Silahkan pergi asal tak lupa untuk kembali
"Hello Ratu"
Ratu menolehkan pandangannya perlahan pada sumber suara itu. Seingat Ratu suara itu mirip dengan suara jelek punya Gavin, atau mungkin itu suara Gavin.
Benar saja, itu Gavin. Gavin tersenyum ke arah Ratu dengan seragam yang sama sekali tidak mencerminkan seorang murid sekolah. Tetapi tidak apa-apa Ratu bahagia melihat Gavin.
"Ngapain kesini?" Tanya Ratu agak jutek namun jauh di lubuk hatinya dia bahagia, sangat.
"Ini masih sekolahankan? Gue kesini mau sekolah"
"Mau sekolah atau mau berantem?" Tanya Ratu sinis.
Gavin tidak tahu apa yang membuat Ratu semenyabalkan ini. Seharusnya Ratu bahagia bisa mekihatnya lagi.
"Sinis mulu sama saya. nggak rindu apa?" Goda Gavin seraya tertawa.
Kedua mata Ratu terbelalak. Berani-beraninya Gavin menanyakan perihal rindu pada Ratu.
"Kirain udah mati. Dua Minggu nggak ada kabar. Gue telpon, nggak diangkat. Kata si Candra Lo pindah sekolah. Dan sekarang Lo tiba-tiba muncul. Lo itu nyebelin banget sih" cerocos Ratu tanpa henti.
Gavin tersenyum memandangi Ratu bercerita tentang dirinya. Gavin memang tidak sekolah selama dua Minggu. Dan dia genti no telpon karena satu hal. Dan tentang Candra yang berbohong pada Ratu, Gavin benar-benar tidak tahu.
"Kangen gue nggak?"
"Nggak" jawab Ratu singkat dengan nada keras.
^,^,^,^
Kabar baik untuk kelas Gavin hari ini. Karena guru yang mengajar jam ini tidak masuk. Guru yang bersangkutan hanya memerintahkan muridnya untuk merangkum.
Bukan Gavin namanya jika dia mengerjakan apa yang guru perintahkan. Dibanding merangkum Gavin lebih senang merecoki Ratu seperti ini.
"Kenapa sih Lo marah sama gue?" Tanya Gavin dengan nada sedikit kesal.
Bukan tanpa alasan Gavin seperti itu, jangan salahkan Gavin. Salahkan Ratu yang sedaritadi mendiami Gavin.
"Hak gue dong" jawab Ratu dengan entengnya sembari menulis.
"Gue selama dua Minggu nggak sekolah itu karena gue harus operasi di luar negeri jad---"
"Serius Lo?" Tanya Ratu sangat panik, bahkan dia menghentikan kegiatan menulisnya untuk mempertanyakan apakah Gavin serius atau tidaknya.
Ratu melihat raut kesedihan di wajah Gavin. Tanpa Ratu sadari, Ratu juga ikut larut dalam kesedihan itu. Ratu masih memandangi Gavin dengan lekat.
"Serius Lo?" Pertanyaan itu keluar dari mulut Ratu dengan nada pelan.
"Enggaklah hahaha" jawab Gavin kemudian dia tertawa terbahak-bahak.
Ratu kembali kesal. Bisa-bisanya Gavin berbohong tentang hal seperti itu. Ratu geram. Ratu ingin menggigit Gavin tapi itu rasanya tidak mungkin. Jadi Ratu lebih memilih melanjutkan menulisnya untuk meredakan amarahnya.
"Bercanda gue. Gue ngambil perkataan itu dari sinetron-sinetron" ucap Gavin setelah selesai tertawa.
Sadar jika Ratu malah semakin marah padanya Gavin menghembuskan nafas dan membuka mulutnya lalu berkata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ratu Kepo (Selesai)
Teen FictionSemua itu bermula ketika Ratu kepo terhadap Gavin Raefal Ishara yaitu seorang Bad Boy. Gavin benar-benar membuat Ratu jera karena rasa keponya.
