Chapter 6 🍁 Pesona Kakak Kelas

2.2K 138 15
                                        

"Nasib gebetan itu kayak hukuman mati, kalo gak ditembak ya digantung."

-Adira Raveena Thaletha-

•••••••••

Setelah melepas sealbelt Adira turun dari mobil Regas. Namun sebelum itu, Adira kembali melihat Regas yang memperhatikannya.

"Mau-"

"Boleh-"

Mereka berucap berbarengan. Adira tersenyum kikuk sedangkan Regas tersenyum geli melihat tingkah Adira. "Lo duluan aja!" ujar Regas kemudian.

"Kakak aja deh, eh Regas maksudnya."

"Dimana-mana ladies first."

"Hmm mau mampir dulu nggak?" ucap Adira basa-basi.

"Emang kalo gue mampir mau di kasih apaan?" tanya Regas.

"Emang mau apa?" dengan polos Adira malah balik bertanya.

Regas tertawa, lalu mengulurkan tangan mengacak rambut Adira. "Gue mau hati lo." ucap Regas yang sukses membuat pipi Adira memerah.

"Gombal lagi deh." balas Adira berusaha menahan rasa gugup. Pasalnya Regas adalah laki-laki ketiga yang melakukan ini padanya. Setelah Arsal dan Rolan pastinya.

"Tadi mau ngomong apa?" tanya Adira setelah merapikan kembali rambutnya.

"Oh gak jadi deh, gue pulang ya. Lain kali aja mampirnya. Masuk sana, jangan lupa obatnya diminum." Sahut Regas.

"Oke, btw makasih ya."

"Iya, gue ikhlas kok nolongin lo."

Adira tersenyum malu lalu membuka pagar rumahnya. Setelah ia masuk ke dalam, barulah terdengar deru mobil menjauhi rumahnya.

Adira menangkup kedua pipinya, lalu berteriak girang sambil melompat-lompat.

"Ya ampun selama ini, gue kemana aja sih??
Ada kakak kelas ganteng begitu gue gak tau!!"

Sangking girangnya, Adira tak menyadari Marry sedari memperhatikan nya.

"Kamu kenapa? Dapet arisan?"

"Gak kenapa-kenapa. Cuma lagi bahagia aja Ma." timpal Adira menghampiri Marry dan mencium punggung tangannya.

"Aneh," ujar Marry. "Loh ini kenapa dengkul kamu? Jatoh dimana?" tanya Marry ketika melihat dengkul Adira yang diplester.

"Hmm tadi jatoh pas olahraga ma, cuma lecet kok."

Marry bernapas lega. "Ya udah, sana ganti baju trus makan. Mama mau maskeran dulu." Marry meninggalkan Adira menuju kamarnya.

Adira menaiki tangga dengan berhati-hati. "Ini musibah apa berkah ya?" gumam Adira kembali mengingat pertemuannya dengan Regas.

~A L T H A F~

Althaf sedang duduk di balkon kamarnya, ketika sebuah mobil memasuki pelataran rumahnya. Seorang pria paruh baya memakai jas formal keluar dengan seorang perempuan muda cantik.

Laki-laki tersebut sempat menatap Althaf yang langsung mengalihkan tatapannya. Tanpa menunggu lama, Althaf masuk kedalam dan menutup rapat tirai putih pembatas antara balkon dan kamarnya.

Althaf mengambil earphone lalu menyalakan musik dengan volume kencang. Hal yang selalu ia lakukan, ketika mood-nya memburuk.

ALTHAFCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang