Bagian tiga dua

51 4 0
                                        

Happy reading kawan kawan

Disini aku berniat buat lanjutin cerita ini ajaa dari pada buat yang baru malah cerita ini gak sampe ending,
Makasih buat yang sudah mampir,kalo semisal alurnya ada yang gak pas maklumi yaa,karena udah lama ga update dan klo banyak typonya mohon dimaklumi dan dibantu memperbaiki ya kawan kawan yang baik.

Naysilla sedang menunggu jemputan Rendy untuk berangkat sekolah bersama,sekarang jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang seperempat. Tak biasanya Rendy telat menjemputnya begini,biasanya jam setengah tujuh cowok itu sudah siap didepan gerbang sang pujaan harinya,tapi kenapa pagi ini berbeda,Naysilla merasa cemas sekarang,ia takut cowoknya kenapa napa dijalan.

Pagi ini sangat cerah,matahari tak segan untuk menunjukkan sinarnya,membuat siapapun bersemangat untuk menjalankan aktivitas di awal pekan ini.

Dari kejauhan Naysilla melihat Rendy sedang mengendarai motor sport kesayangannya, nampak ketara sekali jika dirinya sedang dalam kecepatan tinggi.

"Kamu dari mana aja,jam segini baru nonggol,aku udah nungguin dari tadi juga." Omel Naysilla ketika Rendy menghentikan motor di depannya,helm yang menutupi kepalanya dibuka,ia ingin melihat jelas ekspresi wajah pacarnya yang sedang cemberut itu, bikin Gemes aja, pikir Rendy.

Bukannya marah diomeli begitu Rendy malah cengengesan tidak jelas.
"Kamu lucu kalo ngomel gitu." Balas Rendy sambil mencubit pipi kanan Naysilla gemas.

"Kamu dari mana,gak biasanya telat begini,bentar lagi upacara dimulai, mau kalo kita telat terus dihukum?" Tanya Naysilla lagi masih dengan rasa kesalnya. Ia tak mau gara-gara Rendy telat menjemputnya ia harus kena hukuman,padahal dirinya sudah bangun pagi banget supaya tidak terlambat,eh malah kapten garuda itu bikin terlambat.

"Entar aku jelasin,sekarang pake dulu ini helm,keburu telat."
Rendy memberikan helm untuk segera dipakain Naysilla, tanpa lama lama Naysilla segera memakain helmnya dan bonceng dibelakang Rendy.

"Kan kamu yang bikin kita telat gini, udah ditungguin dari tadi juga gak nonggol. Sebel banget." Gerutu Naysilla sambil memukul punggung Rendy setelah dirinya menaiki motor Rendy.

Rendy hanya memperhatikan wajah Naysilla dari kaca motornya. Lucu sekali ngambek begitu, senyum manis terbit di balik helm yang cowo itu kenakan.

"Peluk nay, aku mau ngebut." Ucap Rendy ketika dirinya hendak menambah kecepatan motornya.

"Aww, ko dicubit sih." Petik Rendy ketika mendapat cubitan di perutnya,siapa lagi kalo bukan Naysilla pelakunya,pedes juga rasanya bukan main main Naysilla dalam hal pencabutan,Rendy sampai meringis dibuatnya.

"Gak usah modus." Balas Naysilla

"Kok modus?" Tanya Rendy,padahal kan emang iya, dasar cowo biasa aja ngelesnya, pintar banget nyari kesempatan dalam kesempitan.

"Katanya mau cepat sampe, ya ini aku mau ngebut biar cepet sampe makanya kamu pegangan. Kalo jatuh aju juga yang repot." Rendy heran sendiri dengan tingkah ajaib cewenya ini,gak mau diajak ngebut tapi pingin cepat sampe, gimana caranya coba. Kadang cewek memang seaneh itu pikirannya, Rendy harus menambah kesabaran dalam menghadapi rumitnya pikiran cewek.

Tanpa membalas ucapan Rendy Naysilla hanya pegangan ujung jaket yang dikenakan Rendy,tak ingin memperpanjang perdebatan,ia hanya ingin dirinya cepat sampe disekolah tanpa telat dan pastinya tidak mau terkena hukuman.

Sepuluh menit mereka sampe didepan gerbang SMA Garuda,sepertinya doa Naysilla dikabulkan,gerbang sekolah mereka belum ditutup artinya mereka tidak telat. Tak lama setelah Rendy memarkirkan motornya suara bel pertanda masuknya jam belajar mengajar berbunyi.

MY SWEET CAPTAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang