bagain tiga

868 51 2
                                        

Malam ini angin begitu menyejukkan hati. Bulan begitu cerah menyinarkan cahaya nya. Bintang nampak sangat cantik bergemerlap di langit. Hembusan angin masuk kekamar seorang gadis cantik. Kini ia mencoba menikmati kuasa tuhan yang begitu menyegarkan hatinya, lewat jendela kamar.

Sejak tadi dia merasa resah dengan hatinya,sosok cowok dingin terus memenuhi pikirannya.

Pertemuan pagi tadi sangat berkenang baginya karena dirinya melihat dan bertemu langsung dengan cowok tampan yang membuat dirinya sulit melupakan sosok itu. Rendy juliansyah cowok ngeselin muka datar namun mampu meluluhkan hati seorang gadis bawel.

Sejak tadi Naysilla hanya membuka buku biologi nya tanpa mengetahui isi dari apa yang ia baca. Bolak balik kesana kemari. Nyoret nyoret buku. Keluar masuk kamar mandi. Itulah yang dialami gadis manis itu,Naysilla.

Ada apa dengan perasaan nya saat ini? Kenapa bayang- bayang Rendy terlus mengikuti dirinya?
Sungguh sangat aneh.

Suara ketukan pintu terdengar. Naysilla segera bangkit untuk membuka pintu. Nampak sosok perempuan cantik membawa nampan berisi nasi beserta lauk kesukaan putrinya,tak lupa susu putih sebagai minuman nya.

"Mama."

" ngapain,ma."

" dari siang kamu belum makan sayang,ini mama masakin makanan kesukaan mu,dimakan ya" ucap lembut yuni,mamanya.

Berjalan ke arah meja kecil yang ada disebelah tempat tidur putri cantiknya.Sambil meletakkan nampan yang dia bawa tadi di meja kecil itu.

Naysilla hanya membuntuti mamanya dari belakang.
"Nggak laper ma."

"Pokoknya dimakan entar kalo sakit siapa yang repot." omel yuni yang kini sudah duduk dikasur empuk putri nya.

Tanpa diperintah Naysilla pun ikut duduk disebelah mamanya.
" iya entar makan kok ma."

"Jangan entar-entar sekarang." perintah mamanya.

"Iya ma."

"Jangan cemberut anak mama dong, entar cantik nya pindah ke mama gimana." goda yuni pada putrinya sembil menangkap kedua pipi Naysilla.

Pasalnya emang susah banget Naysilla kalo disuruh makan. Harus yuni yang turun tangan, kalo nggak ya bisa sakit itu anak.

"Mama bisa aja,iya entar cilla makan kok ma."

"Anak mama pintar." ucap yuni sambil mencubit gemas pipi anaknya.

'Cilla' nama panggilan kesayangan keluarganya untuk Naysilla. Berbeda dengan di sekolah rata-rata mereka memanggil dirinya 'nay'. Menurutnya tidak terlalu penting juga soal panggilan, yang penting tidak melenceng dari nama aslinya Naysilla Azzahra. Bisa nyembelih kambing lagi, kalo ada orang yang menganti namanya. Bagaimana pun panggilan mereka, Naysilla tetap senang karena itu adalah panggilan kesayangan untuk dirinya dan bermakna juga bagi yang memanggil.

"Beneran makan lho,kalo nggak siap-siap dapat ceramah tujuh hari tujuh malam dari papa." ancam mamanya dengan maksud bercanda.

"Mama mah gitu nggak asik."omel Naysilla pura pura ngambek pada mamanya.

"Makanya makan,kalo kamu sakit mama juga yang sedih, nggak bisa jadi ibu terbaik buat kamu sayang." ucap yuni sambil mengecup puncak rambut putrinya.

Tak mau kalah Naysilla juga mengecup pipi wanita yang begitu ia sayangi.
"Jangan ngomong gitu ma,mama udah jadi ibu terbaik sedunia yang aku miliki."

Pelukan hangat antara ibu dan anak ini cukup lama, kecupan penuh kasih sayang kembali diberikan yuni dikening putrinya.

"Mama kekamar dulu kamu lanjut belajar nya."

MY SWEET CAPTAINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang