Chapter 8 🍁 Nasib Uang Jajan

2.5K 142 8
                                        

💕Budayakan vote sebelum membaca💕

******

Di sebuah meja makan seorang pemuda memakai seragam sekolah memakan sarapan nya tanpa semangat. Ia melirik kesal kearah gadis yang makan dengan tenang di ujung sana.

"Mah beneran uang jajan dipotong 50%?Ntar kalo ucul tiba-tiba mogok gimana?Belum lagi kalo ada sumbangan prakarya!!" Rolan akhirnya tak tahan untuk tidak bersuara.

"Ya pinter-pinter kamu ngaturnya dong, pinjam dulu kek sama Lintang." balas perempuan muda yang sedang mengoleskan selai storoberry ke roti tawar.

"Boro-boro mau minjemin, dia aja ngutang trus di kantin."

"Ya udah, kamu ikut ngutang aja di kantin."

"Astaga dragon, masa seorang Rolando Ferrario ketua futsal ganteng ngutang di kantin. Kan gak lucu mah!!" seru Rolan semakin kesal dengan tingkah Marry yang main potong uang jajan.

"Mangkanya lain kali, adiknya dijagain. Untung dia pulang dengan selamat, kalo gak gimana coba."

"Ya kenyataan nya dia sehat walafiat mamaku yang paling cantik. Apalagi masalahnya?" balas Rolan melirik tajam Adira yang tersenyum mengejek.

"Udahlah mah, kasih aja. Siapa tau ada kebutuhan yang perlu dia beli." Arsal yang sedari diam ikut menimpali.

"Gak bisa dong. Ini tentang kepercayaan Pa. Mama kan suruh Rolan jagain Veena, eh malah adiknya magrib belum pulang dia gak tau, gimana Mama gak kesel coba." Marry memberikan roti tawar milik Arsal.

Arsal memberi kode agar Rolan menuruti apa kata Mamanya. Ia tahu istrinya nya itu hanya sedang kesal.

"Tau ah, mau berangkat udah siang. Buruan mau ikut gak!" Rolan beranjak dari duduk lalu menyambar kunci motor dan tas selempangan miliknya.

Adira merapikan ikatan rambutnya, lalu menyalimi tangan Arsal dan Marry bergantian. "Veena pergi, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam, bawa motornya pelan-pelan ntar adeknya jatoh!"

"Iya kalo gak khilaf," sahut Rolan cepat lalu berlari ke luar rumah.

"Mama potong 100%!!"

Adira hanya cekikikan. "Kalo abang ngebut, pukul aja!"

"Siap komandan."

"Sana pergi, nanti telat!"

Adira lantas pergi menyusul Rolan yang tengah bercoteh di depan motornya. Adira tersenyum geli melihat tingkah absurd abangnya tersebut.

"Udah selesai manasin motornya bang?" tanya Adira.

"Lama banget sih, kayak sungkeman!"

Bukannya menjawab pertanyan Adira, Rolan malah naik ke atas motor sambil misuh-misuh. Setelah mengenakan helm yang disodorkan Rolan, Adira ikut naik ke atas motor.

"Udah?"

"iya."

"Cebok."

"Paan si bang, gaje!"

Rolan menutup kaca helm dan melajukan motornya meninggalkan pelataran rumah.

~A L T H A F~

Adira turun dari motor Rolan. Mereka telah tiba di parkiran SMA NUSA BANGSA, beberapa siswa yang lalu menyapa Rolan dan Adira bergantian.

"Lo ngapain masih disitu?" tanya Rolan melihat Adira masih berdiri di samping motornya.

"Nungguin lo lah, biar keliatan akur."

ALTHAFCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang