20. Mulai

1.2K 79 0
                                        

"Wa'alaykumussalam." ucap Aura saat melihat Fathan masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam.

"Eh lupa, Assalamu'alaykum." ucap Fathan mendekati Aura.

"Wa'alaykumussalam. Gimana Bang, lancar?" tanya Aura.

"Lancar." jawab Fathan.

"Alhamdulillah. Oh iya, Abang dapat uang dari mana?" tanya Aura bingung.

"Sudah Aura gak perlu tau. Itu urusan Abang. Ya sudah Abang mau istirahat, cape." ucap Fathan.

"Abang sholat jangan lupa." ucap Aura sedikit teriak.

"Oke."

'Andai Mama masih ada, pasti Mama bangga ngeliat Aura sekarang yang lebih dewasa dari Athan.' batin Fathan.

****

Tok tok tok

"Assalamu'alaykum, Bang." ucap Aura di depan kamar Fathan.

"Wa'alaykumussalam. Masuk." jawab Fathan.

"Nenek lampir lagi gak ada di rumah ya?" tanya Fathan saat melihat Aura yang mendekatinya.

"Gak ada. Kata Bibi, dia mau pergi sama teman-temannya." jawab Aura.

"Oh gitu." ucap Fathan.

"Bang, Terima Kasih." ucap Aura tiba-tiba yang membuat Fathan kaget.

"Iya Terima Kasih, sudah jadi Papa sekaligus Mama buat Aura." ucap Aura lembut.

"Pasti Mama senang, liat Abang sekarang sedewasa ini, buat ngelindungi Aura." lanjut Aura.

"Mama juga pasti bangga, liat anak bungsunya yang sekarang cantik banget pake hijab begini. Pemikirannya juga sudah dewasa, gak penakut lagi." jawab Fathan sambil mengelus kepala Aura sayang.

"Ingat, kalau ada apa-apa, cerita ke Abang." lanjut Fathan yang di angguki oleh Aura.

"Tapi Aura masih penasaran, gimana Abang bisa punya uang sebanyak itu, buat daftarin Aura sekolah." tanya Aura.

"Kamu diam-diam aja ya. Ingat sama Bang Roni?" tanya Fathan.

"Adek bungsu Mama bukan?" tanya Aura balik.

"Iyap! Adeknya Mama yang gak mau di panggil Om. Dia punya usaha yang di bangun sama Mama, diam-diam dari Papa. Dan sekarang Bang Roni mau usaha itu Abang yang ngurus, karena dia mau fokus sama kuliahnya." ucap Fathan yang di angguki oleh Aura.

"Sebenarnya, keluarga Mama itu bisa bantu kita kan Bang? tapi karena Abang masih berusaha melindungi Papa dari amukan keluarga Mama, Abang pura-pura semuanya disini baik-baik aja." ucap Aura yang membuat Fathan terdiam.

"Kemarin Nenek nelpon Aura. Nanya kabar Aura sama Abang, kapan main ke kampung lagi. Nenek kangen katanya." lanjut Aura.

"Nenek juga nawarin untuk kita tinggal disana, Nenek bilang dia ngerasa ada yang gak benar terjadi di sini."

"Kamu jawab apa?" tanya Fathan panik.

"Aura jawab kalau semuanya baik-baik aja, Nenek gak perlu khawatir. Terus Aura bilang, secepatnya akan ke sana jenguk Nenek sama Kakek." jawab Aura yang membuat Fathan lega.

Maaf, Saya Menyimpan RasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang