiri laki-laki dengan hoodie hitam dan celana abu-abu khas anak SMA.
"Bocah ingusan ikut campur aja urusan orang!!Kalo lo mau, jangan kayak gini. Ntar lo pasti dapet giliran kok!"
Bugh..
Tanpa aba-aba laki-laki misterius tersebut kembali memberikan bogeman keras ke rahang pria kurang ajar. Adira sempat berfikir bahwa pria dihapannya ini adalah teman dari dua pria yang akan mengganggunya, namun melihat hal barusan ia jadi menerka-menerka siapa pria tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHAF
Fiksi RemajaON-GOING👀 Althaf, nama murid baru yang cuek lengkap dengan tatapan tajam membuat tak satupun makhluk bernama perempuan berani untuk sekedar menyapanya. Tak pernah percaya cinta, yang ia tahu hanya luka, luka dan luka. Kehadiran sosok gadis periang...
