second ask

5.7K 648 12
                                        

Baejin ijin pulang duluan karena tiba tiba dia disuruh pulang sama mamanya, katanya ada urusan.

"Yaudah gue ikut pulang juga. Jin, anterin," pinta Rayna ke Baejin.

"Lo disini aja, jangan pulang dulu." Jeno narik tangan Rayna, alhasil dia duduk lagi.

"Anjing gercep juga Jeno," batin Baejin.

"Yaudah gue pulang dulu, baek baek ya lo disini," ujar Baejin ke Rayna sambil dada dada ngeledek.

"Jin nebeng elah" Rayna masih ngebet nebeng ke Baejin.

"Gak, rumah lo jauh," tolak Baejin.

"Pelit banget anj—"

"Heh" Jeno yang tau kalimat yang bakal diucapin Rayna langsung ngasih peringatan.

"Ups, sowy," ujar Rayna sambil menutup mulutnya.

"Yaudah sana lo pulang aja," ucap Jeno ke Baejin, dan Baejin langsung kabur ninggalin mereka berdua.

"Bentar" Jeno masuk ke kamarnya dan ngambil jaket.

Rayna cuma liat aja pergerakan jeno tanpa tanya tanya mau ngapain.

"Yuk," ucap Jeno mengajak Rayna buat ngikutin dia.

"Lo tunggu di depan," titah Jeno ke Rayna.

Jeno langsung ke garasi dan ambil motornya. Keliatan kaya mau pergi.

"Naik," perintah Jeno ke Rayna.

Rayna cuma bengong doang nggak gerak sama sekali, dia masih bingung ini mau kemana dan ngapain.

"Nggak gue culik santai aja."

Akhirnya Rayna make helm yang dikasih Jeno dan naik ke motor nya Jeno.

"Tinggi amat motor lo astaga," ucap Rayna kesusahan.

"Pegangan pundak gue terus naik itunya," ucap Jeno sambil nunjuk tempat buat naruh kaki penumpang.

"Dah," ucap Rayna yang berhasil naik dan udah pw posisinya.

"Pegangan," perintah Jeno.

"Gamau," tolak Rayna.

ngengg

Rayna langsung hilang keseimbangan dan refleks nempel ke Jeno, "GAUSAH MODUS LO!"

Jeno sama sekali nggak hirauin omongan Rayna dan lanjut gas sampai jalan raya.

"Laper gak?" tanya Jeno ke Rayna.

"HAHHHH? APAAA?" Rayna nggak denger suara Jeno karena jalanan rame banget.

"LAPER GAKK?" teriak Jeno sambil memiringkan wajahnya.

"ENGGAKK," teriak Rayna ke telinga Jeno.

Nggak lama setelah itu Jeno langsung belokin motornya ke kedai mie yang ada di pojok jalan.

"Dibilang nggak laper," ucap Rayna kesal.

"Gue yang laper," balas Jeno sambil jalan ke arah penjualnya.


Sekarang keduanya makan bareng dengan posisi saling berhadapan.

"Heh," panggil Rayna.

"Apa?" jawab Jeno.

"Kepala lo udah enak?" tanya Rayna yang khawatir masalah kepala Jeno 4 hari yang lalu.

"Udah kok. Cuma cidera ringan," jawab Jeno sambil makan.

"Syukur deh," ucap Rayna dan kembali melanjutkan makannya.

"Lo kenapa deh waktu itu nampar Changbon. Iya gak sih?" ucap Jeno sambil tertawa.

"Ya emang dia udah gila. Main nendang kepala lo, dikira kepala bukan bagian sensitif apa," tutur Rayna sambil menunjukkan wajah kesalnya.

"Berani banget lo waktu itu, kesambet apa?" tanya Jeno sembari meringis.

"Gatau gue juga heran," jawab Rayna sambil mengunyah makanannya.

Setelah makanan keduanya habis sekarang mereka minum sambil main hp masing masing.

"Rayyan, lo ngerasa gak sih, semakin kesini lo sering berurusan sama bk?" tanya Rayna yang membawa topik yang cukup dibenci sama Jeno.

Jeno cuma ngebales dengan ngangkat bahunya. Kalau boleh jujur, ini merusak suasana banget menurut Jeno.

"Gue sebenernya pengen minta sesuatu ke elo," ujar Rayna serius.

"Apa?" tanya Jeno.

"Kayaknya lo harus jaga jarak sama Mark," ujar Rayna lirih.

"Ya maksud gue bukan larang elo temenan sama mark gitu, enggak," tegas Rayna.

"Cuma ya jangan deket deket amat. Gue yakin lo anak baik baik, cuma pergaulan lo yang terus sama Mark itu salah, salah banget."

"Gue pengen lo jadi anak SMA yang normal, yang gak hobi keluar masuk bk"

"Gue juga pengen lo jadi siswa unggul dalam hal yang positif, nggak kayak sekarang," tutur Rayna cukup panjang.

"Lo kenapa masih bahas itu sih? gue gak suka"

"Lo gatau ray seberapa takut gue waktu kepala lo kena tendang Jisung. Gue kaya mau marah, khawatir, dan bingung saat itu," ujar Rayna dan mengingat kembali kejadian dulu.

"Gue gaminta lo buat khawatirin gue Rayna. Semua nya itu cuma pikiran lo aja yang selalu berlebihan ke gue, seakan gue ngelakuin dosa besar aja."

"Gini ya ray, kalo menurut lo gue salah, yaudah jauhin gue. Simple kan?" Jeno udah cukup muak sama penuturan Rayna. Bener bener ngeselin buat didenger.

"Kalo ada pertanyaan, siapa orang paling batu di dunia. Mungkin jawabannya Rayyan," batin Rayna sambil ngehela nafas.

 Mungkin jawabannya Rayyan," batin Rayna sambil ngehela nafas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Fall for a Fool✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang