bagian dua belas

465 24 0
                                        

Happy reading 😊

Sore ini mall dikawasan ibu kota begitu ramai orang. Ada yang hanya sekedar menghabiskan waktu nya untuk bersantai, ada juga yang sibuk dengan barang belanjaannya.

Kini ada seorang cewek sedang sibuk memilih novel keluaran terbaru. Kesana kemari mencoba menemukan novel yang cocok untuknya. Tiga novel sudah dia kantongi,tinggal membayar ke kasir.

"Maaf kak nggak ada uang cash aja. Mesin EDC nya lagi rusak." ucap ramah Mbk kasirnya.
Sebab cewek itu membayar dengan kartu kredit. Dan kesialan menimpa dirinya, uang didompet cuma tinggal seratus ribu.

"Nggak ada mbk,gimana dong." cewek itu merasa pusing. Masak dia nggak jadi beli novelnya gegara uangnya nggak cukup kan sayang ya:v

"Berapa Mbk." ucap seseorang tiba tiba. Sudah bisa diprediksi dari suaranya bahwa itu seorang cowok.

"Empat ratus mas."

"Ehh." cewek itu mencoba mencegah pemuda itu yang hendak membayar novelnya.

"Makasih Mbk." teriak pemuda itu sambil menarik tangan cewek itu keluar dari mall.

"Lepas dong, pake acara tarik tarik anak orang lagi." omel cewek itu.

Pemuda itu melepaskan genggaman ditangan cewek itu.
"Sorry."

"Harusnya gue yang bilang sorry karena lo udah bayarin novel gue. Gue janji entar gue ganti balikin. Atau kalo perlu lo bawa kartu kerdit gue aja." tawar cewek itu sambil menyodorkan kartu kreditnya.

"Udah nggak perlu gue ikhlas kok."

"Kayaknya gue pernah ketemu lo deh,tapi dimana ya." pikir cowok itu.

"Iya gue juga nggak asing sama muka lo."

"Lo temannya Naysilla kan."

" iya dan lo satu kelas sama kak Rendy kan."keduanya sama tebak menebak.

"Iya bener." serempak keduanya seperti ada yang mengomandoni.

"Kenalin gue sutan diego Zico. Panggil aja Zico."

"Salken juga gue Mita."

"Lo kesini sama siapa." tanya Zico celingukan tak mendapati teman nya Mita.

"Gue kesini sendiri, lagi bosan aja dirumah jadi iseng deh kesini cari novel siapa tau ada yang suka hehe."

"Dan nggak bawa duit." ejek Zico disertai tawanya.

"Ihh bukan gitu." sebel Mita yang merasa diejek oleh Zico. " Salah siapa mesin EDC nya rusak dan Gue bawa duit ko cuma seratus hehe."

"Bisa aja ngelesnya."

"Iya iya gue bilang makasih sekali lagi sama lo. Nggak kebayang kalo nggak ada lo. Bisa malu banget gue."

"Jadi ini ceritanya gue jadi pangeran lo gitu kan." tanya Zico sambil menaikkan sebelah alisnya.

Tak bisa dipungkiri kini Mita sudah malu sekaligus baper akibat ucapan redceh Zico. Ya baper.
"Sebagai ucapan makasih gue,lo gue traktir di cafe cerry dekat taman mau nggak." tawa Mita menutupi rasa gugup nya.

"Asyiapp." semangat Zico.

Kini meraka sudah berada di cafe cerry yang mereka tuju. Mereka memilih tempat yang tak jauh dari pintu depan. Agar bisa menikmati suasana sore ibu kota.

Sementara Mita mengalihkan perhatiannya pada pelayan yang sudah tersenyum menunggu pesanan dari mereka.
"Saya pesan spaghetti satu sama moccacino satu." Mita mengalihkan pandangan pada cowok yang ada didepannya.

MY SWEET CAPTAINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang