13. Jumpa Lagi

793 105 101
                                        

"ANJIR ANJIR SI KAI KENAPA MAKIN SEKSI AJA YAMPON."

"Gila ini gue bisa hamil onlen."

"Jongdae suaranya bagus banget loh."

"GILAAA MASUKIN AKU CEYE MASUKIN!"

"KENAPA GAK BUGIL SEKALIAN AJA SIH?! SEGALA PAMER-PAMER DADA."

"Gak kuadhhhh."

"E e e itu maksudnya apaan tuh gigit-gigit bunga? Mending gigit bibir gue aja, Sehun!!!"

"YA ALLAH KUATKAN HAMBA NGELIAT MEREKA YANG DEMEN BANGET NGANGKANG!!!"

"Na~ nananananana~"

"Kom! Lo harus nonton ini!"

"Salah alamat, maaf."

"Anjir, lupa gue."

"Bleh, udah nonton MV terbaru EXO belom?"

"Bentar dulu, gue lagi nyari tutorial pendekin badan."

Dari tadi Encum heboh sendiri dengan hapenya. Gue yang ngedengerinnya sampe puyeng plus gak ngerti kenapa si Encum segitu kecintaannya sama Kpop.

Dan lagi, si Dobleh sibuk nyari cara buat pendekin badannya yang udah kayak tiang tower.

Gue?

Cuma nontonin mereka.

Berhubung ini hari Minggu, kita pun memutuskan buat nongkrong di warungnya Bu Dyo. Tapi dari tadi mereka sibuk sama HP masing-masing tanpa meduliin gue yang lagi nggak punya kuota.

"Eh, gue pengen ngomong."

"Bentar dulu," jawab mereka serempak.

"Tapi ini penting."

"Sabar. Ngeliat roti sobek Oppa juga gak kalah penting."

"Gue serius."

"Ben—"

"HAPE GUE JANGAN DIAMBIL!!!!"

"OPPAAAAA!!!"

"KOKOM RESE, TAI."

Rasain lo.

Hapenya gue sita dulu.

Sekali-kali harus bisa menghargai waktu berkumpul dengan orang terdekat tanpa adanya hape.

"Kalo masih mau main hape, mending kita pulang aja." gue memberi usul. Muka mereka udah pada asem.

"Janganlah. Baru juga baru," jawab Dobleh sensi.

"Lagi enak-enak ngeliat si Kai. Dasar rese." Encum nyedot teh jusnya gak nyelo sembari natap gue tajam.

Gue tersenyum penuh kemenangan. "Udah, mending bahas yang lain."

"OH IYA!" Encum berseru sembari menggebrak meja yang membuat Dobleh kaget sampai memegangi bibirnya yang hampir jatuh.

"Selo bisa gak sih." -Dobleh.

"Semalem June ke rumah gue bareng gebetannya."

Jleb.

Dada gue tiba-tiba terasa sesak lagi setiap kali nama itu disebut.

Ternyata, beha gue kekencengan.

Gue berusaha buat nyembunyiin rasa nggak nyaman seraya menyahuti, "Ngapain?"

"Ngambil pesenan peyek. Mana mah ya, tampang ceweknya asem banget ke gue. Uh, rasanya pengen ngejotos." Encum ngambil ancang-ancang buat ngejotos Dobleh.

"Kok gue sih?" -Dobleh ternistakan.

"Terus?"

"Udah sih gitu doang. Yang gue heran, kenapa si June berasa kayak gak punya malu gitu ya, dateng ke rumah temennya elo sambil bawa gebetannya."

FANGIRLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang