Jeno sudah 2 hari nggak masuk sekolah. Setelah menerima tawaran dari Jaemin buat dateng ke rumah Jeno. Akhirnya Rayna sepakat untuk meng'iya'kan, tak lupa membawa teman teman kelasnya.
Rayna, Rania, Baejin, Jaemin, sama Renjun udah janjian kemaren buat dateng ke rumah Jeno, dan sekarang mereka udah sampai di depan.
"JENOOOOOOOO," teriak Jaemin keras.
"JENNNNN JENOOOO!"
"JENOOOO BUKAIN DONG!"
"Jaemin, itu sebelah lo ada bel kenapa lo tereak tereak!" ujar Baejin kesal.
"Oh iya. Maklum, terakhir kesini 2 hari yang lalu," ujarnya melawak.
"Kan masi kemaren," ujar Rayna kesal.
"Biasanya Jeno udah nunggu didepan anjing gapake beginian. Emang bangsat, sekarang rame rame malah doi nggak mau bukain pager," umpat Jaemin.
Urin seukeiteubodeu wiro Machichumeul—
Semuanya langsung pada ngeliat satu sama lain, heran dan bingung karena didekat mereka tiba tiba ada lagu korea.
Setelah Rayna deteksi asal suaranya, suara itu ada di tangan Jaemin. Jaemin langsung balik badan, dan nyengir ke yang lainnya.
"Oke oke, gue buka ya." Setelah bicara seperti itu, Jaemin langsung balik badan ke teman temannya.
"Katanya jeno masuk aja, pagarnya nggak dikunci. Tapi pintunya dikunci, kunci pintu di pot depan jendela kanan. Kata nya males berdiri," ujar Jaemin kesal.
"Males berdiri kata dia?" tanya Renjun heran.
"Masyaallah," timpal Baejin.
Setelah percakapan itu, Jaemin memimpin membuka pagar, dan jalan paling depan menuju pintu rumah Jeno.
Jaemin langsung mengambil kunci pintunya, dan coba buat ngaitkan ke lubang pintu.
"Kok susah ya?" ujar Jaemin sambil terus terusan muter, tapi gagal.
"Masa sih, minggir bentar," timpal Rania kemudian maju mencoba.
klekk
"Pffttt" Rayna dan Baejin nahan tawa, kemudian masuk duluan.
"Kalo gue si malu lah ya," ejek Renjun kemudian mengikuti Rayna masuk kedalam.
"Assalamualaikum," teriak Baejin.
"Udah gapapa, ayo," ajak Rania ke Jaemin yang masih lemes.
"Buset, bagus banget rumahnya," batin Rayna.
"Gue tau kamarnya," ujar Jaemin kemudian berlarian sombong seakan akan paling tau tentang Jeno.
"Hai sobat, keluarlah kamu!" ucap Jaemin keras di depan kamar Jeno.
Jeno membukakan pintu nya sedikit dan menenggerkan kepalanya di dinding pintu. Jaemin langsung mendorong dan masuk ke kamar Jeno, diikuti Renjun.
"Kenapa lo pada disana, sini!" ucap Jaemin ke Rayna, Rania, dan Baejin.
Kamar Jeno keliatan cukup berantakan, nggak lupa sama penghuni juga yang keliatan agak berantakan. Tapi Rayna yakin kamar Jeno ini kalo dirapihin bakal indah banget.
"Kenapa gamasuk lo? " tanya Jaemin.
"Awalnya gue bolos, tapi hari kedua malah sakit. Yaudah sekalian gak masuk," jawab Jeno santai.
"Emang lo bisa sakit?" tanya Jaemin lagi. Pengen Rayna tonyor ae kepala nya.