bagian enam belas

422 18 0
                                        

Naysilla menatap Rendy ketika cowok itu menjemputnya di halaman rumah. Sesuai janjinya tadi malam,Rendy mengajak Naysilla untuk jalan jalan. Sekedar menghabiskan weekend kali ini.

"Udah lama nunggu." ucap Rendy ketika sudah dihadapan Naysilla.

"Enggak kok. Baru aja keluar rumah. Mau jalan sekarang?." tanya Naysilla.

"Bokap ada." tanya Rendy bermaksud untuk meminta izin pada papa Naysilla,mengajak anak gadisnya pergi.

"Bokap sama nyokap ada urusan di bandung. Besok baru pulang." jelas Naysilla. Rendy hanya mengangguk paham.

"Oh."

"Gapapa kok. Tadi aku udah ijin lewat telfon,katanya boleh pergi, tapi pulangnya jangan terlalu malam." Naysilla menjelaskan sesuai pesan papanya.

"Yaudah yuk berangkat sekarang, biar nggak terlalu malam pulang nya."

Motor Rendy melaju membelah jalan ibu kota. Tentunya bersama orang yang ia sayangi. Naysilla sedari tadi tak bisa menghilangkan senyum di bibirnya. Dirinya masih tak menyangka bisa menjadi kekasih seorang Rendy juliansyah. Cowok yang menjadi rebutan banyak cewek di sma garuda. Dan memiliki fans segudang yang tentunya cewek semua.

"Udah sampe." ucap Rendy sambil memarkirkannya motornya. Secara otomatis Naysilla turun dari bocengannya. Tangan Rendy telulur untuk membukakan helm yang dikenakan cewek itu. Tak mau banyak protes,Naysilla maju beberapa langkah agar Rendy dengan leluasan melepas helmnya. Urusan helm selesai, Rendy merapikan rambut Naysilla yang berantakan. Naysilla hanya bisa tersenyum malu,sambil menata jantungnya agar bergejolak.

"Makasih." ucap Naysilla atas perlakuan Rendy tadi,tak lupa senyum manisnya ia tunjukkan pada cowok spesial di hatinya.

"Kembali kasih."

Keduanya berjalan beriiringan menuju mall di pusat kota. Banyak muda mudi berlalu lalang bersama pasangan masing masing. Mereka terliat sangat bahagia, Naysilla dan Rendy pun merasakan kebahagiaan itu. Terlihat jelas sedari tadi senyum tak pernah pudar dari keduanya. Walaupun Rendy hanya tersenyum tipis,namun mampu ditangkap oleh Naysilla. Genggaman tangan seakan tak boleh terlepas dari keduanya. Dengan sedikit jail,Rendy mengacak acak rambut Naysilla, sontak membuat sang empu merasa kesal. Melihat Naysilla kesal, menambah kesan cantiknya,menurut Rendy. Senyum kebahagiaan terlihat jelas ketika Naysilla berusaha mengejar Rendy, terduga akibat berhasil membuat rambut Naysilla yang sudah ditata rapi sebelum pergi, kini berakhir berantakan. Alhasil meraka kejar kejaran di area mall, banyak pasangan yang menatap meraka seakan ikut merasakan kegembiraan, tak berlaku bagi jomblo, mereka seakan iri sekaligus baper melihat aksi Naysilla dan Rendy sekarang ini.

Karena sudah merasa kasian dengan sang kekasih, akhirnya Rendy mengalah. Dan dengan mudah dapat ditangkap oleh Naysilla. Cubitan mendarat sempurna di perut dan lengan Rendy, sebagai balasan atas apa yang udah dia lakukan pada ceweknya.

"Udah aku capek." serah Naysilla yang merasa sudah puas membalas dendam pada Rendy.

Dengan penuh hati hati Rendy menata kembali rambut Naysilla,agar terlihat kembali cantik. Bukannya dengan rambut acak acakan menghilangkan kesan cantik, namun agar sedikit terlihat rapi dari sebelumnya. Kecupan singkat mendarat sempurna di puncak kepala Naysilla.

"Udah beres, main apa makan dulu." tawar Rendy pada Naysilla.

"Main aja,belum laper soalnya."

Rendy meninggalkan sebentar Naysilla untuk menukar koin. Ia duduk di salah satu bangku panjang karena merasa kakinya sedikit lemas. Mungkin efek lari larian tadi.

Naysilla mendongak ketika sebuah tangan terukur dan menyodorkan beberapa koin untuk bermain. Ia mendapati Rendy sedang tersenyum sangat masih ke arahnya.

MY SWEET CAPTAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang