bagian dua puluh delapan

171 8 0
                                        

Happy reading

Sudah seharian rendy berada ditempat ini. Sebuah lapangan kecil yang menjadi hadiah ulang tahunnya yang ke-5 pemberian sang kakek. Sejak kecil dirinya sudah suka dengan sepak bola,tak heran jika kakeknya memberi hadiah sebuah lapangan bola untuknya. Tak hanya kakek, kedua orang tuanya juga sangat mendukung hobi Rendy sehingga ia bisa menjadi seperti sekarang.

Terpaan angin sore membuat suasana hati rendy sedikit tenang. Kicauan burung menambah suasana sore ini semakin nyaman. Lapangan ini di buat sedemikian rupa,dengan di kelilingin pepohonan dan juga bunga yang menambah suasana sekeliling tambah indah.
Membuat siapa aja betah bersama lama disini. Zico dan Brylian juga sangat betah latihan disini. Ditambah suasana sekeliling yang adem. Membuat ketiganya sangat nyaman latihan ditempat ini.

Rendy mengehela nafas panjang dan menendang bola cukup keras ke arah gawang.
" gue harus gimana biar lo bisa maafin gue,nay." frustasi rendy kemudian duduk dikursi yang memang sudah tersedia ditepi lapangan. Ia menatap langit yang sedikit mendung. Sesuai banget dengan suasana hatinya saat ini.

"Niat gue baik, bukan maksut gue buat nyakitin lo,kenapa lo gak paham sama niat baik gue sih." gumam Rendy menatap bola yang tadi ia tendang masuk sempurna ke arah gawang.

Rasa menyesal pasti ada. Tapi rendy yakin sikapnya kemarin sudah benar. Banyak orang yang menyalahkan dirinya karena telah membuka kembali luka lama naysilla dengan  mengajak naysilla untuk ke danau,tempat yang kemarin mereka datangi berdua. Tempat yang menjadi saksi bagaimana Naysilla menceritakan semua masa lalu yang dia rasakan,air mata yang seakan terus menemani Naysilla menceritakan trauma yang menghantuinya selama ini.
Sekarang rendy sudah tau bagaimana masa lalu yang terus menghantui kekasihnya itu. Untuk itu rendy tak perlu menyesali sikapnya kemarin. Karena itu adalah langka awal untuk kesembuhan naysilla.

Yang menjadi beban pikiran Rendy sekarang adalah bagaimana dia bisa mendapat kata maaf dari Naysilla dan membuat Naysilla percaya lagi dengannya. Yang tak kalah penting adalah bagaimana agar trauma Naysilla cepat sembuh.

Matahari kini sudah berganti dengan keindahan bulan. Tak terasa sudah sangat lama ini berada dilapangan ini. Melihat arloji yang ternyata sudah menujukan pukul tujuh malam. Rendy bangkit dari duduknya dan sesegara mengambil jaket yang tersampir di kursi samping yang tadi ia duduki. Tak lupa Rendy juga merapikan lapangannya dan menyimpan bola dan lainnya yang tadi turut menjadi teman ia bermain. Setelah di rasa sudah terlihat rapi rendy keluar dari lapangannya dan mengunci tempat itu.

Motor sportnya berjalan membelah padatnya jalanan ibu kota. Tak heran karena hari ini adalah malam minggu. Dimana para pemuda pemudi menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Buat yang jomblo diem dirumah aja. Daripada menambah kemacetan dijalan. Wkwk.

Rendy menghentikan montor nya disalah satu cafe karena ia ingin mengisi perutnya yang tak terisi makanan seharian. Sibuk memikiran naysilla membuat rendy mengesampingkan kesehatannya.

Ia berjalan dengan balutan jaket di badannya dan juga aura dingin yang selalu melekat di tubuhnya.

Ia duduk disalah satu meja yang kosong. Seorang waiters menghampiri dirinya untuk menanyai makanan apa yang cowok itu pesan. Setelah selesai mencatat makanan yang dipesan rendy, waiters itu persimi meninggalkan Rendy. Untuk menghilangkan rasa bosannya Rendy mengeluarkan ponsel. Banyak pesan masuk ke ponselnya,namun tak ada niat untuk membalas. Ia hanya menanggapi pesan yang menurutnya penting.

Seorang cewek dengan terus tersenyum menghampiri Rendy yang sedang duduk sendirian. Tanpa diminta cewek itu duduk didepan Rendy, membuat Rendy terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.

Namun setelah mengetahui siapa yang asal duduk didepannya Rendy tersenyum kecil lalu menyimpan ponselnya kembali.

"Sendirian aja."tanya cewek itu. Rendy hanya mengangguk sebagai jawabannya.

MY SWEET CAPTAINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang