Rayna nggak suka punya musuh di sekolah, apalagi sekelas. Setelah insiden kantin, Rayna cukup jaga jarak sama Jeno. Begitupun sebaliknya, dan Rayna nggak kuat akan hal itu.
"Rayyan," panggil Rayna menuju bangku Jeno.
"Belom kapok gue katain?"
"Gue gamau bahas itu."
"Terus ngapain lo?"
"Tugas biologi, lo masuk kelompok gue. Kerja kelompok ntar malem jam 6," ujar Rayna berusaha bersikap sebiasa mungkin.
"Gamau, gue kelompok lain aja," tolak Jeno dan menoleh kepada Rayna.
"Udah disetor list nya," balas Rayna.
"Yaudah gue ga dateng," ucap Jeno tetap menolak.
"Yaudah nama lo gak gue catet."
"Ah elah, dimana si?" tanya Jeno final.
"Rumah gue," jawab Rayna singkat.
"Gue gatau rumah lo."
"Ntar aja gue share loc."
"Tapi gak janji," ujar Jeno tiba tiba.
"Kenapa?"
"Ya barangkali ada urusan dadakan," ucapnya alibi.
"Gamau tau, lo harus dateng"
drrtt
•••
rayyan jeno gbisa dtg
rayna knp
rayyan jeno bokap gue pulang
rayna oh yaudah, gausa dateng gpp
•••
Rayna ijinin Jeno gak dateng karena dia tau sendiri kalo emang Jeno dan papanya hidup lintas negara, jadi mumpung mereka bisa kumpul, Rayna oke oke aja.
Rayna nggak keberatan walopun Jeno nggak hadir, karena disini ada Karin, Rania, Baejin yang notabene nya anak anak rajin dan pinter.
"Jeno mana?" tanya Rania.
"Ijin nggak ikut dulu, bokapnya pulang," jawab Rayna.
"Terus ini gimana pembagian tugasnya?" tanya Rania lagi.
"Udah, Jeno yang bagian print sama jilid aja," jawab Baejin yang nggak mau ribet.
"Oke, Baejin kata pengantar, daftar isi, sama kajian teori," ucap Rania memimpin.
"Gue bikin tujuan, manfaat, sama latar belakang."
"Rayna bikin cover, pembahasan, sama kesimpulan."
"Karin bikin alat bahan sama langkah langkah, jangan lupa lampirannya juga."
"Ntar setor di siapa?" tanya Karin.
"Rania aja," ucap Baejin dan Rayna barengan.
"Baji—" Rania mau mengumpat tapi nggak jadi karena omongannya dipotong Karin.
"Oke siap"
Jadi bagian yang nerima jawaban itu ngga enak. Kenapa? karena harus ngedit ngedit lagi.
"Kapan nih maksimal ngumpulnya?" tanya Karin lagi.
"Karena deadline tanggal 18, kumpulin ke gue tanggal 15," jawab Rania.
"Oke"
"Yaudah ayok ngerjain sekarang," ajak Baejin dan akhirnya semua nya udah mulai fokus ke bagian masing masing.
"Itu tadi pake yang glukosa make apaan? lupa gue," teriak Rayna kepada yang lainnya.
"Benedict," jawab Rania kemudian kembali fokus ke pengerjaannya masing masing.
Karin ini sebenernya nggak cukup deket baik sama Rayna, Baejin, dan Rania. Cuma tiba tiba aja anaknya nyamperin Rayna dan bilang belum dapet kelompok.
Kayak kebetulan, karena anggota kelompok Rayna juga kurang satu. Akhirnya Rayna ngambil Karin buat dijadiin satu kelompok sama dia.
Rayna mencari google dan melihat lihat apa saja yang perlu di ambil untuk tugasnya. Tapi otak Rayna seakan lagi males, otaknya bener bener nggak paham dan nggak bisa narik kesimpulan tentang apa yang dibahas.
Rayna iseng buka hpnya dan ngeliat instagram Jeno.
r.jenodanendra
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❤ 420 likes r.jenodanendra since 07
"Gini banget postingannya," batin Rayna.
r.jenodanendra
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
❤378 likes r.jenodanendra 🚬
"Astaga," batin Rayna sambil mengelus dada.
Baejin tiba tiba ngambil hp Rayna, dengan posisi hp Rayna masih buka instagram Jeno.
"CIEEEE ADA YANG SUKA JENO," teriak Baejin meledek.
"Sok tau lo!" Rayna langsung berdiri dan mengejar Baejin.
"Ini buktinya lagi stalk Jeno, pantesan fokus banget sama hpnya HAHAHA," ujar Baejin sambil ketawa keras banget.
"Wah udah gila ya lo? Beneran suka Jeno ternyata," ujar Rania sambil melihat Baejin sama Rayna yang kejar kejaran kaya anak masa kecil kurang bahagia.
"Jeno anak kelas?" tanya Karin ke Rania.
"Iyalah, siapa lagi."
"Selera Kayla modelan Jeno ya? Gitu amat," ucap Karin tanpa ngefilter mulutnya.
"Heh, ssttsss"
Rania heran sama Karin. Sebenernya Rania juga mikir gitu sih, tapi ya dalem hati aja gitu ngomongnya. Tapi ini sebenernya lucu sih menurut Rania. Seorang Rayna yang pinter pake banget itu yang malah bulol ke Jeno, tapi Jeno nya yang berandalan kaya gitu malah kayaknya gasuka sama Rayna.